Arab Saudi Larang Jamaah Pakai Keffiyeh Palestina

258
Keffiyeh Palestina (Foto: David Swanson/ AFP via Getty Images)

Muslim Obsession – Arab Saudi dilaporkan menahan jamaah yang secara terbuka menunjukkan solidaritas untuk Gaza dan berdoa untuk Palestina di tempat suci di Makkah dan Madinah.

Islah Abdur-Rahman, aktor asal Inggris, baru-baru ini berbagi pengalamannya saat ditahan karena memakai keffiyeh Palestina.

Abdur Rahman menyampaikan kekhawatirannya terhadap isu dukungan terhadap Palestina di Arab Saudi.

Selama penahanannya, tentara menghentikan Abdur Rahman karena mengenakan keffiyeh putih dan tasbih berwarna Palestina.

Saat diinterogasi tentang kewarganegaraannya, tujuan kunjungannya, dan lama tinggalnya, para tentara tersebut secara khusus fokus pada keffiyeh, dengan menyoroti asal usulnya dari Palestina.

Setelah dibebaskan, dia disarankan untuk tidak memakai keffiyeh, karena kabarnya hal itu tidak diperbolehkan, terlebih di tempat suci untuk ibadah.

Abdur Rahman pada awalnya menyatakan ketakutannya berada di negara asing tanpa hak asasi, namun kemudian menggambarkan pengalaman tersebut sebagai sebuah patah hati, terutama mengingat pemboman Israel yang sedang berlangsung di Gaza.

Meskipun berbagi pengalamannya di Instagram untuk menjelaskan masalah ini, ia menghadapi pesan kebencian online dari warga Arab Saudi yang membela pembatasan bendera atau simbol di tempat ibadah.

Dilansir The Islamic Information, Sabtu (25/11/2023) Insiden serupa juga muncul di dunia maya, di mana individu ditahan karena mengungkapkan simpati terhadap warga Palestina dan mendoakan mereka.

Seorang pria Aljazair yang sedang umrah di Arab Saudi dilaporkan ditahan selama lebih dari enam jam karena berdoa bagi warga Palestina, dan memperingatkan orang lain untuk berhati-hati ketika mengunjungi tempat-tempat suci.

Insiden lain melibatkan seorang perempuan Indonesia yang ditahan karena mengenakan jilbab berbendera Palestina.

Para syekh terkemuka telah mengisyaratkan untuk menghindari komentar atau isyarat eksplisit mengenai perang.

Abdul Rahman al-Sudais, kepala urusan agama Arab Saudi di Masjidil Haram, mendesak umat Islam untuk tidak ikut campur dalam peristiwa di Gaza, menekankan perlunya shalat daripada melakukan tindakan tanpa otoritas yang tepat.

Peristiwa baru-baru ini menunjukkan dua orang, seorang Syekh Aljazair dan seorang Turki, ditahan oleh otoritas Arab Saudi karena secara terbuka menyatakan solidaritas terhadap Gaza dan Palestina selama ziarah mereka.

Syekh asal Aljazair menceritakan pengalaman enam jam yang dialami polisi Saudi karena menceritakan bahwa dia telah berdoa untuk orang-orang Palestina di Masjid Nabawi.

Syekh mempertanyakan apakah mendoakan kaum tertindas merupakan sebuah kejahatan dan menyoroti kehancuran yang dialami rumah sakit dan masjid di Palestina, serta mendesak masyarakat untuk merahasiakan salatnya.

Dalam insiden terpisah, Mustafa Evi dari Turki menghadapi penangkapan di Makkah selama umrah karena mengadvokasi Gaza dan Palestina. Dalam keterangan video, Syekh Mustafa mengungkap penangkapannya karena sekadar menyebut Gaza dan Palestina.

Khususnya, penahanan ini menggarisbawahi sikap terbatas dalam menyatakan dukungan terhadap Palestina di dalam kerajaan, mengungkap larangan Arab Saudi untuk mengibarkan bendera asing di tempat-tempat suci.

Apa itu Keffiyeh Palestina?

Keffiyeh Palestina, juga dikenal sebagai Hatta, Kufiya, atau Shemagh adalah selendang kotak-kotak berwarna putih dan hitam yang biasanya dikenakan di kepala atau leher. Keffiyeh telah menjadi simbol nasionalisme Palestina pada masa pemberontakan Arab di Palestina tahun 1936-1939.

Pentingnya Pola Keffiyeh

Keffiyeh sangat penting bagi warga Palestina karena digunakan sebagai simbol solidaritas internasional terhadap perjuangan Palestina. Ini mewakili perlawanan dan identitas Palestina.

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here