Wahai Suami-Istri, Makan Suap-Suapan itu Ibadah

380

Oleh: A. Hamid Husain (Alumni Pondok Modern Gontor, King Abdul Aziz University, dan Ummul Qura University)

Mencari pahala itu sangatlah mudah, lebih mudah dibanding mencari dosa. Mencari dosa, terkadang harus bayar, harus sembunyi-sembunyi.

Makan siang saja di bulan puasa, terpaksa bersembunyi di balik tirai. Sedangkan ke masjid gratis-tis, bahkan dapat pahala besar.

Demikian juga, senyum adalah ibadah, apalagi senyum suami kepada istri, atau isteri ke suami adalah ibadah yang mendapat pahala setara dengan pahala BERSEDEKAH. Sungguh amal shalih yang bernilai besar di sisi Allah SWT.

Apalagi memberi makan, atau makan saling menyuapi suami-isteri berdasarkan: Sakiinah, Mawaddah dan Rahmah, adalah ibadah, amal shalih.

BACA JUGA: Masuk Surga itu Mudah

TRUE STORY:

1- Rasulullah ﷺ bersabda menegaskan, bahwa suami-isteri yang makan saling menyuapi dengan rasa kasih sayang, cinta karena Allah, adalah berpahala:

عن سعد بن أبى وقاص رضى الله عنه ان رسول الله صلى الله عليه وسلم قال: وانك لن تنفق نفقة تبتغى بها وجه الله الا أجرت بها حتى ما تجعل فى فى امرأتك. (متفق عليه)

“Sungguh, apa yang engkau nafkahkan karena semata mata mendambakan kemurahan, ampunan, pertolongan dan kasih sayang Allah, maka Allah memberikan pahala besar, termasuklah apa yang kamu nafkahkan kepada istrimu, termasuk juga makanan yang kamu suapkan ke mulut istrimu,” (Hadits Shahih Muttafaqun ‘Alaihi, disepakati oleh semua).

2- Tersenyum, adalah ibadah berpahala setara pahala sedekah:

ابتسم فالحياة جميلة

ـ حين يخذلك شخص، سيقوم بإسعادك شخص أخر

ـ حين تخسر فرصة، ستأتي لك فرص أكثر

ـ حين تعمل خيراً، سيعوضك الله خيراً كثيراً

“Tersenyumlah, agar kehidupan menjadi indah, romantis:

– jika engkau dikecewakan seseorang, yakinlah akan ada seseorang yang akan membahagiakan kamu.

– jika engkau rugi karena terlewatkannya satu kesempatan, yakinlah akan banyak kesempatan lain yang akan menghampirimu.

– jika engkau melakukan satu kebaikan, yakinlah bahwa Allah akan membalas nya dengan kebaikan yang lebih melimpah.

BACA JUGA: Agar Hati Tenang dan Tidak Stress

POINTERS:

1- Teladani rumah tangga Rasulullah ﷺ yang penuh dengan kemesraan, romantisme dan terkadang canda yang saling membahagiakan, seperti makan sepiring, minum dengan satu gelas dll.

2- Kerukunan, kehangatan, kemeseraan dan romantisme dalam rumah tangga adalah pilar utama dalam membentuk Keluarga yang SAMARASA: Sakiinah (damai penuh ketenangan), Mawaddah (cinta penuh gairah), Rahmah (kasih sayang penuh rasa hormat), dan Sa’aadah (bahagia, sejahtera penuh rasa syukur).

3- Tanpa rumah tangga yang SAMARASA, mustahil lahir anak-anak yang shalih dan shalihah.

4- Rumah Tangga yang tidak romantis, tidak SAMARASA, akan melahirkan anak-anak yang bermoral bejat, pelaku kemungkaran dan menjadi musuh penghancur kehidupan orangtua dan orang lain.

BACA JUGA: Lakukan 5 Hal ini Setelah Bangun Tidur

5- Rumah Tangga yang SAMARASA, akan terwujud jika dibangun atas dasar pengamalan tuntunan dan penghayatan AGAMA.

6- Tidak ada manusia yang sempurna. Tidak ada Suami atau Isteri tanpa kekurangan:

الانسان محل الخطأ والنسيان

“Manusia memang berpotensi melakukan kesalahan dan lupa”.

Namun, untuk membentuk keluarga yang romantis, keluarga yang SAMARASA, maka setelah menjadi pasangan suami-isteri: lihatlah kebaikan dan kelebihan masing-masing dan abaikan kekurangan masing-masing.

Mari berdoa, agar Allah SWT menganugerahkan kita keluarga yang Sakiinah, Mawaddah, Rahmah dan Sa’aadah.

Dan Allah SWT senantiasa membimbing kita untuk selalu eling mengingat Allah, bersyukur dan beribadah dengan sebaik-baiknya pada Allah SWT.

اللهم اعنا على ذكرك وشكرك وحسن عبادتك

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here