Qanaah, Berpikir Positif

Oleh: H. Winarto AR bin Darmoredjo (Majelis Dakwah Edwin Az-Zahra) Allah sesuai dengan prasangka hamba-Nya. Saat kita melakukan praduga negatif maka terkadang hal tersebut menjadi kenyataan. Ada baiknya untuk kita melakukan introspeksi diri sampai sejauh mana kita dapat berupaya untuk selalu berfikir positif sehingga hipotesis nol atau hipotesis awalnya menjadi dapat diterima pada hasil akhirnya. BACA JUGA: Memaknai Sulitnya Hidup *** Kita tentu masih ingat tentang kisah Qarun. Qarun adalah sepupu Musa, anak dari Yashar adik kandung Imran, ayah Musa. Kehidupan Qarun pada awalnya sangatlah miskin dan memiliki banyak anak. Pada suatu kesempatan ia meminta tolong kepada Musa untuk mendoakannya kepada Allah agar memiliki harta benda. Permintaan tersebut dikabulkan oleh Allah. Tidak kurang dari ribuan gudang harta berlimpah penuh berisikan emas dan perak. Akan tetapi, harta tersebut tidak menjadikannya dekat kepada Allah, malah sebaliknya menjadikan ia sebagai orang sombong dan suka pamer. Pada suatu saat, ketika Qarun keluar membawa seluruh hartanya untuk dipamerkan kepada orang-orang, dan tidak dinyana dan tidak diduga bumi menelannya atas perintah Allah, sehingga Qarun binasa beserta seluruh hartanya dan istananya. BACA JUGA: Nikmatnya Berbagi Kebaikan Begitulah Allah menunjukkan tanda-tanda kekuasaan-Nya. Kisah Qarun ini diabadikan oleh Allah dalam QS. Al-Qashash: 76-83. Setiap manusia tidak akan pernah merasa cukup berapapun harta yang diberikan Allah kepadanya. Padahal Allah telah memberikan untuk setiap makhluk hidup di dunia ini sesuai dengan kadarnya. “…dan segala sesuatu pada sisi-Nya ada ukurannya (QS. Ar-Rahman (55): 33;QS. Ash Talaq: 3 ;QS. Fathir: 43 ;QS. Asy-Suraa: 17 ;QS. Al-Qamar : 49). Allah menciptakan segala sesuatu sesuai dengan kadarnya memberikan hikmah yang cukup besar bagi makhluk yang bisa berpikir. Kreativitas manusia sebagai khalifah di muka bumi dengan keunggulan akliyahnya, memanfaatkan sumber daya yang ada di bumi. Setiap sumber daya mempunyai karakteristik dengan ukuran tertentu menurut ukurannya masing-masing sesuai dengan sunnatullah dan tidak akan berubah untuk selamanya. BACA JUGA: Saling Berkabar Baik Menjadi kewajiban manusia untuk dapat memanfaatkan sumber daya yang ada di bumi demi kemaslahatan diri sendiri maupun masyarakat. Manusia akan mendapatkan hasil sesuai dengan apa yang diusahakannya. Allah memerintahkan manusia untuk memperhatikan apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi (QS. Yunus: 101). Ini berarti bahwa manusia diharuskan untuk selalu mengadakan penelitian mengkaji hal-hal yang bisa dimanfaatkan untuk kesejahteraan manusia. Salam berpikir positif. #Apakah engkau suka hatimu menjadi lembut dan mendapatkan hajatmu (keperluanmu)? Rahmatilah anak yatim, usaplah kepalanya, dan berikanlah makan kepadanya dari rezekimu, niscaya hatimu menjadi lembut dan niscaya kamu akan mendapatkan hajatmu.” (HR. ‘Abdurrazaq).
Dapatkan update muslimobsession.com melalui whatsapp dengan mengikuti channel kami di Obsession Media Group
































