Merasa Sial Karena Sesuatu (Tathoyur)

Merasa Sial Karena Sesuatu (Tathoyur)
Oleh: KH. Abdul Ghoni (Wakil Ketua Lembaga Dawah Parmusi Pusat) Dalam sebuah hadits diterangkan:

عن عبد الله بن عمر رضي اللَّه عنهما قال، قل رسول اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ :من ردته الطِيَرة من حاجة فقد أشرك. قالوا يا رسول الله ما كفارة ذلك؟ قال: أن يقول أحدهم: اللهمَّ لا طيرَ إلَّا طيرُكَ، ولَا خيرَ إلَّا خيرُكَ، ولَا إلهَ غيرُكَ

Dari Abdullah bin Umar berkata, Rasulullah ﷺ bersabda: “Barangsiapa yang thiyarah mengurungkan dia dari hajatnya maka ia telah berbuat syirik”. Para shahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, lalu apa kaffarahnya?” Rasulullah menjawab, ”Hendaknya ia berdoa:

 اللهمَّ لا طيرَ إلَّا طيرُكَ، ولَا خيرَ إلَّا خيرُكَ، ولَا إلهَ غيرُكَ

“Ya Allah, tiada kesialan kecuali kesialan dari-Mu dan tiada kebaikan kecuali kebaikan dari-Mu dan tiada sesembahan kecuali Engkau,” (HR. Ahmad dan At-Tabrani). Pelajaran yang terdapat di dalam hadits: 1- Tathoyyur adalah menganggap buruk, asalnya adalah sesuatu yang dibenci baik ucapan, pekerjaan maupun yang dilihat, orang-orang jahiliyah dulu bertathoyyur dengan menggunakan burung, mereka melepaskan burung sebelum berpergian. BACA JUGA: Memberikan Nafkah Kepada Keluarga Wajib bagi Suami Jika burungnya terbang kearah kanan maka mereka mengambil berkahnya dan pergi memenuhi yang mereka butuhkan. Jika burungnya terbang kearah kiri maka mereka tidak jadi pergi dan tidak memenuhi hajatnya dan mereka menganggap ini suatu kesialan, maka hal ini menghalangi dalam kebanyakan waktu mereka dari kebaikan, jadi syare'at menafikan kesialan ini dan membatalkannya serta melaranganya. 2- Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan:

التطـيُّر:هو التشاؤم من الشيء المرئي أو المسموع

“At-Tathayyur artinya merasa sial karena suatu pertanda yang dilihat atau didengar” (Miftah Daris Sa’adah, 3/311). Sebagian ulama membedakan Ath-Thiyarah dengan At-Tathayyur. Al-Qarafi rahimahullah mengatakan:

فالتطير: هو الظن السيّئُ الكائن في القلب، والطِّـيَرة: هو الفعل المرتَّب على هذا الظن من فرار أو غيره

“At-Tathayyur artinya sangkaan dalam hati bahwa akan terjadi kesialan. Sedangkan At-Thiyarah adalah perbuatan yang dihasilkan dari tathayyur, yaitu berupa lari atau perbuatan lainnya,” (Al-Furuq, 4/1367). BACA JUGA: Syariat Shalat Isyraq Syari'at memberitahukan bahwa kesialan itu tidak memberikan pengaruh sama sekali baik manfaat maupun madhorot, inilah makna sabda Nabi ﷺ "tiada kesialan", dalam hadits lainnya "thiyarah adalah syirik" maksudnya jika meyakini bahwa thiyarah bisa memberikan manfaat atau madhorot. Jika beramal berdasarkan thiyarah dan meyakini bahwa thiyarah bisa memberikan pengaruh maka dia telah syirik karena menjadikan thiyarah mempunyai pengaruh dalam pekerjaan dan penciptaan. 4- Doa yang diajarkan Nabi bila terlintas akan kesialan akan sesuatu sekaligus sebagai kifaratnya,

اللهمَّ لا طيرَ إلَّا طيرُكَ، ولَا خيرَ إلَّا خيرُكَ، ولَا إلهَ غيرُكَ

“Ya Allah, tiada kesialan kecuali kesialan dari-Mu dan tiada kebaikan kecuali kebaikan dari-Mu dan tiada sesembahan kecuali Engkau”. BACA JUGA: Shalat Kunci Masuk Surga 5- Contohnya: a- jika seseorang ketika hendak pergi keluar rumah, lalu tiba-tiba ia kejatuhan cicak. Kemudian timbul dalam hatinya perasaan bahwa ia akan sial karena pertanda berupa kejatuhan cicak tersebut. Inilah tathayyur. Jika ia mengurungkan niatnya untuk pergi, inilah thiyarah. Ini semua adalah kesyirikan, sebagaimana Nabi ﷺ katakan dalam hadits di atas. b- Merasa akan ada yang mati karena ada burung gagak. Merasa akan ada yang mati karena mata berkedut. Merasa sedang digosipi oleh orang karena telinga berkedut. Merasa akan sial karena gelas pecah. c- Tradisi tidak berani melaksanakan hajatan dibulan Muharram (Suro), dengan kepercayaan, keyakinan akan mendatangkan sial. Padahal larangan keras berbuat zhalim di bulan itu, dan syirik termasuk aniaya/dosa yang paling besar. BACA JUGA: Larangan Berbuat Zhalim di Bulan Maharram Tema hadits yang berkaitan dengan Al-Quran: 1- Ketahuilah, sesungguhnya kesialan mereka itu adalah ketetapan dari Allah. Yakni musibah yang menimpa mereka itu berdasarkan ketetapan dari Allah.tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui.

فَإِذَا جَاءَتْهُمُ الْحَسَنَةُ قَالُوا لَنَا هَذِهِ وَإِنْ تُصِبْهُمْ سَيِّئَةٌ يَطَّيَّرُوا بِمُوسَى وَمَنْ مَعَهُ أَلا إِنَّمَا طَائِرُهُمْ عِنْدَ اللَّهِ وَلَكِنَّ أَكْثَرَهُمْ لَا يَعْلَمُونَ

“Kemudian apabila datang kepada mereka kemakmuran, mereka berkata, "Ini adalah karena (usaha) kami." Dan jika mereka ditimpa kesusahan, mereka lemparkan sebab kesialan itu kepada Musa dan orang-orang yang besertanya. Ketahuilah, sesungguhnya kesialan mereka itu adalah ketetapan dari Allah, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui,” (QS. Al A’raf, 131). BACA JUGA: Shalat Tolok Ukur Semua Amal 2- Yakni kesialan itu karena tingkah laku kalian sendiri.

قَالُوا إِنَّا تَطَيَّرْنَا بِكُمْ لَئِنْ لَمْ تَنْتَهُوا لَنَرْجُمَنَّكُمْ وَلَيَمَسَّنَّكُمْ مِنَّا عَذَابٌ أَلِيمٌ، قَالُوا طَائِرُكُمْ مَعَكُمْ أَئِنْ ذُكِّرْتُمْ بَلْ أَنْتُمْ قَوْمٌ مُسْرِفُونَ

“Mereka menjawab, "Sesungguhnya kami bernasib malang karena kamu, sesungguhnya jika kamu tidak berhenti(menyeru kami), niscaya kami akan merajam kamu dan kamu pasti akan mendapat siksa yang pedih dari kami.” Utusan-utasan itu berkata, "Kemalangan kamu itu adalah karena ulah kamu sendiri. Apakah jika kamu diberi peringatan (kamu bernasib malang)? Sebenarnya kamu adalah kaum yang melampaui batas,” (QS. Yasin,18- 19). 3- Bulan yang dimuliakan oleh Allah Subhana wa Ta'ala ada empat, di antaranya bulan Muharram, dianjurkan untuk banyak beramal kebaikan dan meninggalkan kezhaliman (perbuatan aniaya)

إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ فَلا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ وَقَاتِلُوا الْمُشْرِكِينَ كَافَّةً كَمَا يُقَاتِلُونَكُمْ كَافَّةً وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ مَعَ الْمُتَّقِينَ

“Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah ialah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kalian menganiaya diri kalian dalam bulan yang empat itu dan perangilah kaum musyrik itu semuanya sebagaimana mereka pun memerangi kalian semuanya;dan ketahuilah bahwa Allah beserta orang-orang yang bertakwa,” (QS. At-Taubah: 36).

Dapatkan update muslimobsession.com melalui whatsapp dengan mengikuti channel kami di Obsession Media Group