Keutamaan Meringankan Beban Seorang Muslim

101

Oleh: KH. Abdul Ghoni, M.Ag (Wakil Ketua Lembaga Dakwah Parmusi)

عَنْ  أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ نَـفَّسَ عَنْ مُؤْمِنٍ كُـرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُّنْيَا، نَـفَّسَ اللهُ عَنْهُ كُـرْبَةً مِنْ كُـرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ، وَمَنْ يَسَّرَ عَلَـى مُـعْسِرٍ، يَسَّـرَ اللهُ عَلَيْهِ فِـي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ، وَمَنْ سَتَـرَ مُسْلِمًـا، سَتَـرَهُ اللهُ فِـي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ، وَاللهُ فِـي عَوْنِ الْعَبْدِ مَا كَانَ الْعَبْدُ فِي عَوْنِ أَخِيهِ، وَمَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًـا، سَهَّـلَ اللهُ لَهُ بِهِ طَرِيقًا إِلَـى الْـجَنَّةِ، وَمَا اجْتَمَعَ قَـوْمٌ فِـي بَـيْتٍ مِنْ بُـيُوتِ اللهِ يَتْلُونَ كِتَابَ اللهِ، وَيَتَدَارَسُونَـهُ بَيْنَهُمْ، إِلَّا نَـزَلَتْ عَلَيْهِمُ السَّكِينَةُ، وَغَشِـيَـتْـهُمُ الرَّحْـمَةُ، وَحَفَّـتْـهُمُ الْـمَلاَئِكَةُ، وَذَكَـرَهُمُ اللهُ فِيمَنْ عِنْدَهُ، وَمَنْ بَطَّـأَ بِـهِ عَمَلُـهُ، لَـمْ يُسْرِعْ بِـهِ نَـسَبُـهُ

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu , Nabi ﷺ bersabda, “Barangsiapa yang melapangkan satu kesusahan dunia dari seorang Mukmin, maka Allâh melapangkan darinya satu kesusahan di hari Kiamat. Barangsiapa memudahkan (urusan) orang yang kesulitan (dalam masalah hutang), maka Allâh Azza wa Jalla memudahkan baginya (dari kesulitan) di dunia dan akhirat. Barangsiapa menutupi (aib) seorang Muslim, maka Allâh akan menutup (aib)nya di dunia dan akhirat.

Allâh senantiasa menolong seorang hamba selama hamba tersebut menolong saudaranya. Barangsiapa menempuh jalan untuk menuntut ilmu, maka Allâh akan mudahkan baginya jalan menuju Surga. Tidaklah suatu kaum berkumpul di salah satu rumah Allâh (masjid) untuk membaca Kitabullah dan mempelajarinya di antara mereka, melainkan ketenteraman akan turun atas mereka, rahmat meliputi mereka, Malaikat mengelilingi mereka, dan Allâh menyanjung mereka di tengah para Malaikat yang berada di sisi-Nya. Barangsiapa yang diperlambat oleh amalnya (dalam meraih derajat yang tinggi-red), maka garis keturunannya tidak bisa mempercepatnya,” (HR. Muslim, no. 2699).

BACA JUGA: Banyaklah Berdzikir (istighfar)

Faidah Hadits:

1- Keutamaan membantu kebutuhan dan kesulitan kaum Muslimin.

2- Menolong dan melapangkan kesusahan seorang Muslim merupakan cara mendekatkan diri kepada Allâh dan cara meraih rahmat-Nya.

3- Menetapkan akan adanya hari Kiamat.

4- Pada hari Kiamat ada kesulitan yang sangat besar.

5- Anjuran memudahkan urusan orang yang sedang kesulitan (utang).

6- Balasan itu sesuai dengan jenis amalnya (الجزاء من جنس العمل).

BACA JUGA: Istidraj Seseorang yang Dibiarkan di Dalam Kezhaliman

7- Anjuran untuk menutup aib seorang Muslim.

8- Menolong sesama Muslim dalam kebaikan adalah sebab yang mengundang pertolongan Allâh.

9- Wajib menuntut ilmu syar’i.

10- Keutamaan berjalan atau safar untuk menuntut ilmu syar’i.

11- Menuntut Ilmu syar’i adalah jalan menuju Surga.

12- Ilmu yang paling utama adalah mempelajari Kitâbullâh (Al-Qurân) dengan membaca, memahami dan mengamalkannya, kemudian mempelajari sunnah Nabi ﷺ . Keduanya wajib dipahami menurut pemahaman Salafush Shalih.

BACA JUGA: Amalan yang Dapat Memasukkan ke Surga dengan Selamat

13- Membaca Al-Qurân dan mempelajarinya akan mendatangkan ketenangan, rahmat, dikelilingi malaikat dan disebut-sebut oleh Allâh di hadapan paar Malaikat-Nya.

14- Menetapkan adanya Malaikat.

15- Keutamaan berkumpul di rumah Allâh (masjid) untuk mempelajari ilmu.

16- Kebahagiaan abadi diraih dengan amal shalih, bukan dengan nasab atau garis keturunan.

17- Kemuliaan di sisi Allâh bisa digapai dengan takwa dan amal shalih, bukan dengan nasab dan harta.

Wallahu a’lam bish shawab.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here