Istidraj Seseorang yang Dibiarkan di Dalam Kezhaliman

161

Oleh: KH. Abdul Ghoni, M.Ag (Wakil Ketua Lembaga Dakwah Parmusi)

عن أَبي موسى رضي الله عنه قَالَ: قَالَ رَسُول الله صلى الله عليه وسلم: ((إنَّ الله لَيُمْلِي لِلظَّالِمِ، فَإِذَا أخَذَهُ لَمْ يُفْلِتْهُ))، ثُمَّ قَرَأَ: {وكَذَلِكَ أَخْذُ رَبِّكَ إِذَا أَخَذَ الْقُرَى وَهِيَ ظَالِمَةٌ إِنَّ أَخْذَهُ أَلِيمٌ شَدِيدٌ} [هود: 102] مُتَّفَقٌ عَلَيهِ

Dari Abu Musa radhiyallahu ‘anhu, katanya: “Rasululiah ﷺ bersabda:

“Sesungguhnya Allah itu menantikan untuk orang yang zhalim -tidak segera dijatuhi hukuman, tetapi apabila Allah telah menghukumnya, maka tidak akan melepaskannya sama sekali – sampai hancur sehancur-hancurnya.

Selanjutnya beliau ﷺ membaca ayat -yang artinya: “Dan demikianlah hukuman yang diberikan oleh Tuhanmu jikalau Dia menghukum negeri yang melakukan kezhaliman. Sesungguhnya hukuman Tuhan itu adalah pedih dan keras,” (QS. Muttafaq ‘alaih).

BACA JUGA: Amalan yang Dapat Memasukkan ke Surga dengan Selamat

Pelajaran yang terdapat di dalam hadits:

1- Seorang yang berbuat kezhaliman kadang kala dibiarkan oleh Allah Subhanahu wata’ala di dalam kezhalimannya sehingga melanjutkan terus menerus perbuatannya, na’udzubillah.

2- Maka seseorang yang dibiarkan oleh Allah dalam kezhaliman, itu sebenarnya malapetaka yang sangat besar, maka tidak perlu tergesa-gesa baginya ‘iqob (hukuman).

3- Daripada bentuk istidraj maka dibiarkan oleh Allah didalam kezhalimannya tidak cepat dihukum supaya menumpuk-numpuk atasnya kezhalim-kezhalimannya. Maka apabila Allah sudah menghumnya tidak akan ada yang bisa melepaskannya.

4- Maka kewajiban seseorang untuk mewaspadai akan dirinya untuk tidak menumpuk kezhalimannya karena itu merupakan musibah paling besar.

BACA JUGA: Ada Tiga Hal yang Mengikuti Jenazah

5- Apabila seorang berbuat kezhaliman lalu disegerakan hakuman/azab/iqobnya mungkin dia akan cepat sadar, bertaubat dan akan meninggalkan kezhalimannya tetapi bila dia dibiarkan dalam kezhaliman maka akan terus bertambah kezhaliman-kezhalimannya dan dosa-dosanya dan akan terus bertambah-tambah siksanya. Tetapi apabila Allah telah menghukumnya, maka tidak akan melepaskannya sama sekali – sampai hancur sehancur-hancurnya.

Tema hadist yang berkaitan dengan Al-Quran:

1- Allah Subhanahu wata’ala kadang kala membukakan bagi mereka yang tenggelam didalam kezhaliman semua pintu rezeki dan semua segi kehidupan di dunia, hingga mereka benar-benar teperdaya oleh apa yang sedang mereka alami, dan mereka berkeyakinan bahwa diri mereka mempunyai sesuatu pegangan.

Allah akan memberikan masa tangguh kepada mereka. Dengan kata lain, Allah tenggelamkan mereka di dalamnya dalam waktu yang cukup lama.Yakni sangat kuat lagi sangat keras azabnya.

BACA JUGA: Jalan Menuju Surga Allah SWT

وَالَّذِينَ كَذَّبُوا بِآيَاتِنَا سَنَسْتَدْرِجُهُمْ مِنْ حَيْثُ لَا يَعْلَمُون، وَأُمْلِي لَهُمْ إِنَّ كَيْدِي مَتِينٌ

“Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami, nanti Kami akan menarik mereka dengan berangsur-angsur (ke arah kebinasaan), dengan cara yang tidak mereka ketahui. Dan Aku memberi tangguh kepada mereka. Sesungguhnya rencana-Ku amat teguh. QS. [Al A’raf 182:183].

2- Sesungguhnya Allah benar-benar mencatat (dosa orang) yang zhalim; hingga manakala Dia mengazab-Nya, maka tidak akan dapat menyelamatkan dirinya dari azab Allah.

وَكَذَلِكَ أَخْذُ رَبِّكَ إِذَا أَخَذَ الْقُرَى وَهِيَ ظَالِمَةٌ إِنَّ أَخْذَهُ أَلِيمٌ شَدِيدٌ

“Dan begitulah azab Tuhanmu, apabila Dia mengazab penduduk negeri-negeri yang berbuat zhalim. Sesungguhnya azab-Nya itu adalah sangat pedih lagi keras,” [QS. Hud:102].

Wallahu a’lam bish shawab.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here