Amalan yang Dapat Memasukkan ke Surga dengan Selamat

95

Oleh: KH. Abdul Ghoni, M.Ag (Wakil Ketua Lembaga Dakwah Parmusi)

عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ سَلَامٍ قَالَ: لَمَّا قَدِمَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْمَدِيْنَةَ، اِنْجَفَلَ النَّاسُ إِلَيْهِ، وَقِيْلَ: قَدِمَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَجِئْتُ فِي النَّاسِ لِأَنْظُرَ إِلَيْهِ، فَلَمَّا اسْتَبَنْتُ وَجْهَ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَرَفْتُ أَنَّ وَجْهَهُ لَيْسَ بِوَجْهٍ كَذَّابٍ، فَكَانَ أَوَّلَ شَيْءٍ تَكَلَّمَ بِهِ أَنْ قَالَ: يَا أَيُّهَا النَّاسُ، أَفْشُوْا السَّلَامَ، وَأَطْعِمُوْا الطَّعَامَ، وَصِلُوْا الْأَرْحَامَ، وَصَلُّوْا بِاللَّيْلِ وَالنَّاسُ نِيَامٌ ، تَدْخُلُوْا الْجَنَّةَ بِسَلَامٍ

Dari ‘Abdullah bin Salâm, ia berkata: “Ketika Rasûlullâh ﷺ datang ke Madinah, orang-orang segera pergi menuju beliau ﷺ (karena ingin melihatnya). Ada yang mengatakan: Rasûlullâh ﷺ telah datang, lalu aku mendatanginya di tengah kerumunan banyak orang untuk melihatnya. Ketika aku melihat wajah Rasûlullâh ﷺ, aku mengetahui bahwa wajahnya bukanlah wajah pembohong. Dan yang pertama kali beliau ucapkan adalah, ‘Wahai sekalian manusia, sebarkanlah salam, berikan makan, sambunglah silaturrahim, shalatlah di waktu malam ketika orang-orang tertidur, niscaya kalian akan masuk Surga dengan sejahtera.”

Hadits ini diriwayatkan oleh at-(Tirmidzi (no. 2485); ad-Dârimi (I/340); Ibnu Mâjah (no. 1334 dan 3251); al-Hâkim (III/13), Ahmad (V/451)).

BACA JUGA: Ada Tiga Hal yang Mengikuti Jenazah

Pelajaran yang terdapat di dalam hadits:

1- Sangat dianjurkan menyebarkan salam kepada seluruh kaum Muslimin, yang dikenal maupun yang tidak.

2- Salam merupakan syi’ar agama Islam dan merupakan salah satu keindahan syari’at Islam.

3- Haram hukumnya mengganti ucapan salam dengan kalimat-kalimat lain.

4- Orang yang lebih dahulu mengucapkan salam adalah orang yang dicintai Allâh ‘azza wa jalla.

5- Mengucapkan salam hukumnya sunnah yang sangat ditekankan, sedangkan hukumnya menjawab salam wajib.

BACA JUGA: Jalan Menuju Surga Allah SWT

6- Haram hukumnya memberi salam kepada Yahudi, Nashrani, dan orang-orang kafir lainnya.

7- Anjuran memberi makan kepada orang miskin, orang yang susah, dan orang yang membutuhkan.

8- Orang yang memberi makan mendapat ganjaran yang besar.

9- Orang yang berinfaq dan memberi makan maka tidak berkurang hartanya.

10- Wajib menyambung silaturrahim dan haram memutuskannya.

11- Silaturrahim melapangkan rezeki dan memanjangkan umur.

12- Sangat ditekankan (sunnah muakkadah) bangun tengah malam untuk shalat Tahajjud saat orang sedang tidur.

BACA JUGA: Empat Golongan Manusia Menurut Rasulullah ﷺ

13- Shalat malam (Tahajjud) kebiasaan orang-orang shalih.

14- Shalat malam memiliki pengaruh yang besar dalam kehidupan seorang Muslim.

15- Shalat malam membuat seorang Muslim mulia.

16- Amal yang disebutkan dalam hadits di atas bila dikerjakan dengan ikhlas dan ittibâ’ akan memasukkan seorang Muslim ke dalam surga.

17- Seluruh amal-amal ketaatan dalam Islam adalah mudah bagi orang yang diberikan hidayah taufiq oleh Allâh Azza wa Jalla.

BACA JUGA: Mencintai Nabi dengan Kualitas Cinta Tertinggi

Tema hadits yang berkaitan dengan Al-Quran:

1- Sebarkanlah salam di antara kalian! Jika engkau melewati saudaramu, ucapkanlah salam kepadanya! Dan jika dia yang memulai salam kepadamu, maka jawablah salamnya, Allâh ‘azza wa jalla berfirman:

وَإِذَا حُيِّيتُمْ بِتَحِيَّةٍ فَحَيُّوا بِأَحْسَنَ مِنْهَا أَوْ رُدُّوهَا

“Dan apabila kamu dihormati dengan suatu (salam) penghormatan, maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik, atau balaslah (penghormatan itu, yang sepadan) dengannya…” [QS. An-Nisâ’/4:86].

2- Orang yang memberi makan atau berinfak pasti akan diganti oleh Allâh ‘azza wa jalla. Allâh ‘azza wa jalla berfirman:

وَمَا أَنْفَقْتُمْ مِنْ شَيْءٍ فَهُوَ يُخْلِفُهُ

“…Dan apa saja yang kamu infakkan, Allâh akan menggantinya dan Dialah pemberi rezeki yang terbaik,” [QS. Saba’/34: 39].

BACA JUGA: Masuk Surga Dengan Rahmat Allah

3- Memberi makan memiliki keistimewaan yang agung, khususnya orang-orang yang memberi makan kepada para tamu dan orang yang membutuhkan. Mereka memiliki keutamaan yang besar, terlebih lagi orang yang tinggal di tempat umum (lalu mereka suka memberi makan). Namun yang perlu diingat, memberi makan dan berinfak serta ibadah-ibadah lainnya wajib dilakukan dengan ikhlas karena Allâh . Allâh Azza wa Jalla berfirman:

وَيُطْعِمُونَ الطَّعَامَ عَلَىٰ حُبِّهِ مِسْكِينًا وَيَتِيمًا وَأَسِيرًا ﴿٨﴾ إِنَّمَا نُطْعِمُكُمْ لِوَجْهِ اللَّهِ لَا نُرِيدُ مِنْكُمْ جَزَاءً وَلَا شُكُورًا

“Dan mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim dan orang yang ditawan. Sesungguhnya kami memberi makanan kepadamu hanyalah untuk mengharapkan keridhaan Allâh , kami tidak menghendaki balasan dari kamu dan tidak pula (ucapan) terima kasih,” [QS. Al-Insân/76:8-9].

4- “Sambunglah tali silaturrahim.” Al-Arhâm adalah jamak dari rahim. Maksudnya kerabat yang memiliki hubungan kekeluargaan dari ibu atau bapak, seperti paman, bibi, kakek, nenek, sepupu, dan lainnya. Mereka adalah al-arhâm. Allâh ‘azza wa jalla berfirman:

وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ

“…Bertakwalah kepada Allâh yang dengan nama-Nya kamu saling meminta, dan (peliharalah) hubungan kekeluargaan…” [QS. An-Nisâ’/4:1].

BACA JUGA: Darurat Kebohongan Tanda Akhir Zaman

5- Banyak ayat yang memerintahkan untuk menyambung tali silaturrahim dan ancaman bagi yang memutus tali silaturrahim. Allâh ‘azza wa jalla berfirman:

فَهَلْ عَسَيْتُمْ إِنْ تَوَلَّيْتُمْ أَنْ تُفْسِدُوا فِي الْأَرْضِ وَتُقَطِّعُوا أَرْحَامَكُمْ ﴿٢٢﴾ أُولَٰئِكَ الَّذِينَ لَعَنَهُمُ اللَّهُ فَأَصَمَّهُمْ وَأَعْمَىٰ أَبْصَارَهُمْ

“Maka apakah sekiranya kamu berkuasa, kamu akan berbuat kerusakan di bumi dan memutuskan hubungan kekeluargaan? Mereka itulah orang-orang yang dikutuk Allâh ; lalu dibuat tuli (pendengarannya) dan dibutakan penglihatannya,” [QS. Muhammad/47: 22-23].

6- Jika seseorang bangun dan shalat maka ini menunjukkan keimanannya karena dia lebih memilih shalat dari pada tidur dan istirahat. Allâh Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

تَتَجَافَىٰ جُنُوبُهُمْ عَنِ الْمَضَاجِعِ

“Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya…” [QS. As-Sajdah/32:16].

7- Barangsiapa mengerjakan keempat amalan ini, yakni menyebarkan salam, memberi makan, menyambung tali silaturrahim, dan shalat malam ketika manusia tertidur, akan masuk surga dengan sejahtera, sebagaimana Allâh ‘azza wa jalla berfirman:

ادْخُلُوهَا بِسَلَامٍ آمِنِينَ

“Masuklah ke dalamnya dengan sejahtera dan aman,” [QS. Al-Hijr/15:46].

Wallahu a’lam bish shawab.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here