Yang Sudah Wafat Lebih Banyak dari Yang Masih Hidup

748

Oleh: A. Hamid Husain (Alumni Pondok Modern Gontor, King Abdul Aziz University, dan Ummul Qura University)

Terkadang kita terlena dengan rutinitas duniawi, sehingga tidak sadar bahwa usia kita sudah tidak muda lagi, sudah bau tanah.

TRUE STORY:

1- Tadi malam, saya baru pulang dari acara Bukber di rumah salah satu teman sekolah dahulu di tahun 1970 an yang juga dihadiri oleh teman-teman seangkatan, dan sekarang sudah berumur rata rata di atas 60 tahunan.

Karena puluhan tahun tidak berjumpa, maka banyak yang tidak saya kenal dan ada yang setengah kenal, dan juga ada yang masih kenal sekali, ini semua karena adanya perubahan fisik, rambut memutih, kulit berkeriput, jalan tertatih tatih yang 50 tahun lalu saat kami sama sama satu sekolah di Gontor, Ponorogo, Jawa Timur.

BACA JUGA: Yuk Hafalkan! Kalimat Suci Ini Berulang Tiga Kali dalam Al-Quran

Saat sekolah dahulu, kami adalah remaja, lincah dan gesit, waktu itu kami disebut “shighoor” صغار atau “anak-anak kecil”. Di pertemuan BUKBER di Jakarta yang juga dihadiri dari luar Jakarta, kami semua sudah disebut “syuyuukh” (شيوخ) alias “orang-orang sepuh” atau “abuu sittiin” alias “orang-orang yang berusia 60-an” ke atas.

2- Kita hanya punya jatah 60 – 70 tahun, sedikit yang mendapat lebih. Rasuulullaah SAW bersabda:

عن ابى هريرة رضى الله عنه عن النبى صلى الله عليه وسلم: اعمار امتى ما بين الستين الى السبيعين وقليل من يتجاوز عن ذالك.  (رواه الترمذى و ابن ماجة و ابن حبان و الحاكم)

“Usia Ummaatku hanya berkisar 60 hingga 70 tahun saja, dan sedikit yang lebih dari itu,” (Hadits Sahih Riwayah Al-Imam At Tirmidzi, Ibnu Maajah, Ibnu Hinbaan dan Al-Haakim).

Dan memang kenyataanya, telah banyak yang sudah wafat, bahkan lebih banyak dibanding yang masih hidup.

3- Memang kita bukan penduduk Asli Bumi ini:

نحن لسنا السكان الاصليين لهذا الكوكب الارض. بل نحن ننتمى الى الجنة حيث كان أبونا ادم يسكن فى البداية. لكننا نزلنا هنا مؤقتا لكى نؤدى اختبارا قصيرا ثم نرجع بسرعة بسرعة فحاول ان تعمل ما بوسعك لالحاق بقافلة الصالحين التى ستعود الى وطننا الجميل الواسع ولا تضيع وقتك فى هذا الكوكب الصغير. (من كلمات الامام أحمد الشغيرى)

“Kita bukanlah penduduk asli Bumi ini. Kita di sini pendatang. Kita sebenarnya adalah penduduk Surga, tempat tinggalnya ayah kita Adam dahulu kala. Kita diturunkan ke Bumi ini, untuk tinggal sementara, guna diuji sejenak dan setelah itu kita segera akan dikembalikan ke tempat asal.

Oleh karena itu. Persiapkanlah bekal yang cukup, agar bisa ikut ke dalam “kafilah”, rombongan orang-orang Shalih ke Sorga, tempat kita semula yang amat luas, indah dan mewah. Jangan sia-siakan waktumu di Bumi yang kecil ini dan sementara ini. Perbanyak amal Shalih,” (Al-Imam Ahmad As-Syughairi).

BACA JUGA: Kenapa Tetap Banyak Cobaan, Padahal Sudah Hidup Tidak Nakal?

POINTERS:

1- Al-Imam Al-Khattaabi menjelaskan: “Orang yang Allaah panjangkan umurnya hingga 60-70 tahun, tidak diterima lagi kilah dan alasan untuk tidak memperbanyak kebaikan dan kesalehan, kerana sudah amat dekat dengan kematian. Maka inilah kesempatan untuk memperbanyak Taubat, beribadah dengan khusyuk, dan bersiap siap bertemu Allah,” (Tafsir Al-Qurthubi).

2- Nasihat Al-Imam Fudhail bin Iyadh: “Jika Engkau telah berusia 50 – 70 tahun, berarti sudah 50-70 tahun Engkau berjalan menuju Tuhanmu, sekarang hampir sampai. Lakukanlah yang terbaik pada usia senjamu, In Syaa Allaah akan diampuni dosa-dosamu yang lalu. Tapi jika Engkau masih nakal, suka berbuat dosa di usia senjamu, Engkau pasti dihukum akibat dosa masa lalu dan masa kini sekaligus!”

Dan kemaksiatan yang dilakukan di usia lanjut, hukumannya berlipat lipat ganda.

3- Ingat: Al-Imam Ahmad, meriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa Rasiulullaah SAW bersabda; “Allaah SWT tidak lagi menerima alasan dan uzur orang yang usianya telah dipanjangkan hingga 60 atau 70 tahun; Sungguh Allaah tidak lagi menerima kilah, alasan dan uzurnya.” (Hadits Sahih Riwayah Al-Imam Ahmad).

BACA JUGA: Bahagia Tersenyum di Dalam Kubur Karena Puasa

4- Panduan ulama menjalani umur yang sudah mencapai 60 tahun:

a- Jangan berlebihan berhias, bersolek, dan berpakaian. Namun tetap jaga kebersihan dan wangi.

b- Jangan berlebihan makan, minum, dan berbelanja barang yang kurang diperlukan kecuali untuk amal Shalih.

c- Jangan berkeluh kesah dan kesal dengan kehidupan sehari-hari. Perbanyak sabar dan bersyukur.

d- Perbanyak istighfar dan doa mengharap keredhaan Allaah agar Husnul Khatimah dan dijauhkan dari Su’ul Khatimah.

e- Perbanyak dan perkokoh silaturrahim.

f- Selalu mengingat kematian, dan persiapkan diri menghadapinya.

g- Siapkan wasiat dan lakukan pembahagian harta, agar terhindar dari percekcokan di kemudian hari.

BACA JUGA: Jangan Diam, Cegahlah Kecurangan Semaksimal Mungkin!

h- Minta maaf dan berbuat baik pada pihak yang pernah dizhalimi.

i- Tingkatkan amal shalih, terutama amal jariah yang dapat terus memberi pahala dan syafa’at setelah kita wafat.

k- Bereskan segala utang yang ada dan jangan buat hutang baru walaupun untuk menolong orang lain.

Penutup, mari kita berdoa: Yaa Allaah, anugerahkan kami kemudahan dan kemampuan untuk selalu mengamalkan sunnah-sunnah Rasul-Mu, dan menjauhi apa-apa yang Engkau haramkan.

Yaa Allaah bimbing kami untuk selalu eling mengingat-Mu yaa Allaah, bersyukur dan beribadah dengan sebaik-baiknya hanya kepada-Mu yaa Allaah.

اللهم اعنا على ذكرك وشكرك وحسن عبادتك

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here