Tanamkan Pondasi Hidup Sehat dan Sukses Saat Kelahiran Bayi Ala Nabi

Tanamkan Pondasi Hidup Sehat dan Sukses Saat Kelahiran Bayi Ala Nabi
Oleh: A. Hamid Husain (Alumni Pondok Modern Gontor, King Abdul Aziz University, dan Ummul Qura University) "Imunisasi Bayi Cara Nabi dengan TAHNIIK (تحنيك) agar tumbuh sehat dan beriman. Bukan anak yang mencelakakan orang tuanya". Memulai sesuatu dengan baik, akan baik pula perjalanan selanjutnya, dan In Syaa Allaah akan berakhir pula dengan baik "Husnul Khaatimah". Kelahiran adalah permulaan suatu perjalanan kehidupan di atas permukaan Bumi ini. Maka perlu diawali dengan cara yang terbaik sesuai tuntunan Sang Pencipta, agar sejak dari garis start, selama dalam perjalanan dan sampai ke garis finish dapat berlangsung mulus dan gemilang, sehat, beriman dan bahagia. Salah satu dari 4 hal yang harus dilakukan oleh orang tua saat melahirkan anak adalah "TAHNIIK" (التحنيك) Apa itu TAHNIIK? Tahniik, adalah "Imunisasi" ala Nabi. Cata Tahniik, adalah MENGUSAPKAN buah Kurma yang sudah dihalusukan ke bibir bayi. BACA JUGA: Saksi yang Meringankan dan Saksi yang MemberatkanTRUE STORY: 1- Sahabat dekat Rasuullaah SAW bernama Abu Musa RA baru saja mendapatkan seorang anak laki-laki. Dengan penuh gembira, ia membawa ingin memperlihatkan bayinya kepada Rasuulullaah SAW sekaligus memohon agar didoakan dan diberi nama. Rasuulullaah SAW, menyambut ramah kedatangan sahabat dekatnya ini. Setelah Rasuulullaah SAW memberi nama "Ibrahim" kepada sang bayi, lalu Rasuulullah melakukan تحنيك "TAHNIIK" dengan mengusapkan halusan buah Kurma ke bibir sang bayi. Kisah nyata diatas saya sarikan dari Hadits Sahih yang diriwayatkan oleh Al-Imam Al-Bukhari dan Al-Imam Muslim. 2- Di lain kesempatan, peristiwa TAHNIIK berulang, yaitu saat Ummu Suleim melahirkan bayi laki-laki. Dalam suasana riang gembira, sang bayi dibawa ke tempat Rasuulullaah SAW untuk didoakan. Rasuulullaah SAW pun menyambut baik, sambil menggendong sang bayi, lalu Rasuulullaah SAW memberinya nama Abdullah, lalu di TAHNIIK juga. BACA JUGA: Allah Sangat Murka Kepada Orang yang Suka Mencela Rasuulullaah SAW bersabda sebagai berikut:

عن انس ام سليم ولدت غلاما، فقال لى ابو طلحة احفظه حتى تاتى بى النبى صلى الله عليه وسلم فاتاه به وارسل معه بتمرات فاخذها النبى صلى الله عليه وسلم فمضغها ثم اخذها من فيه فجعلها فى فى الصبي وحنكه به وسماه عبد الله

"Dituturkan oleh Sahabat dekat Rasuulullaah SAW bernama Anas RA, bawa;Ummu Suleim saat melahirkan seorang bayi laki-laki, Abu Thalhah menganjurkan agar menjaga sang bayi sampai Ummu Suleim bisa membawanya kepada Rasuulullaah SAW disertai dengan buah Kurma. Rasuulullaah SAW menyambutnya dengan men TAHNIIK nya, mengoleskan buah Kurma ke bibir sang bayi, kemudian memberinya nama Abdullah". Demikian saya, sarikan dari Kitab Hadits Nailul، Authaar, jilid 5, hal 136). 3- Ummul Mukminiin 'Aisyah RA istri Rasuulullaah SAW menuturkan bahwa Rasuulullaah terbiasa dibawakan bayi bayi yang baru lahir untuk didoakan, dan Rasuulullaah SAW selalu mendoakan mendapat keberkahan lalu di "tahniik" dengan memberikan buah Kurma yang sudah dilunakkan ke mulut bayi bayi itu" Demikian inti makna dari Hadits Sahih yang diriwayatkan oleh Al Imam Al Bukhari dan Muslim sebagai berikut:

 عَنْ عَائِشَةَ رضي الله عنها أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يُؤْتَى بِالصِّبْيَانِ فَيُبَرِّكُ عَلَيْهِمْ وَيُحَنِّكُهُمْ. (رواه البخارى و مسلم). فذهب عامة أهل العلم إلى استحباب تحنيك الصبي بعد ولادته ، حتى حكى النووي رحمه الله

BACA JUGA: Inilah Ayat-Ayat Al-Quran Solusi dari KesulitanPOINTERS: 1- Disyaratkan yang melakukan TAHNIIK, adalah orang yang terbaik di antara yang ada dari segi ketaqwaan, kesalehan dan kejujuran. Boleh laki-laki, boleh perempuan. 2- Empat Sunnah Rasul yang harus dilakukan saat kelahiran bayi sebagai berikut: a) ADZAN &IQAMAH. Agar kalimat pertama kali terdengar oleh sang Bayi adalah "Dua Kalimat Syahadat". Rasulullah SAW bersabda:

من ولد له مولود فاذن فى اليمنى واقام الصلاة فى اذنه اليسرى لم تضره ام الصبيان

“Siapa yang melahirkan anak, maka Azankanlah di telinga kanan bayi, dan Iqamah lah di telinga kirinya, maka tidak akan diganggu oleh setan yang membahayakannya”. b) BACA AL-QURAN. Setelah Azan dan Iqamah, kemudian bacakan di sekitar telinga kanan bayi: Ta'awwudz (A'uudzu Billaahi Minas Syaithoonir Rajiim), Basmalah (Bismillaahir Rahmanir Rahiim), Surah Al-Ikhlas (Qul Huwallaahu Ahad...)

ان النبي صلى الله عليه وسلم قرا فى اذن المولود سورة الاخلاص

“Bahwa Rauulullaah SAW membacakan Surah Al-Ikhlas di telinga anak yang baru dilahirkan”. BACA JUGA: Inilah Saatnya Berdialog dengan Tuhan, Maka Jangan Tergesa-gesa c) AKEKAH. Di hari ketujuh dari kelahiran, ditunaikan Akekah-nya. Dan pada saat itu pulalah dilakukan pengguntingan rambut untuk pertama kalinya dan sekaligus secara resmi pemberian NAMA. Jika belum mampu Akekah di hari ketujuh kelahiran, boleh ditunda ke hari kelipatan 7, yaitu hari ke 14 atau ke hari 21 dan seterusnya sampai mampu. d) TAHNIIK. Caranya dengan mengoleskan halusan buah Kurma ke bibir bayi seperti yang telah saya jelaskan di atas. 3- Ada apa buah Kurma dengan kelahiran bayi? Tahniik telah dilakukan sendiri oleh Rasuulullaah SAW, berarti TAHNIIK adalah SUNNAH Rasul yang harus diikuti oleh Ummatnya. Melakukan Sunnah adalah Ibadah, mendapat pahala Amal Soleh. 4- TAHNIIK mengandung khasiat kesehatan yang luar biasa. Sebagai mana telah dijelaskan dalam banyak Hadits Rasuulullaah SAW. Dan mari kita rujuk Al-Quran, tentang kisah Bunda Maria atau Maryam saat melahirkan Nabi Isa AS dalam Surah ke 19 ayat 23-26: Di sini Allaah SWT mewahyukan kepada Maryam yang sedang bersandar lemas, ngos-ngosan kesakitan di pohon Kurma saat-saat akan melahirkan, agar Maryam menggoyang-goyangkan pohon Kurma agar buah yang masak berguguran. Setelah Maryam menggoyang pohon, buah Kurmapun berguguran. Dan Allaah SWT menyuruh Maryam memakan buah Kurma itu untuk memulihkan tenaganya. Dengan memakan buah Kurma, Maryam terselamatkan dari kondisi yang sudah putus asa, bersandar lemah kesakitan, dan merintih berdoa: "Yaa Allaah, Tuhanku, jika sekiranya mungkin aku mati saja sebelum ini dan aku akan menjadi sesuatu yang bukan siapa-siapa dan kelak akan terlupakan," (QS Maryam, surah ke-19, Ayat 22-26, halaman 306). BACA JUGA: Bertemu dengan Allah Tidak Mesti Harus Mati Dulu Maka dengan Tahniik, bayi akan mendapatkan asupan energi, gizi lengkap dan berkah untuk menyongsong hari-hari esoknya yang masih panjang. 4- Hafal dan amalkan DOA mohon kebahagiaan keluarga dan anak anak berdasarkan wahyu Allaah ini:

 ربنا هب لنا من ازواجنا وذرياتنا قرة اعين واجعلنا للمتقين اماما

Rabbanaa, hab lanaa min azwaajinaa, wa dzurriyaatinaa Qurrota A'yunin, waj 'alnaa lil muttaqiina imaamaa. “Yaa Allaah, Tuhanku, anugerahilah kami dari pasangan hidup kami dan dari anak anak, cucu cucu dan keturunan kami, orang orang yang MEMBAHAGIAKAN, orang orang yang MEMBANGGAKAN, orang orang yang MENYENANGKAN dan jadikan kami semua panutan, tauladan, ikutan dan pemimpin bagi orang orang orang yang bertaqwa,” (QS. Al-Furqan, surah ke-25, ayat 74, halaman 366). Penutup, mari kita berdoa: Yaa Allaah bimbinglah kami untuk selalu eling mengingat-Mu yaa Allaah, bersyukur dan beribadah dengan sebaik-baiknya.

اللهم اعنا على ذكرك وشكرك وحسن عبادتك