Anak adalah Amanah yang Akan Dipertanggung-jawabkan

Anak adalah Amanah yang Akan Dipertanggung-jawabkan
Oleh: A. Hamid Husain (Alumni Pondok Modern Gontor, King Abdul Aziz University, dan Ummul Qura University) Punya anak adalah dambaan setiap orang. Namun punya anak, adalah amanah yang kelak akan dipertanggung-jawabkan kepada Allah SWT. Allah SWT berulang-ulang mengingatkan agar berhati-hati terhadap anak-anak yang tidak DIBEKALI dengan pendidikan agama, karena mereka bisa menjadi musuh bebuyutan dan "penghalang" taat, dekat dengan Allah, bahkan bisa mendekatkan ke Neraka. Rasulullah ﷺ juga mengingatkan, kedua orangtualah yang memberi peluang besar kepada anak-anaknya, apakah anak menjadi penganut Yahudi, Nasrani atau Majusi. BACA JUGA: Dilihat OrangTRUE STORIES: Mari kita lihat beberapa firman Allah SWT yang memperingatkan tentang anak: 1- QS. At-Taghaabun 64, ayat 14:

يايها الذبن امنوا ان من ازواجكم واولادكم عدوا لكم فاحذروهم (التغابن ٦٤ الاية ١٤)

"Wahai orang orang yang beriman, sungguh, di antara istri istri kalian dan anak anak kalian ada yang menjadi MUSUH bagimu, maka berhati hatilah terhadap mereka”. 2- QS. Al-Anfaal 8, ayat 28:

واعلموا انما اموالكم واولادكم فتنة (الانفال ٨ الاية ٢٨)

"Dan ketahuilah, bahwa hartamu dan anak anak mu, adalah COBAAN". BACA JUGA: Doa Pendek Tapi Mencakup 3- QS. Al-Munaafiquun 63, ayat 9:

يايها الذين امنوا لا تلهكم اموالكم ولا اولادكم عن ذكر الله (المنافقون ٦٣ الاية ٩)

"Wahai orang orang yang beriman, janganlah harta dan anak anakmu melalaikanmu dari mengingat Allah". 4- QS. At-Taghaabun 64, ayat 15:

انما اموالكم واولادكم فتنة (التغابن ٦٤ الاية ١٥)

"Sungguh, hartamu dan anak anakmu, adalah cobaan". BACA JUGA: Boleh Umumkan Infak dan Sedekah untuk Memancing yang LainPOINTERS: 1- Jika ingin dekat dengan Allah, didiklah anak dengan agama sejak bayi. 2- Mendidik agama sejak kecil bagaikan “melukis di atas batu" atau كالنقش على الحجر, ia akan kekal, tidak hilang. Jika belajar agama setelah dewasa seolah “melukis di atas air" atau كالنقش على الماء, ia akan mudah hilang. 3- Salah satu ibadah dan pahalanya yang tidak terputus meskipun orangtua telah meninggal, adalah doa dan amal shalihnya anak. 4- Sering-seringlah membaca DOA KEBAHAGIAAN keluarga dari Al-Quran ini:

ربنا هب لنا من ازواجنا وذرياتنا قرة اعين واجعلنا للمتقين اماما (الفرقان ٢٥ الاية ٧٤)

Rabbanaa hab lanaa min azwaajinaa wa dzurriyaatinaa qurrota a'yunin waj 'alnaa lil muttaqiina imaamaa. “Yaa Allah, Tuhan kami, anugerahilah kami dari pasangan hidup kami dan dari anak cucu dan keturununan kami, orang orang yang membanggakan, orang orang yang menyenangkan, dan jadikanlah kami panutan dan pemimpin bagi orang orang yang bertaqwa”. Aamiin Yaa Allah. Wallahu a’lam bish shawab.