Para Rasul dalam Peradaban (Seri ke-66)

VI. Nabi Dawud, Nabi Sulaiman, Haekal Sulaiman dan Pecahnya Kerajaan Israel.

449
Makam Nabi Dawud di Yerusalem.

Oleh: Agus Mualif Rohadi (Pemerhati Sejarah)

Setelah Salomo menjadi raja, Nabi Dawud menasihati Sulaiman dan mengingatkan akan orang orang yang selama ini telah membuat kesalahan kepada dirinya maupun bangsa Israel dengan melakukan pembunuhan yang tidak berdasar untuk kedudukan dan jabatan. Orang-orang itu agar diberi hukuman. Sedang Adonia ketika melihat bahwa yang diurapi adalah adiknya yaitu Sulaiman maka dia menjadi takut dan kemudian pergi ke Mezbah, memegang tanduk tanduk Mezbah tanda menyerahkan diri.

Adonia sadar dari kesalahannya yang telah melakukan perbuatan mendahului keputusan ayahnya, dan ayahnya mengetahui perbuatannya tersebut. Adonia juga memahami resiko yang akan diterimanya karena keputusan ayahnya mengangkat adiknya tersebut menjadi raja. Ayahnya tentu telah memberikan pesan dan petunjuk terhadap Salomo tentang apa yang harus diperbuatnya setelah dilantik menjadi raja Israel. Nabi Sulaiman memerintahkan memanggil Adonia kemudian mengampuninya.

Namun suatu hari Adonia meminta melalui Batsyeba agar wanita yang menjadi pelayan Dawud menjelang kematiannya agar diberikan kepadanya untuk menjadi istrinya. Permintaan ini berarti sebagai tantangan langsung kepada Nabi Sulaiman, yang kemudian memerintahkan kepada Benaya agar menghukum mati Adonia.

BACA JUGA: Para Rasul dalam Peradaban (Seri ke-65)

Setelah itu Sulaiman memanggil Abyatar sekutu Adonia, jabatannya sebagai imam besar negara di copot dan diserahkan kepada Zadok. Melihat tindakan Sulaiman tersebut Yoab segera pergi ke Mezbah memegangi tanduk Mezbah tanda menyerahkan diri. Namun Sulaiman tidak mengampuni Yoab dan tetap memerintahkan menghukum mati karena Yoab pernah membunuh panglima Israel yaitu Abner bin Ner, panglima Israel dan Amasa bin Yeter pada masa damai, tidak ada peperangan, demi memperoleh dan memperkuat kedudukannya.

Sulaiman sesuai pesan Dawud mengampuni Simei orang Ben Yamin yang mengutuk Dawud usai pemberontakan Absalom dengan mengambil sumpahnya Simei untuk tidak meninggalkan Yerusalem. Namun Simei melanggar sumpahnya pergi keluar Yerusalem meskipun kemudian segera kembali, sehingga Simei kemudian dihukum mati.

Dengan demikian, pada awal masa pemerintahannya Sulaiman telah membersihkan orang orang yang akan menjadi musuhnya. Setelah itu, Sulaiman mengangkat Benaya bin Yoyada sebagai panglima, Zadok sebagai imam negara dibantu imam Abyatar. Tidak lama kemudian Nabi Dawud meninggal. Nabi Dawud menjadi raja Yehuda selama tujuh tahun dan menjadi raja Israel di Yerusalem selama tiga puluh tiga tahun. Masa Nabi Dawud sekitar 1040 SM sampai 970 SM.

BACA JUGA: Para Rasul dalam Peradaban (Seri ke-64)

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here