Menyucikan Diri dengan Shalat Tasbih

327

Oleh: A. Hamid Husain (Alumni Pondok Modern Gontor, King Abdul Aziz University, dan Ummul Qura University)

Salah satu shalat yang sangat dianjurkan oleh Rasulullah ﷺ adalah Shalat Tasbih. Pesan Rasulullah ﷺ:

“Kerjakanlah Shalat Tasbih setiap hari, jika tidak bisa lakukanlah setiap hari Jum’at, kalau tidak bisa, sekali setiap bulan, kalau tidak bisa sekali setiap tahun, kalau tidak bisa juga, minimal sekali seumur hidup”.

Tapi yang hanya sekali-sekali ini KELEWATAN, sampai-sampai Rasulullah ﷺ mengingatkan jangan sampai tidak rajin mengerjajan Shalat Tasbih, karena Shalat Tasbih seolah “MENCELUPKAN DIRI KE KAWAH PEMBERSIHAN”, yaitu menyucikan diri dari dosa dan noda.

BACA JUGA: Ramadhan Pergi untuk Silih Berganti

TRUE STORIES:

Paman Rasulullah ﷺ yang sangat dihormati dan dicintainya bernama Abbas Bin Abdul Muttalib RA menerima pesan khusus dari Rasulullah ﷺ sebagai berikut:

يَا عَبَّاسُ يَا عَمَّاهُ أَلاَ أُعْطِيكَ أَلاَ أَمْنَحُكَ أَلاَ أَحْبُوكَ أَلاَ أَفْعَلُ بِكَ عَشْرَ خِصَالٍ إِذَا أَنْتَ فَعَلْتَ ذَلِكَ غَفَرَ اللَّهُ لَكَ ذَنْبَكَ أَوَّلَهُ وَآخِرَهُ قَدِيمَهُ وَحَدِيثَهُ خَطَأَهُ وَعَمْدَهُ صَغِيرَهُ وَكَبِيرَهُ سِرَّهُ وَعَلاَنِيَتَهُ عَشْرَ خِصَالٍ أَنْ تُصَلِّىَ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ تَقْرَأُ فِى كُلِّ رَكْعَةٍ فَاتِحَةَ الْكِتَابِ وَسُورَةً فَإِذَا فَرَغْتَ مِنَ الْقِرَاءَةِ فِى أَوَّلِ رَكْعَةٍ وَأَنْتَ قَائِمٌ قُلْتَ سُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ خَمْسَ عَشْرَةَ مَرَّةً ثُمَّ تَرْكَعُ فَتَقُولُهَا وَأَنْتَ رَاكِعٌ عَشْرًا ثُمَّ تَرْفَعُ رَأْسَكَ مِنَ الرُّكُوعِ فَتَقُولُهَا عَشْرًا ثُمَّ تَهْوِى سَاجِدًا فَتَقُولُهَا وَأَنْتَ سَاجِدٌ عَشْرًا ثُمَّ تَرْفَعُ رَأْسَكَ مِنَ السُّجُودِ فَتَقُولُهَا عَشْرًا ثُمَّ تَسْجُدُ فَتَقُولُهَا عَشْرًا ثُمَّ تَرْفَعُ رَأْسَكَ فَتَقُولُهَا عَشْرًا فَذَلِكَ خَمْسٌ وَسَبْعُونَ فِى كُلِّ رَكْعَةٍ تَفْعَلُ ذَلِكَ فِى أَرْبَعِ رَكَعَاتٍ إِنِ اسْتَطَعْتَ أَنْ تُصَلِّيَهَا فِى كُلِّ يَوْمٍ مَرَّةً فَافْعَلْ فَإِنْ لَمْ تَفْعَلْ فَفِى كُلِّ جُمُعَةٍ مَرَّةً فَإِنْ لَمْ تَفْعَلْ فَفِى كُلِّ شَهْرٍ مَرَّةً فَإِنْ لَمْ تَفْعَلْ فَفِى كُلِّ سَنَةٍ مَرَّةً فَإِنْ لَمْ تَفْعَلْ فَفِى عُمُرِكَ مَرَّةً. رواه ابو داود

“Wahai Abbas, Pamanku, sukakah Paman aku beri sesuatu. Aku tunjukkan sebuah karunia, aku beri hadiah istimewa, aku ajari sepuluh macam kebaikan yang dapat menghapus sepuluh macam dosa?

Jika Paman mengerjakannya, maka Allah akan mengampuni dosa-dosa Paman, dosa lama dan yang baru, baik yang telah lalu atau yang akan datang, yang disengaja ataupun tidak, yang kecil maupun yang besar, yang samar-samar maupun yang terang-terangan.

BACA JUGA: Jadikanlah Puasa Ramadhan Momen “Setop Merokok”

Sepuluh macam kebaikan itu adalah; “Paman mengerjakan shalat empat raka’at, dan setiap raka’at membaca Al-Faatihah dan surah, apabila selesai membaca itu, dalam raka’at pertama dan masih berdiri, bacalah: “Subhaanallaah, Wal hamdulillaah, walaa ilaaha illallaah, wallaahu Akbar (سبحان الله والحمد لله ولا اله الا الله والله اكبر) (Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tidak ada Tuhan selain Allah dan Allah Maha besar) sebanyak 15 kali.

Lalu Ruku’, dan dalam Ruku’ membaca bacaan seperti itu lagi sebanyak 10 kali, kemudian mengangkat kepala dari Ruku’ (i’tidal) juga membaca seperti itu 10 kali, lalu Sujud membaca lagi 10 kali, setelah itu mengangkat kepala dari Sujud (duduk di antara dua sujud) membaca lagi 10 kali, lalu sujud dan membaca lagi 10 kali.

Kemudian mengangkat kepala dan membaca lagi 10 kali, sehingga jumlahnya 75 kali dalam setiap raka’at. Paman dapat melakukannya dalam empat rakaat. Jika Paman sanggup mengerjakannya sekali dalam sehari, kerjakanlah. Jika tidak mampu, kerjakanlah setiap Jumat. Jika tidak mampu, kerjakanlah sekali setiap bulan. Jika tidak mampu, kerjakanlah sekali setiap tahun sekali. Dan jika masih tidak mampu juga, maka kerjakanlah sekali dalam seumur hidup,” (Hadits Sahih Riwayat Al-Imam Abu Daud no. 1297).

BACA JUGA: Tidak Ada Jaminan Bertemu Ramadhan Lagi

POINTERS:

1- Mari kita lebur dan bakar noda noda hitam kita dengan rajin mengerjakan Shalat TASBIH sebagai berikut:

Tata Cara Shalat Tasbih Berjamaah:

– Diawali dengan niat

– Takbiratul ihram

– Membaca Doa Iftitah

– Membaca Al Faatihah

– Dilanjutkan dengan membaca Tasbih sebanyak 15 kali setelah Alfaatihah sebelum Ruku’.

– Kemudian membaca Tasbih 10 kali ketika Ruku’

– Membaca tasbih 10 kali ketika I’tidal

– Membaca Tasbih 10 kali ketika Sujud pertama

– Membaca Tasbih 10 kali ketika duduk diantara dua Sujud

– Membaca Tasbih ketika Sujud kedua 10 kali.

– Membaca Tasbih saat bangun dari Sujud kedua sebanyak 10 kali.

BACA JUGA: Ayat Kesukaan Nabi ﷺ Saat Shalat Witir

Sehingga bacaan Tasbih berjumlah 75 kali dalam setiap raka’at. Dan jika dikalikan 4 raka’at maka jumlah Tasbih ada 300 kali setiap shalat Tasbih 2 raka’at.

Niat Shalat Tasbih:

أُصَلِّى سُنَّةَ التَّسْبِيْحِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى

(Ushallii Sunnatat Tasbiihi Rak’ataini Lillaahi Ta’aalaa)

“Aku niat shalat Tasbih dua raka’at, karena Allah “.

2- Shalat Tasbih boleh sendiri dan boleh berjamaah.

3- Dengan rajin Shalat Tasbih, akan bersih dari noda-noda hitam, dan mendapatkan keutamaan:

– Dimudahkan urusan urusan yang sedang dihadapi.

– Ampunan Allah SWT.

– Dijanjikan Allah SWT Kebun indah di Surga Alfirdaus.

– Menjadi perisai saat menghadapi huru hara dahsyatnya Akhir Zaman.

– Kucuran rahmat dan keberkahan hidup.

Semoga Allah SWT memudahkan kita rajin shalat Tasbih minimal setiap hari Jumat, dan Allah mengampuni dosa-dosa kita. Aamiin Yaa Allah.

Wallahu a’lam bish shawab.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here