Masuk Surga dengan Shalat Al-Bardain dan Shalat Al-‘Atamah

125
shalat
Ilustrasi Shalat Berjamaah (Photo: The Conversation)

Oleh: A. Hamid Husain (Alumni Pondok Modern Gontor, King Abdul Aziz University, dan Ummul Qura University)

Banyak jalan menuju surga, kalimat ini betul sekali. Dan memang banyak ragam ibadah yang jika dilakukan karena Allah, Allah akan memasukkan ke surga-Nya.

Mau masuk surga kan? Nah, inilah salah satu caranya, yaitu rutin dan istiqamah mendirikan shalat ini, yaitu: Shalat AL-BARDAIN dan Shalat AL-‘ATAMAH.

TRUE STORIES:

1- Apakah Shalat Al-Bardain itu? Rasulullah ﷺ bersabda:

من صلى البردين دخل الجنة. متفق عليه. (البردين: الصبح والعصر)

“Siapa yang rutin shalat “Al-Bardain” ia akan dimasukkan ke surga,” (Hadis Sahih Muttafaqun ‘Alaih).

Yang dimaksud Shalat Al-Bardain adalah 2 shalat, yaitu shalat Subuh, dan shalat Asar.

BACA JUGA: Agar Aman Saat Bepergian

2- Apakah Shalat Al-‘Atamah itu? Rasulullah ﷺ bersabda:

“Jika sekiranya manusia mengetahui ada apa di balik “Al-‘Atamah” (Shalat Isya) dan Shalat Subuh, niscaya manusia akan berlomba untuk mendatanginya meskipun harus merangkak,” (Hadis Sahih Riwayat Al-Imam Al-Bukhari 615, Muslim 437).

Al-Imam An-Nawawi menerangkan bahwa “Al-‘Atamah” adalah Shalat ISYA. Sabda Rasulullah ﷺ:

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: ولو يعلمون ما فى العتمة والصبح لأ توهما ولو حبوا. (رواه البخارى ٦١٥ ومسلم ٤٣٧ ). قوله العتمة فى صلاة العشاء.  شرح النووى على مسلم ٤٣٧

BACA JUGA: Awal Mula Redaksi Salam dan Titip Salam

POINTERS:

1- Jangan lagi remehkan shalat 5 waktu berjamaah di masjid, terutama 3 shalat ini, yaitu; Shalat Subuh, Shalat Asar dan Shalat Isya.

2- Shalat adalah salah satu dari 5 syarat yang harus rutin dikerjakan untuk menjadi Muslim (Orang Islam), tanpa shalat, maka belumlah menjadi muslim.

3- Orang yang tidak shalat adalah bukan orang Islam, karena tidak cukup rukun atau syarat menjadi orang Islam.

Rasulullah ﷺ bersabda:

وَعَنْ جَابِرٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ، قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، يَقُولُ: إِنَّ بَيْنَ الرَّجُلِ وَبَيْنَ الشِّرْكِ وَالكُفْرِ، تَرْكَ الصَّلاَةِ. رَوَاهُ مُسْلِمٌ

“Sahabat dekat Rasulullah ﷺ bernama Jabir RA menuturkan, bahwa ia mendengar Rasulullah ﷺ bersabda: “Sungguh, batas pembeda antara orang Islam dengan syirik dan kufur itu adalah meninggalkan shalat,” (Hadits Sahih Riwayat Al Imam Muslim, no. 82).

BACA JUGA: Malas Ibadah Berujung Runyam

4- Shalatlah yang membedakan Muslim dengan Non Muslim. Rasulullah ﷺ bersabda:

وَعَنْ بُرَيْدَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ عَنْ النَبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ :العَهْدُ الَّذِي بَيْنَنَا وَبَيْنَهُمْ الصَّلَاةُ، فَمَنْ تَرَكَهَا فَقَدْ كَفَرَ .(رَوَاهُ التِّرْمِذِيُّ ) وَقَالَ: حَدِيْثٌ حَسَنٌ صَحِيْحٌ

“Ikatan janji di antara kami (umat Islam) dengan mereka (orang-orang Kafir) adalah Shalat. Maka siapa yang meninggalkan shalat, berarti dia telah menjadi Kafir,” (Hadits Sahih Riwayat Al-Imam At-Tirmizi).

5- Shalat adalah tiang agama. Rasulullah ﷺ bersabda:

عن معاذ بن جبل قال، قال رسول الله صلى الله عليه وسلم:  رَأْسُ الأَمْرِ الإِسْلاَمُ وَعَمُودُهُ الصَّلاَةُ. (رواه الترمذى وابن ماجه)

“Inti segala hal adalah Islam, dan tiangnya Islam adalah shalat,” (Hadits Sahih Riwayat Al-Imam At-Tirmidzi no. 2616 dan Ibnu Majah no. 3973.)

BACA JUGA: Jika Ikhlas karena Allah, Tidak Akan Sakit Hati

6- Kelak di akhirat, shalat lah yang menjadi ukuran. Rasulullah ﷺ bersabda:

إنَّ أَوَّلَ مَا يُحَاسَبُ بِهِ العَبْدُ يَوْمَ القِيَامَةِ مِنْ عَمَلِهِ صَلَاتُهُ، فَإنْ صَلُحَتْ، فَقَدْ أَفْلَحَ وَأَنْجَحَ، وَإنْ فَسَدَتْ، فَقَدْ خَابَ وَخَسِرَ، فَإِنِ انْتَقَصَ مِنْ فَرِيْضَتِهِ شَيْءٌ، قَالَ الرَّبُ – عَزَّ وَجَلَّ: اُنْظُرُوْا هَلْ لِعَبْدِيْ مِنْ تَطَوُّعٍ، فَيُكَمَّلُ مِنْهَا مَا انْتَقَصَ مِنَ الفَرِيْضَةِ؟ ثُمَّ تَكُوْنُ سَائِرُ أعْمَالِهِ عَلَى هَذَا. (رَوَاهُ التِّرمِذِيُّ)

 “Sungguh, amal yang pertama kali dihisab pada seorang Hamba kelak di hari Kiamat adalah shalatnya. Jika shalatnya baik, sungguh ia telah beruntung dan berhasil. Dan jika shalatnya rusak, sungguh ia telah gagal dan rugi. Jika berkurang sedikit dari shalat wajibnya, maka Allah Ta’ala berfirman: ‘Lihatlah apakah hamba-Ku memiliki Shalat Sunnah.’ Maka disempurnakanlah dengan Shalat Sunnahnya apa yang kurang dari Shalat wajibnya. Begitu pula dengan seluruh amalnya,” (Hadits Sahih Riwayat Al-Imam At-Tirmidzi).

BACA JUGA: Sujud yang Mendatangkan Tambahan Berlipat

7- Usahakan selalu shalat berjamaah. Shalat berjamaah bernilai 27 derajat lebih baik daripada shalat sendirian. Rasulullah ﷺ bersabda:

عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: صَلاَةُ الْجَمَاعَةِ أَفْضَلُ مِنْ صَلاَةِ الْفَذِّ بِسَبْعٍ وَّعِشْرِيْنَ دَرَجَةً. (متفق عليه)

“Shalat berjamaah lebih utama daripada shalat sendiri, dengan nilai 27 kali lipat,” (Hadits Sahih Riwayat Al-Imam Al-Bukhari dan Muslim).

Semoga Allah SWT memudahkan kita lebih khusyuk dalam shalat, dan lebih ringan menunaikan shalat tepat waktu.

Dan senantiasa pula Allah membimbing kita untuk selalu eling mengingat Allah, bersyukur dan beribadah dengan sebaik baiknya pada Allah SWT.

اللهم اعنا على ذكرك وشكرك وحسن عبادتك

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here