Di Angka 40 Berhati-Hatilah, Setelah 60 Tidak Ada Ampun Lagi

80
Ilustrasi: Orang Tua (Sumber: iStock)

Oleh: A. Hamid Husain (Alumni Pondok Modern Gontor, King Abdul Aziz University, Ummul Qura University, dan Pembina Alhusniyah Islamic School)

Sungguh Allah SWT, adalah Tuhan Yang Maha Penyayang Lagi Maha Pengasih. Allah memberi kesempatan seluas luanya kepada Hamba-Nya untuk berkreasi sesuai aturan Allah, agar manusia semua masuk Surga, kecuali yang tidak mau ke Surga.

TRUE STORY:

1- Mau-Nya Allah semua masuk Surga, tapi ada makhluk yang tidak mau. Rasulullah ﷺ bersabda:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: كُلُّ أُمَّتِي يَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ إِلَّا مَنْ أَبَى، قَالُوا: يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَنْ يَأْبَى؟ قَالَ: مَنْ أَطَاعَنِي دَخَلَ الْجَنَّةَ وَمَنْ عَصَانِي فَقَدْ أَبَى.  (رواه البخارى)

“Semua Ummatku akan masuk Surga kecuali yang enggan. Para Sahabat bertanya: “Yaa Rasulallaah, Siapakah yang enggan masuk Surga?” Rasulullah ﷺ menjawab: “Siapa yang mentaatiku niscaya ia akan masuk Surga, dan siapa yang bermaksiat kepadaku maka dialah yang enggan masuk Surga,” (Hadits Sahih oleh Al-Imam Al-Bukhari).

BACA JUGA: Keberhasilan Anakmu adalah Keberhasilanmu

2- Jika sudah berumur 40 tahun, hati hatilah menggunakan waktu demi Akhirat. Allah SWT berfirman:

أَوَلَمْ نُعَمِّرْكُم مَّا يَتَذَكَّرُ فِيهِ مَن تَذَكَّرَ وَجَآءَكُمُ ٱلنَّذِيرُ ۖ  فَذُوقُوا۟ فَمَا لِلظَّٰلِمِينَ مِن نَّصِيرٍ. (فاطر الاية ٣٧)

“Bukankah Kami telah memanjangkan umurmu dalam masa yang cukup untuk dapat berpikir bagi orang yang mau berpikir, padahal telah datang kepada kamu “pemberi peringatan”. Maka rasakanlah azab Kami, dan tidak ada bagi orang-orang yang zalim seorang penolongpun,” (QS. Faatir, surah ke 35, ayat 37, halaman 438).

Ahli Tafsir menjelaskan kata “an nadziir” النذير yang artinya “pemberi peringatan” dalam ayat tersebut adalah uban tanda tua. Dan ada pula yang menafsirkannya yang dimaksud “pemberi peringatan” adalah diangkatnya Muhammad menjadi Rasulullah ﷺ di usia 40 tahun.

Dan memang Allah SWT tidak pernah mengutus Rasul kecuali setelah 40 tahun.

BACA JUGA: Mari Kita Rayakan Pergantian Tahun

وقال الإمام النووي: نقلوا أن أهل المدينة كانوا إذا بلغ أحدهم أربعين سنة تفرغ للعبادة

Al-Imam An Nawawi menuturkan bahwa: “Para warga Madinah, jika mereka sudah mencapai usia 40 tahun, itulah saatnya untuk meningkatkan diri dalam beribadah kepada Allah SWT.”

Al-Imam Al-Qurthubi menjelaskan dalam kitab tafsirnya Al-Jaami’ li Ahkaamil Quran, bahwa Imam Malik Bin Anas RA menjelaskan:

أدركت أهل العلم ببلدنا وهم يطلبون الدنيا والعلم ويخالطون الناس، حتى يأتي لأحدهم أربعون سنة، فإذا أتت عليهم اعتزلوا الناس واشتغلوا بالعبادة حتى يأتيهم الموت

“Saya menyaksikan para cendikiawan di kampung kami rajin mencari Dunia dan Ilmu serta berbaur dengan banyak orang, namun jika sudah memasuki usia 40 tahun, mereka enggan lagi berbaur atau kumpul-kumpul bersama orang-orang dan memilih melakukan ibadah sampai ajal menjemput mereka.”

BACA JUGA: Jadilah Ringan Tangan Menolong

وعن الشعبي، عن مسروق – رحمه الله – أنه كان يقول: إذا بلغ أحدكم أربعين سنةً فليأخذ حذره من الله – عز وجل

“Apabila salah seorang dari kalian telah menginjak umur 40 tahun, maka berhati hatilah menggunakan waktu demi menghadap Allah ‘Azza Wa Jalla”.

3- Setelah usia 60 tahun, tidak lagi ada toleransi jika masih nakal. Rasulullah ﷺ bersabda:

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم :أعذرالله الى امرئ أخر أجله حتى بلغه ستين سنة. (رواه البخارى)

POINTERS:

1- Jika sudah usia berkepala 4, jangan lagi seenaknya berbuat yang tidak tidak. Karena usia 40 tahun, sudah melewati separuh dari jatah umur. Berarti sudah mendekat ke batas akhir usia.

2- Apa lagi jika usia sudah berkepala 6, tidak ada ampun lagi jika masih nakal, jika masih suka bermaksiat, Allah akan murka.

BACA JUGA: Di Balik Perintah Allah, Pasti Ada Keindahan

3- Perbanyaklah ibadah, amal soleh, terutama: shalat tepat waktu, khusyu dalam shalat, usahakan memahami dan menghayati semua bacaan Shalat, rajin bangun setelah jam 2 malam untuk shalat Tahajjud, banyak istighfar dan dzikir, rajin baca Al-Quran, rajin bersedekah, tidak lagi bergunjing, ghiibah, namiimah hasut, hasad dan fitnah.

Semoga Allah SWT senantiasa mengijabah doa-doa kita, dan menganugerahkan kita kemampuan melaksanakan semua perintah Allah SWT, dan menjauhi semua larangan-Nya.

Dan senantiasa pula Allah membimbing kita untuk selalu eling mengingat Allah, bersyukur dan beribadah dengan sebaik-baiknya pada Allah SWT.

اللهم اعنا على ذكرك وشكرك وحسن عبادتك

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here