Sebelum Terkenal, Gus Samsudin Dulu Penjual Barang Bekas

2393

Jakarta, Muslim Obsession – Nama Gus Samsudin kini tengah disorot masyarakat, bermula dari perseturuannya dengan Pesulap Merah atau Marshel yang mau membuktikan ilmu pengobatan supranatural yang dimiliknya merupakan sebuah trik sulap belaka.

Gua Samsudin Pendiri Padepokan Nur Dzat Sejati di Blitar Jawa Timur (Jatim) memang dikenal bisa menyembuhkan berbagai penyakit dari penyakit ghaib seperti santet dan penyakit non ghaib, ia kerap membuat konten penyembuhan orang sakit, ala-ala dukun di konten youtubenya.

Inilah yang membuat Pesulap Merah gerao dan ingin membuktikan kesaktian Gus Samsudin. Ia menilai apa yang dilakukan Gus Samsudin hanyalah trik belaka. Lalu siapa sebenarnya Gus Samsudin.

Gus Samsudin Jadab memiliki nama asli Samsudin. Ia mendirikan padepokan bernama Nur Dzat Sejati yang berlokasi di Desa Rejowinangun, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar, Jawa Timur.

Samsudin bukan orang asli Rejowinangun. Dia merupakan pendatang dari Lampung. Tidak ada yang mengetahui latar belakang orang tua Samsudin ini hingga kemudian dia dipanggil Gus oleh pengikutnya.

“Latar belakang orang tuanya saya tidak tahu. Dia pendatang dari Lampung,” kata Kades Rejowinangun Bhagas Wigasto belum lama ini.

Menurut cerita masyarakat sekitar, orang tua Samsudin bernama Towo dan Tugiyem. Awal mula sebelum mendirikan padepokan, Samsudin adalah seorang pedagang rongsokan atau besi tua di Rejowinangun.

Bisnis ini berkembang pesat meski di beberapa waktu ia pernah gesekan dengan masyarakat setempat karena bau yang ditimbulkan oleh tumpukan rongsokan tersebut.

Lama berselang, Samsudin kemudian membentuk sebuah kelompok sholawatan Al Laduni. Di situ ia memiliki beberapa pengikut. Kegiatan yang dilakukan Samsudin dan kelompoknya ialah olah kanuragan ilmu kebal bacok.

Setelah itu ia beralih ke dunia pengobatan alternatif yang membesarkan namanya setelah dijadikan konten di Kanal Youtubenya.

Samsudin kemudin mendirikan Padepokan Nur Dzat Sejati di Rejowinangun. Pantauan di lapangan, padepokan tersebut berdiri di lahan lebih kurang dua hektare dan dijaga oleh beberapa orang di pintu masuknya.

“Kalau pengikutnya saya pastikan tidak ada orang asli Rejowinangun. Kalau pun ada, itu adalah pendatang yang kemudian membuat KTP di Rejowinangun. Ndak ada orang sini yang jadi pengikutnya,” ujar Bhagas.

Padepokan Nur Dzat Sejati yang didirikan Samsudin berusia masih muda. Kira-kira baru sekitar tiga tahun berdiri. Perkembangannya cukup pesat didukung dengan sejumlah konten pengobatan yang ia unggah di YouTube miliknya.

Samsudin sendiri memiliki dua orang istri. Istri keduanya merupakan mantan penyanyi Liga Dangdut Indosiar bernama Yuni. Dengan dua istrinya, Samsudin dikaruniai total empat orang anak. Dengan istri pertama ia dikaruniai 3 orang anak dan baru satu putra hasil pernikahan dengan istri kedua.

Kabar yang beredar pengobatan yang dilakukan Gus Samsudin tak berbayar. Pasien hanya memberikan mahar seikhlasnya. Namun demikian pasien diminta untuk membeli sejumlah pendukung kesembuhan diantaranya tasbih dan obat alternatif tertentu dengan harga yang cukup lumayan. (Al)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here