Seandainya Dunia Memeluk Al-Quran

128

Oleh: Nuim Hidayat (Direktur Akademi Dakwah Indonesia, Depok)

Rasulullah ﷺ pernah menyatakan bahwa Islam nanti akan mewarnai dunia. Rumah-rumah di hampir seluruh dunia akan dimasuki Islam. Benarkah?

Melihat fakta saat ini dengan adanya internet hal itu bukan mustahil. Google yang mewarnai internet saat ini, bila awak penjaganya masuk Islam, maka mereka akan menyebarkan Islam di dunia secara cepat.

Mungkinkah awak Google masuk Islam? Sangat mungkin. Karena di google bertumpuk informasi tentang Islam. Mereka bisa membandingkan mana agama yang benar dan mana yang tidak. Mereka bisa membandingkan mana kitab suci yang benar-benar suci dan mana yang tidak. Mereka bisa membandingkan mana Nabi yang benar dan yang palsu.

Para ahli di Barat sendiri banyak yang meramalkan Islam ini akan mewarnai bumi atau dunia. Kenapa?

Pertama, karena kitab suci umat Islam adalah Al-Quran. Kita tahu bahwa Al-Quran yang kita baca saat ini, seperti Al-Quran di masa Rasulullah. Manuskrip Al-Quran di masa sahabat saat ini masih ada di museum.

Selain itu Al-Quran dijaga oleh para penghafal Al-Quran. Dari mulai Rasulullah, sahabat, tabiin, tabiut tabiin dan sampai generasi sekarang selalu ada penghafAl-Quran. Saat ini ribuan atau ratusan ribu orang penghafal Al-Quran 30 juz.

Mukjizat Al-Quran telah terbukti dari masa ke masa. BIla dulu mukjizat Rasulullah –pembawa Al-Quran- disaksikan para sahabat, maka generasi kini melihat mukjizat Al-Quran dari berbagai ilmu pengetahuan.

Dalam bidang sejarah, Al-Quran mengisahkan kisah-kisah terbaik yang bertumpuk hikmahnya. Misalnya sejarah Nabi Yusuf as. Dalam kisah ini kita bisa mengambil pelajaran agar generasi muda menghindari dari perbuatan zina yang merusak manusia. Zina yang menyebabkan pembunuhan bayi, zina yang menyebabkan kerusakan keluarga, zina yang menyebabkan ‘egoisme dan hedonisme’ dan lain-lain.

Selain itu, kisah Yusuf ini juga menunjukkan tentang proses terjadinya pemimpin. Seorang akan jadi pemimpin (yang sejati) bila ia ditempa kesedihan, kepenatan, musibah dan lain-lain. Semua hal itu menjadikan modal kekuatan untuk menjadi pemimpin yang matang.

Kisah Nabi Musa dan Firaun mengandung hikmah bahwa dalam ‘setiap masa’ akan selalu ada penguasa seperti Firaun. Baik Firaun yang benar-benar bengis maupun agak bengis. Firaun sejati atau Firaun ingusan.

Para penguasa yang jauh dari tuntutan wahyu Allah akan cenderung bebuat bengis. Hitler, Lenin, Mao Ze Dong dan lain-lain adalah contoh Firaun di dunia. Ketika tumbuh Firaun, Allah ‘pasti tumbuhkan Musa’. Akan selalu ada yang menentang penguasa model Firaun.

Selain itu Al-Quran menyentuh manusia secara personal (personal touch). Ahli psikologi yang menyimak Al-Quran, akan merasakan getaran-getaran psikologis hebat di tubuhnya.

Ahli politik yang mengkaji Al-Quran akan merasakan bagaimana sejarah dan politik berkelindan dalam Al-Quran. Ahli ekonomi akan merasakan solusi Al-Quran yang luar biasa mengatasi masalah ekonomi di masyarakat atau negara.

Bagaimana Al-Quran menata masyarakat dengan zakat dan sedekah. Dengan keikhlasan dan kerjasama. Bukan dengan riba dan pajak, yang penuh dengan paksaan.

Bagaimana Al-Quran memberikan keoptimisan dalam perjuangan politik umat Islam. Berkaca pada kisah-kisah Nabi, para pejuang Islam tidak gentar mati memperjuangkan kebenaran. Dan ujung dari perjuangan itu adalah ‘berbondong-bondongnya’ manusia memeluk Islam.

Ujung perjuangan itu adalah ikatan yang kuat hanya kepada Allah, Tuhan alam semesta. Perjuangan yang menghancurkan penyembahan manusia dengan manusia, atau dengan makhluk lain. Ujung perjuangan itu adalah kebahagiaan akhirat, kembali kepada Yang Maha Pengasih dan Penyayang.

Bagaimana Al-Quran membimbing manusia agar tidak putus asa meniti hidup. Kesulitan apapun yang dijalani, yakinlah bahwa Allah Maha Penolong. Allah Maha Pengasih dan Penyayang selalu membimbing hambanya.

Mungkin para pejuang Al-Quran itu dipenjara atau disiksa (seperti para aktivis Ikhwanul Muslimin atau Hizbut Tahrir), tapi mereka merasakan kebahagiaan karena kedekatannya dengan Allah. Sebuah kebahagiaan yang tidak dinikmati oleh orang-orang yang zalim.

Apalagi para ahli sastra, maka mereka tidak akan habis kekagumannya terhadap Al-Quran. Susunan kata dan maknanya, pilihan katanya, pilihan kalimatnya sangat indah. Hati dan akal menjadi tercerahkan ketika menyimak Al-Quran.

Para pelajar yang tekun memperlajari Al-Quran, akan menjadi ahli sastra yang hebat. Bandingkan mereka yang tekun mempelajari Bibel. Bukan menjadi ahli sastra, malahan banyak yang pindah memeluk Islam.

Kedua, faktor Nabi Muhammad ﷺ. Nabi Muhammad adalah sosok yang sempurna sebagai manusia. Tidak ada cacat sedikitpun dari Rasulullah. Rasul memang ‘pernahberbuat sedikit salah’, tapi Allah langsung menegurnya. Rasulullah ma’shum, terjaga dari kecacatan. Rasul adalah insan kamil, manusia yang sempurna.

Sebagai seorang pendidik, Rasulullah hebat. Bagaimana Rasul mendidik para sahabat sehingga mereka menjadi ahli ilmu dan pemimpin. Bagaimana beliau mendidik sahabat agar menjadi orang yang tawadhu, empati kepada orang lain, suka bersedekah, suka persatuan dan lain-lain.

Rasulullah juga sukses dalam mendidik anak-anaknya. Lihatlah bagaimana Fatimah, menjadi ‘perempuan yang hebat’ saat itu. Selain itu, Rasul juga berhasil mendidik istri-istrinya sehingga menjdi keluarga yang bahagia, keluarga yang sakinah.

Sebagai seorang pemimpin, Rasulullah menunjukkan kepemimpinan yang sejati. Para ahli sejarah di Barat mengakui kehebatan kepemimpinan Rasul dan pengaruhnya yang hebat di dunia. Maka jangan heran seorang sejarawan Barat menempatkan Rasul nomer satu sebagai pemimpin yang paling berpengaruh di dunia diantara 100 tokoh dunia.

Rasulullah memimpin dengan ucapan dan tindakan yang selaras. Bandingkan dengan pemimpin saat ini yang kebanyakan tidak satu antara ucapan dan perbuatan (bohong). Rasulullah memberikan teladan yang hebat dalam kepemimpinan. Kasih sayang kepada orang miskin, ia praktekkan sendiri, sehingga para sahabat menirunya.

Kasih sayangnya kepada perempuan ia praktekkan, sehingga para sahabat yang tadinya ada yang melecehkan perempuan, menjadi menghormati perempuan.

Rasul memberikan keteladan dalam melawan kezaliman. Beliau tidak gentar melawan musuh-musuh Islam, meski nyawa taruhannya. Rasulullah banyak memimpin peperangan langsung di depan arena. Bandingkan dengan para jenderal yang kebanyakan duduk di belakang meja, sementara prajurit mempertaruhkan nyawanya.

Rasul menunjukkan teladan dalam kesederhanaan. Rasulullah tidak hidup kaya raya atau hedonis. Rasulullah hidupnya sederhana. Bila ia punya harta, seringkali disedekahkannya. Kalau beliau kehabisan harta, maka ia menyeru sahabat untuk bersedekah. Rasulullah ‘tidak pernah menolak’ orang yang minta bantuan kepadanya.

Sebagai seorang suami, keteladanan Rasul luar biasa. Beliau tidak pernah menyakiti istrinya. Beliau bila di rumah, senantiasa membantu pekerjaan istrinya. Beliau juga sayang kepada anak-anak. Bahkan kadang-kadang anak ‘digendongnya dalam shalat’. Rasulullah melarang umatnya untuk menyakiti anak-anak, baik dalam perang maupun damai.

Sebagai seorang guru, Rasul juga luar biasa. Beliau melakukan lebih dulu, sebelum mengatakannya. Rasul menyuruh para sahabat tahajud, maka Rasulullah telah melaksanakan tahajud lebih dulu. Rasul menyuruh para sahabat cinta ilmu, maka Rasulullah lebih dulu cinta ilmu.

Kesempurnaan akal Rasulullah yang dibimbing wahyu itu, benar-benar dilihat para sahabat sehingga para sahabat sangat setia kepada Rasulullah. Bandingkan dengan para guru sekarang, yang banyak hanya pintar ngomong tapi perbuatannnya kacau.

Sebagaimana Al-Quran, pribadi Rasulullah dikaji dari masa ke masa, dan selalu menemukan hal-hal yang indah dan menarik dalam kajian para ahli ilmu. Rasulullah memang jiwanya Al-Quran. Rasul adalah Al-Quran yang hidup, Al-Quran yang berjalan.

Ketiga, Islam adalah agama yang dijaga Allah, Tuhan Alam Semesta. Pemeluk-pemeluk Islam mungkin melakukan penyelewengan, tapi Islam atau ajaran Islam senantiasa dijaga Allah. Ajaran Islam, terutama Al-Quran dijaga Allah hingga hari kiamat. Hadits Rasulullah tidak dijamin Allah. Sehingga para ulama harus meneliti, ada hadits yang lemah atau palsu.

Bahkan ada kelompok yang ‘terlalu mengunggulkan hadits daripada Al-Quran’, sehingga sikapnya menjadi kaku dan akhlaknya tidak mulia. Dalam pandangan mereka, Hadits atau Sunnah adalah segalanya. Sehingga mereka tidak menghormati para ulama yang sudah sejak dulu meneliti dan mempraktekkan Al-Quran dan Hadits.

Kekakuan dalam memegang hadits ini menjadikan Islam tidak menarik bagi masyarakat non Islam. Dari sinilah timbul hukum yang menyebabkan perselisihan, seperti hukum wajib jenggot, haram musik, celana harus di atas mata kaki dan seterusnya.

Melihat hal ini para ulama menganjurkan agar mendulukan akhlak daripada fiqih. Hormati perbedaan pendapat, jangan paksakan kehendak seolah-olah yang paling nyunnah sendiri.

Dalam sebuah hadits Rasulullah pernah menyatakan bahwa ilmu ini akan dibawa orang-orang yang adil, ‘dari generasi ke generasi’. Mereka yang ekstrim, akan digilas zaman. Mereka yang ekstrim atau melampaui batas akan tersingkir dari masyarakat luas.

Islam adalah agama yang memberi rahmat pada alam semesta. Islam adalah agama kasih sayang. Islam adalah agama yang menjawab zaman.

Krisis dunia saat ini, krisis ekonomi, krisis akhlak, krisis kepemimpinan dunia, krisis ilmu, hanya bisa dijawab oleh Islam. Hanya bisa dijawab oleh Al-Quran.

Prof Wan Daud, dalam puisi Munajatnya menulis,

Jadikan kami penegak agamaMu

Dengan akal sejahtera, kekuatan semua bidang

Beradab pada semua bangsa

Santun pada persekitaran binatang

 

Jadikan kami di kepulauan besar bersejarah

Contoh hikmah keadilan dan iffah

Bagi insan yang dilemaskan moderniti

Betuhankan akal indi, citra indrawi…

 

Jalan Pulang ke PangkuanMu lurus tidak berliku

Bagi yang ikhlash, beradab, berilmu

Petanya jelas cerah terang bersinar

Bagi yang gigih berjuang, berkorban, sabar

Sayid Qutb, ulama besar ini dalam bukunya ‘al Mustaqbal lihadzaddiin’ (Islam dan Masa Depan) menyatakan,”Sudah terbukti hanya Islamlah satu-satunya yang sanggup menyelamatkan manusia dari bahaya yang mencelakakan yang mengelilinginya. Diseret kepadanya dengan belenggu kebudayaan materialism yang gemerlapan.

Islamlah satu-satunya yang sanggup memberi manusia sesuai sistem yang sesuai dengan kejadian dan keperluan yang sesungguhnya. Hanya Islam lah yang dapat menyeleraskan langkahnya dalam penciptaan yang bersifat kebendaan dan langkahnya dalam kemuliaan ruhani.

Islamlah satu-satunya yang sanggup mendirikan suatu sistem yang realistis untuk kehidupan. Dengan Islam lah sapat dicapai keserasian yang belum pernah dikenal manusia sebelumnya sepanjang sejarah.”

Marilah kita renungkan firman Allah SWT, “Dan (ingatlah) pada hari (ketika) Kami bangkitkan pada setiap umat seorang saksi atas mereka dari mereka sendiri, dan Kami datangkan engkau (Muhammad) menjadi saksi atas mereka. Dan Kami turunkan Kitab (Al-Qur’an) kepadamu untuk menjelaskan segala sesuatu, sebagai petunjuk, serta rahmat dan kabar gembira bagi orang yang berserah diri (Muslim),” (QS. An-Nahl: 89).

“Dan Allah berkuasa melaksanakan urusan-Nya, tetapi kebanyakan manusia tidak mengerti,” (QS. Yusuf: 21).

Wallahu ‘azizun hakim.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here