Kajian OMDC Healthy Body and Soul, Ustaz Hilman Fauzi Ungkap Rahasia Menjaga Hati Saat Ramadhan

Jakarta, Muslim Obsession - Bulan Ramadan selalu menjadi momen penuh berkah bagi umat Islam. Di bulan yang penuh ampunan ini, setiap langkah yang kita ambil menjadi ladang pahala yang berlipat ganda.
Kali ini, kajian OMDC Healthy Body and Soul yang mengusung tema “Menjaga Hati Saat Ramadan”menghadirkan Ustaz Hilman Fauzi di Social Venue OMDC Playground Fatmawati, Jakarta Selatan.
Dalam kajian ini, Ustaz Hilman membahas secara mendalam bagaimana kita seharusnya menjaga hati dan menjalani Ramadan dengan penuh makna.
Ustaz Hilman memulai kajian dengan mengingatkan kita bahwa ada dua alasan besar mengapa kita masih diizinkan untuk bertemu dengan bulan suci Ramadan:
Allah Tahu Dosa Kita Sangat Banyak
Allah memberikan kesempatan kepada kita untuk bertemu dengan Ramadan agar kita dapat banyak bertaubat dan memohon ampun atas dosa-dosa yang telah kita lakukan. Bulan Ramadan merupakan waktu yang tepat untuk memperbaiki diri dan kembali kepada-Nya.
Allah Tahu Amal Kita Sangat Sedikit
Dalam bulan Ramadan, setiap amal perbuatan yang kita lakukan dilipatgandakan pahalanya. Allah memberi kita kesempatan untuk menambah amal ibadah, karena di bulan yang penuh rahmat ini, setiap amal kebaikan akan mendapatkan ganjaran yang lebih besar.
Keistimewaan Ramadan yang Tidak Dimiliki oleh Bulan-Bulan Lain
Ramadan memiliki keistimewaan yang tidak bisa ditemukan di bulan-bulan lainnya.
Ustaz Hilman menjelaskan bahwa dalam bahasa Arab, kata Ramadan terdiri dari lima huruf: Ra, Mim, Dhad, Alif, dan Nun, yang masing-masing memiliki makna mendalam.
Ra (Rahmat)
Bulan Ramadan adalah bulan penuh berkah, bulan yang terbaik dari semuanya. Di bulan ini, Allah sangat sayang kepada kita. Saat Ramadan datang, pintu-pintu surga terbuka lebar, pintu neraka ditutup rapat, dan setan dibelenggu.
Ini adalah kesempatan emas untuk kita mendekatkan diri kepada Allah dan meraih ampunan serta rahmat-Nya yang tak terhingga.
Mim (Maghfiroh)
Ramadan adalah bulan pengampunan. Allah membuka pintu maghfiroh-Nya dan membakar dosa-dosa kita. Di bulan Ramadan, setiap doa dan taubat kita diterima, dan Allah memudahkan kita untuk memohon ampunan-Nya.
“Dalam berdoa sebelum minta apapun mulai lah dengan minta ampun karna boleh jadi yang kurang bukan doamu tapi yang banyak adalah dosamu yang menghambat setiap doa belum allah kabulkan dalam hidupmu ingat bukan Allah tak mengabulkan doamu tapi Allah ingin menghapuskan dulu dosa dosamu sehingga kamu pantas mendapatkan apa yang kamu minta melalui setiap doa doamu."
Dhad (Domana)
Ramadan adalah bulan yang memberikan domana atau jaminan bagi kita untuk masuk ke dalam Surga. Allah menjamin bagi orang yang berpuasa dan beribadah di bulan Ramadan akan mendapatkan pintu Surga yang disebut Rayyan.
Alif (Ameen)
Ramadan adalah bulan yang membawa ameen atau keamanan, menjauhkan kita dari siksa api neraka, dan memberikan kedamaian dalam hati kita. Keamanan spiritual yang dirasakan saat Ramadan memberikan kita ketenangan yang tak ternilai harganya.
Nun (Nikmat)
Ramadan adalah bulan yang membawa nikmat spiritual yang luar biasa. Di bulan ini, kita semakin dekat dengan Allah, merasakan kehadiran-Nya dalam setiap doa dan ibadah yang kita lakukan. Ramadan mengajarkan kita untuk menikmati kedekatan dengan Sang Pencipta.
Ustaz Hilman juga membagikan lima sikap penting yang perlu kita miliki saat bertemu Ramadan agar hati kita tetap terjaga dan penuh keberkahan:
Syukur
Kita harus bersyukur dan bahagia dengan datangnya bulan Ramadan. Barangsiapa yang bergembira menyambut Ramadan, Allah akan menjauhkan tubuhnya dari api neraka. Syukuri setiap nikmat yang Allah berikan, dan nikmati Ramadan dengan hati yang penuh rasa syukur.
Sabar Ramadan mengajarkan kita untuk sabar. Hidup ini penuh dengan ujian, dan Ramadan adalah waktu yang tepat untuk menghadapinya dengan sabar. Sebagaimana Allah berfirman dalam Al-Qur’an, “Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya”(QS. Al-Baqarah: 286). “Panjatkan doa.
Doa ibarat payung;meski tidak bisa menghentikan hujan, tetapi mampu melindungi kita. Doa, bisa tidak menghilangkan masalah, tetapi bisa menenangkan hati yang gelisah,”tambah Ustaz Hilman.
Ikhlas
Puasa adalah ibadah yang paling ikhlas karena tidak ada yang bisa melihatnya selain Allah. Ramadan mengajarkan kita untuk beribadah dengan ikhlas, menghilangkan riya dan hanya mengharapkan ridha-Nya.
Ridho
Dalam menjalani Ramadan, kita harus menerima setiap keadaan dengan ridho. Jangan mengeluh dan membenci keadaan. Segala sesuatu yang Allah takdirkan pasti memiliki kebaikan bagi kita, meskipun terkadang kita tidak memahaminya. Malam tidak pernah membenci kegelapan, karena Allah mengirimkan bintang untuk menerangi.
Allah itu Maha Baik, jadi mengapa harus berpikiran buruk? "Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal itu sangat baik bagimu;dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu buruk bagimu. Allah mengetahui, sementara kamu tidak mengetahui." (QS. Al-Baqarah: 216).
Ingat, barang siapa yang mencari ridho Allah meski manusia tidak menyukainya, Allah akan meridhainya dan membuat manusia pun meridhonya
Cinta
Jangan biarkan kebencian menguasai hati kita. Ramadan adalah waktu yang tepat untuk belajar memaafkan dan melepaskan rasa sakit. Hati yang penuh kebencian tidak akan memperoleh ketenangan. Oleh karena itu, belajar memaafkan dan mencintai adalah kunci untuk menjaga hati kita agar tetap tenang dan damai.
Ustaz Hilman juga mengingatkan kita tentang lima amalan utama yang harus dijaga di bulan Ramadan, yaitu: Puasa Jangan hanya berpuasa dari makan dan minum, tetapi juga jaga lisan, pandangan, dan pikiran kita. Puasa adalah sarana untuk melatih diri kita agar menjadi pribadi yang lebih baik.
Kiyam
Ramadan adalah bulan untuk meningkatkan ibadah malam, terutama salat tarawih. Jangan lewatkan kesempatan untuk berdoa dan beribadah di malam hari, terutama di sepuluh malam terakhir yang penuh berkah.
Qur’an
Ramadan adalah bulan Al-Qur’an. Luangkan waktu setiap hari untuk membaca dan merenungkan Al-Qur’an agar mendapatkan petunjuk hidup yang benar.
Sadaqah
Bulan Ramadan adalah waktu yang tepat untuk meningkatkan amal jariyah, terutama dengan memberi makanan bagi orang yang berbuka puasa. Pahala sadaqah di bulan Ramadan sangat besar.
Doa Ramadan adalah bulan penuh doa. Jangan pernah ragu untuk berdoa dan memohon kepada Allah. Selain itu, Ramadan juga mengajarkan kita untuk memaafkan dan membersihkan hati dari segala rasa dendam.
“Memaafkan dan melupakan adalah dua hal yang berbeda. Memaafkan ada di hati, sementara melupakan ada di pikiran. Tidak masalah menjaga jarak, berhenti berkomunikasi, unfollow, atau bahkan blokir, asalkan hati kita tetap tenang dan tidak tersakiti. Bencilah kesalahannya, bukan orangnya;benci kekurangannya, bukan orangnya. Bersihkan hatimu, biarkan hati itu lapang. Belajarlah untuk menyembuhkan luka dengan hati yang terbuka. Hati yang sempit hanya akan mendatangkan kesulitan dan rasa sakit,”pungkas Ustaz Hilman.
Dapatkan update muslimobsession.com melalui whatsapp dengan mengikuti channel kami di Obsession Media Group
































