Nama ‘Muhammad’ Ternyata Ada di Kitab Hindu

Nama ‘Muhammad’ Ternyata Ada di Kitab Hindu

 

Muslim Obsession – Kedatangan Nabi Muhammad SAW sebagai nabi terakhir telah dikabarkan oleh sejumlah kitab. Termasuk di antaranya adalah Kalkipurana (Dewanagari: कल्किपुराण;IAST: Kalkipurāṇa) yang merupakan kitab aliran Waisnawa dalam tradisi Hindu yang membahas tentang awatara Wisnu kesepuluh yang bernama Kalki.

Informasi tentang hal itu disampaikan dai internasional dr. Zakir Naik saat menjawab pertanyaan salah seorang peserta dialog, seperti dalam tayangan video yang dipublish akun Youtube NS.

“Beliau disebut di dalam Kalkipurana [2]: 4, 5, 7, 11, 15. Dikatkan bahwa Kalkipurana adalah Antim Rishi terakhir (utusan terakhir). Ayahnya bernama Vishnuyash (Wisnuyasa). Vishnu artinya Tuhan dan Yash artinya Hamba. Maknanya (vishnu yash) adalah Hamba Tuhan, yang di dalam bahasa arabnya adalah Abdullah. Kita tahu bahwa ayah Nabi Muhammad bernama Abdullah,” ungkap pria bernama lengkap Zakir Abdul Karim Naik itu.

Ia kemudian melanjutkan, disebutkan bahwa nama ibunya adalah Sumati yang dalam Bahasa Sanskerta (artinya) adalah ketenteraman, kedamaian, yang di dalam Bahasa Arabnya adalah Aminah. Itu adalah nama ibundanya Nabi Muhammad.

Dikatakan, sambung dr. Zakir, ia akan lahir di kota yang tenteram, mengacu ke Makkah dimana ia lahir di rumah pemimpin kota itu.

“Kita tahu bahwa Muhammad lahir di rumah keluarga Quraisy. Ia akan menjadi Antim Rishi seluruh dunia, sebagaimana Al-Quran menyebutnya di Surah Al-Anbiya ayat 107, ‘Kami tiadk mengutusmu melainkan sebagai rahmat bagi seluruh alam’,” jelas dr. Zakir.

Pria berusia 59 tahun ini melanjutkan, Muhammad mendapatkan wahyu di gunung yang di dalam sejarah Islam diketahui bahwa Nabi Muhammad mendapatkan wahyu di Gua Hira yang ada di Jabal Nur dan memiliki empat sahabat.

“Semua Nubuat yang ada di kitab Hindu merujuk pada Nabi Muhammad SAW,” tegas dr. Zakir Naik.

Mengutip Wiki, kitab ini merupakan karya yang relatif muda jika dibandingkan dengan Purana lainnya. Naskahnya yang berbahasa Sanskerta digubah di Bengal saat daerah tersebut merupakan wilayah kesultanan Bengal atau kesultanan Mughal.

Cendekiawan Wendy Doniger memperkirakan masa penyusunannya antara 1500 M hinga 1700 M. Kitab ini mengandung floruit bertanggal 1726 M berdasarkan naskah yang ditemukan di Dhaka, Bangladesh.

Kitab ini menceritakan bahwa awatara Wisnu yang kesepuluh lahir dari pasangan brahmana bernama Wisnuyasa dan Sumati, di suatu desa bernama Shambala.

Ia mempelajari berbagai kitab suci dan cakap akan pengetahuan tentang darma, karma, arta, dan jñāna, serta mengenyam pendidikan militer di bawah bimbingan Parasurama, awatara Wisnu yang keenam.

Dewa Siwa memberinya kuda bernama Dewadata (penjelmaan dari Garuda), beserta pedang yang gagah, untuk mengalahkan kejahatan pada akhir zaman Kaliyuga.

Wallaahu a’lam bish shawab.



Dapatkan update muslimobsession.com melalui whatsapp dengan mengikuti channel kami di Obsession Media Group