Membangun Pilar Politik di Desa Madani
Sebuah Langkah Menuju Kemajuan Bersama Melalui PARMUSI

Oleh: Drs. H. Muchlis Achmad (Ketua PD. Parmusi Kabupaten Gowa)
Salah satu langkah penting yang di gagas oleh Mantan Ketua Umum PP. Parmusi allahuyarham Drs. KH. Usamah Hisyam, M.Sos adalah “Menetapkan Pilar Politik” sebagai pilar kelima dari empat pilar Desa Madani.
Pilar politik merupakan salah satu hasil kesepakatan dalam diskusi para da’i jamaah umrah Parmusi tahun 2024 yang dituangkan dalam PIAGAM MAKKAH. Pilar politik secara resmi nanti akan dibahas dan ditetapkan oleh Muktamar PARMUSI pada akhir tahun 2025 yang akan datang.
Di era yang semakin maju, peran politik di tingkat desa semakin menentukan dalam mendukung pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.
Salah satu contoh penting dalam politik yang positif dan penuh makna adalah dengan mewujudkan desa madani sebagai desa yang sejahtera lahir dan batin. Sebuah konsep desa yang berlandaskan pada prinsip-prinsip kemanusiaan, kesejahteraan, dan keadilan sosial.
Salah satu strategi untuk mencapainya adalah melalui pilar politik desa madani disamping pilar iman dan takwa, ekonomi, pendidikan dan sosial yang di dukung oleh organisasi massa Islam seperti PARMUSI (Persaudaraan Muslimin Indonesia).
Dalam konteks membangun pilar politik maka “Pilar-pilarnya akan beradaptasi dengan kebutuhan politik” dengan tujuan untuk menciptakan keseimbangan antara aspirasi politik, nilai-nilai agama, dan kesejahteraan masyarakat desa.
Pilar Demokrasi dan Partisipasi Aktif Warga Desa
Sejalan dengan adaptasi kebutuhan politik maka Pilar Pertama yang perlu dibangun di Desa Madani adalah demokrasi. Demokrasi yang sehat di tingkat desa adalah pondasi bagi kemajuan bersama.
Warga desa harus diberikan ruang untuk menyampaikan pendapat, memilih pemimpin mereka secara langsung, serta terlibat aktif dalam proses pengambilan keputusan yang mempengaruhi kehidupan mereka. Dengan memperkuat demokrasi warga desa dapat berperan aktif dalam memilih kebijakan pembangunan yang sesuai dengan kebutuhan mereka.
Parmusi dapat memainkan peran penting dalam meningkatkan kesadaran politik di tingkat desa. Melalui pendidikan politik dan pembinaan yang berbasis pada nilai-nilai Islam. Parmusi bisa mendorong masyarakat desa untuk lebih peduli dengan hak-hak politik mereka, serta memahami pentingnya partisipasi aktif dalam kehidupan politik.
Pilar Keadilan Sosial dan Ekonomi
Pilar kedua yang harus diperhatikan dalam pembangunan Desa Madani adalah keadilan sosial dan ekonomi. Desa Madani harus menjadi tempat dimana setiap individu, tanpa terkecuali, dapat merasakan manfaat dari pembangunan. Dalam hal ini, organisasi massa Islam (non politik) seperti Parmusi dapat membantu mendorong kebijakan yang mengutamakan pemerataan ekonomi dan kesejahteraan bagi semua lapisan masyarakat desa.
Melalui kebijakan yang berbasis pada keadilan sosial, masalah kemiskinan, pengangguran dan kesenjangan sosial bisa dikurangi. Parmusi, dengan visi dan misi mewujudkan masyarakat madani yang sejahtera lahir dan batin yang lebih adil dapat mendorong penciptaan lapangan kerja, bantuan sosial, dan program-program pemberdayaan masyarakat yang fokus pada pemberdayaan ekonomi desa.
Pilar Integritas dan Kepemimpinan yang Beretika
Pilar ketiga yang tak kalah penting adalah integritas dalam kemimpinan. Kepemimpinan yang berintegritas adalah salah satu aspek utama dalam mewujudkan Desa Madani. Pemimpin desa yang baik tidak hanya memimpin dengan bijaksana tetapi juga dengan prinsip-prinsip moral yang kuat dan komitmen terhadap kesejahteraan rakyatnya.
Nabi Muhammad SAW bersabda: “Apabila Allah menghendaki kebaikan bagi suatu kaum maka dijadikan pemimpin-pemimpin mereka orang-orang yang bijaksana dan dijadikan ulama-ulama mereka menangani hukum dan peradilan. Juga Allah jadikan harta benda di tangan orang-orang yang dermawan.
Namun jika Allah menghendaki keburukan bagi suatu kaum maka Dia menjadikan pemimpin-pemimpin mereka orang-orang yang berakhlak rendah. Dijadikan-Nya orang-orang dungu yang menangani hukum dan peradilan, dan harta berada di tangan orang-orang kikir,” (HR. Ad-Dailami).
Parmusi, sebagai organisasi massa Islam yang fokus pada pendidikan dan dakwah dapat menjadi wadah untuk melatih calon pemimpin desa dengan memiliki karakter mulia, jujur, dan dapat dipercaya.
Melalui pendekatan nilai-nilai agama dan moral, Parmusi bisa membentuk pemimpin yang tidak hanya pintar dalam merumuskan kebijakan, tetapi juga mampu menjadi contoh bagi masyarakat dalam hal akhlak dan integritas.

Pilar Pemberdayaan Masyarakat dan Kemandirian Desa
Pilar keempat yang harus diperhatikan adalah pemberdayaan masyarakat. Desa Madani harus mampu berdiri diatas kaki sendiri, mengelola sumber daya alam, ekonomi dan sosial dengan cara yang mandiri dan berkelanjutan.
Parmusi, dengan jaringan dan pengaruhnya, dapat mendukung desa dalam hal pelatihan ketrampilan, pendidikan, serta pengembangan usaha kecil dan menengah.
Pemberdayaan masyarakat juga berarti membangun kapasitas warga desa untuk mengelola potensi lokal, dan menciptakan peluang ekonomi. Dengan demikian, desa akan resilient dalam menghadapi tantangan eksternal, sekaligus memperkuat solidaritas sosial diantara warganya.
Pilar Kerukuan Antar Umat dan Toleransi Sosial
Terakhir, Pilar kerukunan antar umat dan toleransi sosial juga sangat penting. Dalam masyarakat yang majemuk, perbedaan agama, suku, dan budaya seringkali menjadi tantangan dalam menciptakan harmoni sosial.
Desa Madani harus menjadi tempat dimana berbagai kelompok dapat hidup berdampingan dengan damai, saling menghargai, dan bekerjasama untuk kepentingan bersana.
Parmusi dengan ideologi Islam yang moderat, dapat berperan dalam membangun kerukunan umat beragama di desa. Melalui program-program yang mempromosikan toleransi dan dialog antar kelompok, Parmusi dapat membantu mencegah konflik sosial dan menciptakan suasana damai dalam masyarakat desa.
Kesimpulan
Membangun pilar politik di Desa Madani melalui organisasi massa Islam seperti Parmusi bukanlah pekerjaan yang mudah. Dibutuhkan kerjasama antara pemerintah desa, masyarakat dan organisasi massa Islam (non politik) seperti Parmusi untuk mewujudkan visi ini.
Namun dengan pendekatan yang holistik -berfokus pada demokrasi, keadilan sosial, kepemimpinan berintegritas, pemberdayaan ekonomi, kerukunan sosial-Desa Madani dapat menjadi model ideal bagi desa-desa lainnya di Indonesia.
Dengan dukungan yang tepat dan komitmen bersama, Desa Madani dapat berkembang menjadi pusat kemajuan politik dan sosial yang memberikan manfaat bagi seluruh warganya. *)
Dapatkan update muslimobsession.com melalui whatsapp dengan mengikuti channel kami di Obsession Media Group
































