Seringkali Kita Menipu Diri Sendiri, Ini Cirinya!

Oleh: Abdan Syakura (Aktivis Majelis Al-Mahsyar)
Disadari atau tanpa disadari, seringkali kita merasa sudah banyak melakukan amal yang pasti diterima Allah, sementara di sisi lain kita lupa atas kekurangan yang dimiliki.
Atau, kita merasa sudah memiliki banyak ‘tabungan pahala’ sehingga kita meremehkan perbuatan dosa kecil. Hal seperti inilah yang menjadi ciri bahwa kita sejatinya tengah menipu diri sendiri.
Perhatikan perkataan Al-Imam Ibnu Rajab al-Hanbaly rahimahullah di dalam Al-Hikam al-Jadirah bil Idza'ah:
كان السلف يجتهدون في أعمال الخير ويَعدُّون أنفسهم من المقصرين المذنبين ونحن مع إساءتنا نعدّ أنفسنا من المحسنين
"Dahulu para ulama salaf bersungguh-sungguh dalam mengerjakan amal-amal kebaikan. Bersamaan dengan itu, mereka menganggap diri mereka termasuk orang-orang yang banyak kekurangan dan banyak dosa. Adapun kita, sebaliknya. Bersamaan dengan buruknya perbuatan kita, kita justru menganggap diri kita termasuk orang-orang yang baik."
Jika kita pandai mengevaluasi diri (muhasabah), boleh jadi kita termasuk ke dalam orang-orang yang menipu diri sendiri.
Yaitu orang-orang yang banyak melakukan keburukan, namun merasa aman dengan hal tersebut. Kita juga merasa telah banyak berbuat kebaikan, padahal yang dilakukan hanya secuil kebaikan saja.
Muhasabah itu sangat penting sebagai early warning system agar kita mampu memiliki filter untuk tidak melakukan keburukan, bahkan sebaliknya terus melakukan peningkatan ketakwaan dengan melakukan berbagai amal shalih.
Umar bin Khattab radhiyallahu ta’ala ‘anhu berkata:
حَاسِبُوا أَنْفُسَكُمْ قَبْلَ أَنْ تُحَاسَبُوا، وَزِنُوها قَبْلَ أَنْ تُوزَنُوا، وَتَأهَّبُوا لِلْعَرْضِ الْأَكْبَرِ
“Hendaklah kalian menghisab diri kalian sebelum kalian dihisab, dan hendaklah kalian menimbang diri kalian sebelum kalian ditimbang, dan bersiap-siaplah untuk hari besar ditampakkannya amal,” (Diriwayatkan oleh At-Tirmidzi dalam Shifatul Qiyamah, disebutkan oleh Imam Ahmad dalam kitab Zuhud-nya dan Ibnul Qayyim dalam Madarijus Salikin 1/319).
Semoga Allah Ta’ala senantiasa membimbing kita untuk tetap di jalur ketakwaan kepada-Nya dan terhindar dari perbuatan menipu diri sendiri. Wallaahu a’lam.
Dapatkan update muslimobsession.com melalui whatsapp dengan mengikuti channel kami di Obsession Media Group
































