Awali Tahun Ajaran Baru, PTQ. Pondok Bambu Gelar Khutbatul ‘Arsy

Khutbatul 'Arsy merupakan tradisi tahunan yang dilaksanakan untuk mengenalkan pondok pesantren yang didirikan Abah KH. Usamah Hisyam rahimahullah.

Awali Tahun Ajaran Baru, PTQ. Pondok Bambu Gelar Khutbatul ‘Arsy

Bogor, Muslim Obsession –Mengawali tahun ajaran baru 2024/2025, Pesantren Tahfizhul Quran (PTQ) Pondok Bambu menggelar Khutbatul ‘Arsy dan Sosialisasi Kegiatan Santri pada Ahad (8/9/2024).

Pimpinan PTQ. Pondok Bambu, Ustadz Imam Fathurrohman mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan tradisi tahunan yang dilaksanakan untuk mengenalkan pondok pesantren yang didirikan Abah KH. Usamah Hisyam rahimahullah.

“Kegiatan ini juga jadi ajang pertemuan antara pengurus, dewan guru, orang tua, dan wali santri baru. Utamanya, selain untuk sosialisasi kegiatan santri juga sebagai ajang komunikasi agar wali santri juga memahami visi dan misi pesantren,”ujar sosok yang akrab disapa Ang Imam ini.

Ang Imam menjelaskan, kegiatan tersebut sejatinya akan dilaksanakan sepekan setelah kegiatan Masa Ta’aruf dan Orientasi Santri selesai pada 13 Juli lalu. Hanya saja, melihat kondisi Abah KH. Usamah Hisyam yang tengah sakit, kegiatan ini direncanakan digelar setelah kondisinya lebih baik.

Qadarullah, ayahanda kami Abah KH. Usamah Hisyam rahimahullah wafat pada 19 Juli lalu. Kami pun memutuskan untuk melaksanakan Khutbatul ‘Arsy setelah 40 hari wafatnya beliau,”ungkapnya.

Pada kesempatan ini Umi Hj. Daisyanti Astrilita, istri mendiang Abah KH. Usamah Hisyam, hadir untuk memberikan nasihat kepada para santri, orangtua, dan wali santri. Hadir juga CEO Obsession Media Group (OMG) Nurbaiti Hisyam dan Ketua Dewan Pengawas PTQ. Pondok Bambu Prof. Dr. KH. Husnan Bey Fananie, MA.

Dalam sambutannya, Umi Daisy memberikan nasihat kepada para santri untuk serius dalam belajar. Menurutnya, salah satu contoh terbaik tentang hal ini adalah Abah KH. Usamah Hisyam rahimahullah yang tetap menuntut ilmu hingga akhir hayatnya.

“Beliau memiliki semangat luar biasa, tidak pernah putus asa dalam menuntut ilmu. Seperti kita ketahui, bahkan dalam kondisi sakit Abah tetap belajar dan mencoba menyelesaikan disertasinya. Semangat beliau harus dicontoh para santri dan kita semua,”ungkap Umi Daisy.

Sementara itu, Prof. Dr. KH. Husnan Bey Fananie, MA menegaskan bahwa PTQ. Pondok Bambu merupakan tempat terbaik bagi para santri untuk menuntut ilmu. Cucu KH. Zainuddin Fananie, salah seorang Trimurti pendiri Pondok Modern Gontor ini menganalogikan PTQ. Pondok Bambu sebagai kawah Candradimuka.

Menurutnya, jika kawah Candradimuka berhasil mencetak Gatotkaca sebagai manusia super, PTQ. Pondok Bambu diyakininya akan berhasil mencetak Insan Kamil, yakni manusia unggulan yang memiliki ilmu pengetahuan, keimanan dan ketakwaan yang paripurna.

“Kalian tentunya akan lebih hebat dibandingkan Gatotkaca yang hanya hebat secara fisik karena tidak mempan ditembak atau ditusuk senjata manapun. Kenapa? Karena kalian dibina dan dididik tidak hanya badannya saja, tetapi juga ruh, jiwa, dan pikiran yang selalu berdzikir kepada Allah subhanahu wa ta’ala,”tegasnya di hadapan para santi, orangtua, dan wali santri.

Oleh karenanya, tandas Prof. Husnan, untuk menciptakan Insan Kamil tadi dibutuhkan kerja sama antara pengurus, dewan guru, para santri, serta orangtua dan walisantri.

“Tentunya diperlukan kerja sama yang intens secara baik dari semuanya agar santri memiliki semangat untuk belajar. Termasuk semua orangtua, jangan lupa mendoakan para santri dan guru-guru di sini serta berkomunikasilah dengan baik,”imbuhnya.

 



Dapatkan update muslimobsession.com melalui whatsapp dengan mengikuti channel kami di Obsession Media Group