Palestine Cola dan Qibla Cola Nyaris Kena Boikot, Siapa Pemiliknya?

Baru-baru ini, ada tuduhan di media sosial yang menyatakan bahwa Perusahaan Coca-Cola, di bawah tekanan boikot, menggunakan metode yang menipu untuk mempertahankan penjualan di tengah penurunan jumlah.

Palestine Cola dan Qibla Cola Nyaris Kena Boikot, Siapa Pemiliknya?

Muslim Obsession - Baru-baru ini, ada tuduhan di media sosial yang menyatakan bahwa Perusahaan Coca-Cola, di bawah tekanan boikot, menggunakan metode yang menipu untuk mempertahankan penjualan di tengah penurunan jumlah.

Untuk diketahui, menyusul dimulainya konflik Jalur Gaza pada bulan Oktober, aktivis pro-Palestina memulai kampanye boikot yang menargetkan merek-merek yang terkait dengan Israel.

Kampanye ini melibatkan merek dan jaringan makanan ternama seperti McDonald’s, Starbucks, HP, Pizza Hut, Papa Johns, Adidas, dan masih banyak lagi.

Salah satu klaim spesifik menyatakan bahwa Coca-Cola menipu konsumen dengan mengubah tampilan kalengnya dan menjualnya dengan nama berbeda untuk menghindari boikot. 

Menurut klaim media sosial ini, Coca-Cola diduga memiliki Palestine Cola dan merek lain seperti Qibla Cola dan Mecca Cola. Namun tuduhan ini tidak berdasar.

Investigasi yang dilakukan jurnalis AFP telah mengonfirmasi bahwa ini adalah informasi palsu.

Palestine Cola

Minuman ringan ini diproduksi oleh “Safad Foodstuff Company” yang tidak memiliki hubungan dengan Coca-Cola.

Perusahaan tersebut dimiliki oleh dua bersaudara asal Palestina yang tinggal di Swedia, menurut situs resmi mereka.

Qibla Cola

Diluncurkan pada tahun 2003 oleh sebuah perusahaan Inggris di Derby, Qibla Cola diciptakan untuk memberikan alternatif terhadap merek minuman ringan Amerika, yang secara khusus menyasar komunitas Muslim.

Merek ini juga tidak memiliki afiliasi dengan Coca-Cola. Jadi, klaim bahwa Coca-Cola adalah pemilik Palestine Cola dan Qibla Cola tidak berdasar dan tidak akurat.



Dapatkan update muslimobsession.com melalui whatsapp dengan mengikuti channel kami di Obsession Media Group