Puasa Muharram Sebaik-baik Puasa Setelah Ramadhan

Oleh: KH. Abdul Ghoni (Wakil Ketua Lembaga Dakwah Parmusi) Dalam sebuah hadits diriwayatkan:
عَنْ أَبي هُريرَةَ رضيَ اللَّه عَنْهُ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم: « أَفْضَلُ الصِّيَامِ بعْدَ رَمضَانَ: شَهْرُ اللَّهِ المحرَّمُ، وَأَفْضَلُ الصَّلاةِ بَعْد الفَرِيضَةِ: صَلاةُ اللَّيْلِ» رواه مسلمٌ
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, katanya: "Rasulullah ﷺ bersabda: "Seutama-utama berpuasa sesudah bulan Ramadhan ialah dalam bulan Allah yang dimuliakan -yakni Muharram- dan seutama-utama shalat sesudah shalat wajib ialah shaliatullail -yakni shalat sunnah di waktu malam-," (Riwayat Muslim). BACA JUGA: Mewaspadai LGBT, Perilaku Kaum Nabi Luth Pelajaran yang terdapat di dalam hadits: 1- Seutama- utama puasa setelah romadhon puasa dibulan Muharram seutama-utama shalat setelah shalat fardhu shalat malam. 2- Imam An Nawawi mengatakan: Hadis ini menunjukkan bahwa Muharram adalah bulan yang paling mulia untuk melaksanakan puasa sunnah. (Syarah Shahih Muslim, 8/55) 3- Ibnul Qoyim menjelaskan bahwa puasa terkait hari Asyura ada tiga tingkatan:- Tingkatan paling sempurna, puasa tiga hari. Sehari sebelum Asyura, hari Asyura, dan sehari setelahnya.
- Tingkatan kedua, puasa tanggal 9 dan tanggal 10 Muharram. Ini berdasarkan banyak hadis.
- Tingkatan ketiga, puasa tanggal 10 saja.
Dapatkan update muslimobsession.com melalui whatsapp dengan mengikuti channel kami di Obsession Media Group
































