Setop Semua Kegiatan Saat Adzan, Allah Setop Kesulitanmu

Setop Semua Kegiatan Saat Adzan, Allah Setop Kesulitanmu
Oleh: A. Hamid Husain (Alumni Pondok Modern Gontor, King Abdul Aziz University, dan Ummul Qura University Jangan pernah abaikan Adzan. Adzan adalah panggilan Allah untuk mendapatkan KEBERUNTUNGAN. Jika diabaikan, dianggap angin lalu, maka Allah juga akan abai pada kita. Kata Adzan berasal dari "UDZUN" (اذن) yang artinya adalah TELINGA. Orang yang mengabaikan ADZAN, dinilai tidak punya telinga alias TULI. MAKA, saat adzan berkumandang, hentikan sejenak semua kegiatan hingga adzan selesai. Simak baik-baik, hayati artinya dan jawab setiap kalimat yang dikumandangkan oleh Muadzin. BACA JUGA: Hati-Hati dengan Makanan Tersisa Menyimak, menghayati dan menjawab kalimat demi kalimat adzan adalah suatu ibadah yang pahalanya luar biasa besarnya. Apa lagi diiringi dengan DOA SETELAH ADZAN, Allah Ta’ala akan memberikan keistimewaan khusus. Kenapa menjawab adzan menjadi Ibadah yang istimewa luar biasa? Karena, menjawab, menghayati dan menyimak adzan, adalah penegasan iman, pengakuan akan keyakinan yang tinggi terhadap keesaan dan kebesaran Allah SWT. Coba perhatikan kalimat pertama yang mengimbau kita: BACA JUGA: Kita yang Berusaha, Allah yang Memperlancar "Allaahu Akbar, Allaahu Akbar (Allah Maha Besar, Allah Maha Besar)". Kita pun mempertegas kalimat itu dengan menyahut: "Allaahu Akbar, Allaahu Akbar, (Sungguh Allah Maha Besar, Allah Maha Besar)". Kalimat kedua: “Asyhadu an-laa ilaaha illallaah, Asyhadu an-laa ilaaha illallaah (Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah, aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah)". Dan seterusnya. Sungguh pengakuan yang mendasar sebagai orang yang beriman. SELANJUTNYAPOINTERS: Keistimewaan-keistimewaan menjawab adzan, Allah akan menganugerahkan antara lain: 1. Ampunan dosa. 2. Jika menjawab adzan dan diikuti ungkapan shalawat, maka Allah akan memberi pahala shalawat berlipat 10 kali. 3. Menjawab adzan, dan diikuti DOA usai adzan, mendapat syafaat, yaitu pembelaan dan koneksi langsung dengan Rasulullah ﷺ kelak di akhirat. 4. Dimudahkan semua urusan, karena saat Muadzin mengumandangkan kalimat: "Hayya 'alas sholaah, (mari shalat)", kita menyatakan, bahwa kita adalah makhluk lemah, dengan menjawab ucapan: "Laa haula wa laa quwwata illa billaah, tidak ada daya dan upaya, kecuali atas pertolongan dan kehendak Allah semata”. Maka Allah akan turun tangan membantu semua urusan. 5. Akan selalu mendapat keberuntungan, kesuksesan, dan kemenangan. Karena saat Muadzin menyeru: "Hayya 'alal falaah (mari raih keberuntungan, kemenangan). Kita pun menjawab: "Laa haula wa laa quwwata illaa billaah, (tidak ada daya dan upaya kecuali atas pertolongan dan kehendak Allah)". Maka Allah pun akan turun tangan membantu semua urusan dan menganugerahkan kesuksesan, kemenangan dan keberuntungan. SELANJUTNYADalil dan Cara Menjawab Adzan Menjawab adzan, diterangkan dalam kitab Hadits Buluughul Maraam (بلوغ المرام) di Bab Shalat, di Sub Bab Al-Aadzaan. Hadits No.192-194:

وَعَنْ أَبِي سَعِيدٍ اَلْخُدْرِيِّ رضي الله عنه قَالَ: قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم: إِذَا سَمِعْتُمْ اَلنِّدَاءَ, فَقُولُوا مِثْلَ مَا يَقُولُ اَلْمُؤَذِّنُ – مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ

Rasulullah ﷺ bersabda: “Jika kalian mendengar adzan, ucapkanlah seperti yang diucapkan Muadzin,” (Hadits Sahih Muttafaqun ‘Alaih. Hadits Sahih Riwayat Al-Imam Al-Bukhari, no. 611 dan Muslim, no. 383).

وَلِلْبُخَارِيِّ: عَنْ مُعَاوِيَةَ

Dalam riwayat Al-Imam Al-Bukhari disebutkan bahwa Haditsnya dari Mu’awiyah. (Hadits Sahih Riwayat Al-Imam Al-Bukhari, no. 612, 613). BACA JUGA: Mengundang Setan

وَلِمُسْلِمٍ: عَنْ عُمَرَ فِي فَضْلِ اَلْقَوْلِ كَمَا يَقُولُ اَلْمُؤَذِّنُ كَلِمَةً كَلِمَةً, سِوَى اَلْحَيْعَلَتَيْنِ, فَيَقُولُ: “لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاَللَّهِ

Hadits riwayat Al-Imam Muslim, tentang keutamaan adzan, hendaklah yang mendengarkan adzan mengucapkan sebagaimana yang diucapkan oleh Muadzin kalimat demi kalimat, kecuali pada kalimat Hay’alatain (حيعلتين), yaitu kalimat: "Hayya ‘Alash Sholaah dan Hayya ‘Alal Falaah", maka hendaklah dijawab dengan kalimat: لا حول ولا قوة الا بالله (Laa haula wa laa quwwata illaa billaah),” (Hadits Sahih Riwayat Al-Imam Muslim, no. 385). SELANJUTNYA Demikian juga kalimat “Ash-sholaatu Khoirum minan nauum” di adzan Subuh, dijawab dengan kalimat: صدقت وبررت وانا على ذلك من الشاهدين (Shodaqta wa bararta, wa ana 'alaa dzaalika minasy syaahidiin). Jawaban untuk kalimat Hay’alataini (Hayya ‘alash sholaah dan Hayya ‘alal falaah) dengan kalimat: “Laa haula wa laa quwwata illaa billaah”, karena kita sadari bahwa kita mampu mendirikan shalat hanya karena atas kekuatan dan pertolongan Allah. BACA JUGA: Hukumannya Mulai di Dunia Menjawap adzan juga disunnahkan bagi orang yang sedang melakukan Thawaf keliling Ka’bah karena adzan itu adalah ucapan dzikir. Ucapan Muadzin tidak perlu dijawab oleh orang yang sedang shalat, karena keadaan dalam shalat harus fokus dan khusyuk tentang bacaan shalat dan perhatian sangat tertuju pada gerakan shalat: “inna fish sholaati la-syughlaa”. Tempat yang dilarang berdzikir, seperti saat di kamar mandi dan saat hubungan intim tidak perlu menjawab adzan. Dan Muadzin tidak menjawab ucapan adzan untuk dirinya sendiri. Bagaimana kalau ucapan adzan yang didengar dari beberapa tempat? Jawabannya, semua adzan yang didengar itu lebih baik dijawab semua. BACA JUGA: Dibersihkan Selagi di Dunia Ingat, menjawab adzan hukumnya sunnah, bukan wajib. Mengikuti ucapan adzan itu ada setelah kalimat adzan diucapkan, bukan bersamaan dengan ucapan kalimat adzan. Kalau mendengar adzan mulai dari pertengahan, maka yang dijawab adalah sisa yang didengar. Mengikuti ucapan Muadzin disyaratkan jika mendengar adzan, walaupun tidak menyaksikan Muadzinnya. Mulai sekarang, setop semua kegiatan, dan jangan lagi abaikan menjawab setiap mendengarkan kumandang adzan dan berdoa setelahnya. Ini adalah kesempatan emas yang luar biasa. Semoga Allah SWT senantiasa merahmati, melindungi dan memudahkan semua urusan kita. Aamiin. Wallahu a’lam bish shawab.