Mimar Sinan, Arsitek Terbaik Dalam Sejarah Islam

Muslim Obsession - Mimar Koca Sinan atau dikenal dengan Mimar Sinan adalah seorang arsitektur Turki yang karya-karyanya ada hingga saat ini. Potensinya dalam bidang arsitek didapat dari keilmuan sekolah. Mimar Sinan terlahir pada tahun 1490 didesa Ağırnas kawasan Gesi kota Kayseri. Menurut sebuah keterangan dari badan kependudukan arsiv Ottoman atau Utsmani, didesa tersebut juga sebagai komunitas Kristen Turki yang biasa disebut Gebrân. Sinan dianggap sebagai seorang arsitek yang terbesar di antara semua arsitek pada masa Kekaisaran Turki Usmani. Karirnya terus berkembang dan semakin mananjak selama 50 tahun, sejak dia diangkat menjadi kepala arsitek kerajaan Turki Usmani oleh Sultan Suleyman I pada tahun 1539. Banyak bangunan yang menjadi bukti kehebatannya dalam bidang arsitektur, terutama masjid buatannya yang besar yang menjadi gambaran tipikal arsitektur Turki Usmani. Sepanjang karirnya, Sinan menjadi arsitek bangunan-bangunan penting era Turki Usmani. Dia membangun ratusan bangunan termasuk masjid, istana, kapel, kuburan, sekolah, sekolah, kafilah serais, lumbung, air mancur, saluran air dan rumah sakit. Namun dari berbagai macam bangunan yang dia bangun, masjid merupakan hasil arsiteknya yang paling berpengaruh di Turki. Masjidnya telah menjadi ikon dan contoh bagi pembangunan masjid-masjid lainnya di Turki. Dalam desain masjidnya, Sinan melakukan percobaan yang inventif dengan merancang ruang kubah terpusat yang sering dibandingkan dengan perkembangan paralel Renaisans Italia. Lebih jauh lagi, dia berhasil membangun monumen di mana kubah pusat terlihat tanpa bobot dan permukaan interiornya bermandikan cahaya. Dia juga sering merancang masjid sebagai bagian dari sebuah kompleks yang terdiri dari sekolah, tempat pemandian, wisma tamu, dan rumah sakit.
Menurut sejumlah catatan sejarah, Sinan belajar perdagangan dengan ayahnya. Namun pada masa mudanya, Sinan diambil dari keluarganya dan diminta bekerja di pengadilan kekalifahan. Dengan keterampilan yang dia pelajari pada usia dini, dia bisa begitu cepat mengembangkan karir arsiteknya dari dinas militernya di Korps Janissary. Sejumlah catatan sejarah tentang kehidupan Sinan juga pernah dituliskan oleh temannya semasa muda yang bernama Mustafa Sai Celebi yang menuliskan kisah hidup Sinan yang terbagi dalam tiga teks antara lain, Tezkiret ul Bunyan, Tezkiret ul Ebniye dan Tuhfet ul Mimarin. Dokumen berharga ini diterbitkan oleh Apdullah Kuran pada tahun 1987. Terdapat juga catatan sejarah yang menyebutkan Sinan berasal dari Keluarga Kristen keturunan Yunani yang akhirnya memeluk agama Islam. Ayah Sinan bernama Abd al-Mannan yaitu hamba Sang Pemberi. Menurut teks Ul Tezkiret Bunyan, Ayahnya menggunakan nama tersebut setelah masuk Islam sebagai cara untuk memuji Allah Swt yang Maha Esa yang telah menjadikan dia sebagai seorang Muslim sejati. Ayahnya bekerja sebagai seorang tukang batu dan tukang kayu yang tinggal di Kaysari, pusat Anatolia. Lalu, tepatnya pada tanggal 15 April tahun 1489, ‘Abd al-Mannan dianugrahi oleh Allah Swt seorang bayi laki-laki yang dia beri nama Mimar Koca Sinan. Sejak usia dini, Sinan mengikuti jejak ayahnya yang seorang pedagang dan mempelajari keterampilan dari perdagangan. Ketika dia menginjak usia 21 tahun, dia direkrut oleh Devshirme ke dalam Korps Janissary pada masa pemerintahan Sultan Selim I yakni antara tahun 1512 hingga tahun 1520. Ketika Sinan menjalani wajib militer (acemioglan), dia mengatakan bahwa dia bersedia untuk belajar bersungguh-sungguh dalam bidang pertukangan. Lalu Sinan disarankan agar membangun kapal-kapal, jembatan kayu dan segala macam konstruksi yang berasal dari kayu. Keahlian dalam bidang pertukangan ini dia kembangkan lebih lanjut selama dia mengikuti dinas militer dan berpartisipasi dalam sejumlah kampanye termasuk kampanye ke Belgrade pada tahun 1521, ke Wina pada tahun 1529 dan ke Baghdad pada tahun 1535. Sinan menunjukkan keistimewaannya dengan menunjukkan keberaniannya sendiri terutama saat mengikuti kampanye di Beograd dan di Rhodes pada tahun 1522. Sehingga dia dipromosikan untuk menjadi seorang zenberekdji bashi yakni seorang kepala operator kembang api. Pada tahun 1534, Sinan ikut serta dalam perang Persia dan menunjukkan kemampuan yang hebat dalam pertempuran di Danau Van ketika dia merancang kapal feri untuk menyeberangkan para tentara melalui danau. Dalam kampanye lain di Wallachia (sekarang Rumania), Sinan membangun sebuah jembatan di Danube bagi para tentara yang akan menyeberang. Kemampuannya yang luar biasa ini membuatnya semakin termasyhur dan dikagumi oleh banyak orang. Kehebatannya ini, membuatnya dipromosikan sebagai kepala konstruksi militer dan dia semakin memperluas keterampilannya dalam bidang pertukangan batu. Berbagai macam pengalaman Sinan yang luar biasa seperti membangun atau memperbaiki jembatan, membangun tempat pertahanan maupun istana semakin menumbuhkan minatnya untuk memperdalam ilmu arsiteknya. Sejak saat itu, bakatnya yang luar biasa dalam rancang bangun menarik perhatian Sultan Kekaisaran Turki Usmani dan memintannya bekerja sebagai arsitek utama mereka untuk pembangunan masjid, sekolah, dan bangunan sipil lainnya. Sinan sendiri akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya di Istanbul pada tahun 1588. (Bal/Berbagi Sumber)
Menurut sejumlah catatan sejarah, Sinan belajar perdagangan dengan ayahnya. Namun pada masa mudanya, Sinan diambil dari keluarganya dan diminta bekerja di pengadilan kekalifahan. Dengan keterampilan yang dia pelajari pada usia dini, dia bisa begitu cepat mengembangkan karir arsiteknya dari dinas militernya di Korps Janissary. Sejumlah catatan sejarah tentang kehidupan Sinan juga pernah dituliskan oleh temannya semasa muda yang bernama Mustafa Sai Celebi yang menuliskan kisah hidup Sinan yang terbagi dalam tiga teks antara lain, Tezkiret ul Bunyan, Tezkiret ul Ebniye dan Tuhfet ul Mimarin. Dokumen berharga ini diterbitkan oleh Apdullah Kuran pada tahun 1987. Terdapat juga catatan sejarah yang menyebutkan Sinan berasal dari Keluarga Kristen keturunan Yunani yang akhirnya memeluk agama Islam. Ayah Sinan bernama Abd al-Mannan yaitu hamba Sang Pemberi. Menurut teks Ul Tezkiret Bunyan, Ayahnya menggunakan nama tersebut setelah masuk Islam sebagai cara untuk memuji Allah Swt yang Maha Esa yang telah menjadikan dia sebagai seorang Muslim sejati. Ayahnya bekerja sebagai seorang tukang batu dan tukang kayu yang tinggal di Kaysari, pusat Anatolia. Lalu, tepatnya pada tanggal 15 April tahun 1489, ‘Abd al-Mannan dianugrahi oleh Allah Swt seorang bayi laki-laki yang dia beri nama Mimar Koca Sinan. Sejak usia dini, Sinan mengikuti jejak ayahnya yang seorang pedagang dan mempelajari keterampilan dari perdagangan. Ketika dia menginjak usia 21 tahun, dia direkrut oleh Devshirme ke dalam Korps Janissary pada masa pemerintahan Sultan Selim I yakni antara tahun 1512 hingga tahun 1520. Ketika Sinan menjalani wajib militer (acemioglan), dia mengatakan bahwa dia bersedia untuk belajar bersungguh-sungguh dalam bidang pertukangan. Lalu Sinan disarankan agar membangun kapal-kapal, jembatan kayu dan segala macam konstruksi yang berasal dari kayu. Keahlian dalam bidang pertukangan ini dia kembangkan lebih lanjut selama dia mengikuti dinas militer dan berpartisipasi dalam sejumlah kampanye termasuk kampanye ke Belgrade pada tahun 1521, ke Wina pada tahun 1529 dan ke Baghdad pada tahun 1535. Sinan menunjukkan keistimewaannya dengan menunjukkan keberaniannya sendiri terutama saat mengikuti kampanye di Beograd dan di Rhodes pada tahun 1522. Sehingga dia dipromosikan untuk menjadi seorang zenberekdji bashi yakni seorang kepala operator kembang api. Pada tahun 1534, Sinan ikut serta dalam perang Persia dan menunjukkan kemampuan yang hebat dalam pertempuran di Danau Van ketika dia merancang kapal feri untuk menyeberangkan para tentara melalui danau. Dalam kampanye lain di Wallachia (sekarang Rumania), Sinan membangun sebuah jembatan di Danube bagi para tentara yang akan menyeberang. Kemampuannya yang luar biasa ini membuatnya semakin termasyhur dan dikagumi oleh banyak orang. Kehebatannya ini, membuatnya dipromosikan sebagai kepala konstruksi militer dan dia semakin memperluas keterampilannya dalam bidang pertukangan batu. Berbagai macam pengalaman Sinan yang luar biasa seperti membangun atau memperbaiki jembatan, membangun tempat pertahanan maupun istana semakin menumbuhkan minatnya untuk memperdalam ilmu arsiteknya. Sejak saat itu, bakatnya yang luar biasa dalam rancang bangun menarik perhatian Sultan Kekaisaran Turki Usmani dan memintannya bekerja sebagai arsitek utama mereka untuk pembangunan masjid, sekolah, dan bangunan sipil lainnya. Sinan sendiri akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya di Istanbul pada tahun 1588. (Bal/Berbagi Sumber)Dapatkan update muslimobsession.com melalui whatsapp dengan mengikuti channel kami di Obsession Media Group
































