Nikmat Memasuki Tahun Baru

Oleh: H. Winarto AR bin Darmoredjo (Majelis Dakwah Edwin Az-Zahra)
Betapa tak terhitung nikmat yang telah kita terima dalam hidup ini, di antaranya nikmat diberinya usia hingga kita masih berada dipenghujung akhir 2023 dan semoga masih bisa menghirup udara di tahun 2024.
Betapa banyak saudara kita yang tidak bisa hadir ditengah tengah kita karena telah mendahului kita.
***
Saat ini kita tengah berada di penghujung akhir tahun 2023 dan akan segera mememasuki tahun baru 2024 Masehi. Pergantian waktu tidak bisa dihindari. Namun pergantian tahun bisa dijadikan momentum untuk kita perhatikan:
Pertama, masuknya tahun baru merupakan nikmat yang harus kita syukuri karena Allah telah memanjangkan umur kita.
Syukur atas nimat berarti secara lisan mengakui nikmat yang diterima dan memuji pemberi nikmat yakni Allah SWT. Hati mencintai Allah Sang Maha Pemberi nikmat, dan nikmat itu digunakan dalam rangka ketaatan kepada-Nya.
BACA JUGA: Makna Pergantian Tahun: Adakah Pencapaian yang Sudah Teraih?
Ibnul Qayyim berkata;“Syukur adalah menunjukkan adanya nikmat Allah pada dirinya. Dengan melalui lisan, yaitu berupa pujian dan mengucapkan kesadaran diri bahwa ia telah diberi nikmat. Dengan melalui hati, berupa persaksian dan kecintaan kepada Allah. Melalui anggota badan, berupa kepatuhan dan ketaatan kepada Allah” (Madarijus Salikin, 2/244).
Jika kita mampu bersyukur atas nikmat yang diterima maka Allah SWT akan memberikan tambahan nikmat berupa keberkahan.
“Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), Maka Sesungguhnya azab-Ku sangat pedih,” (QS. Ibrahim ayat 7).
Kedua, masuknya tahun baru harus dapat menyadarkan kita akan semakin bertambahnya umur kita dan itu berarti semakin dekatnya kita kepada kematian.
Kita seakan mengejar kehidupan tanpa henti padalah kita dikejar kematian secara pasti. Kematian akan menimpa siapapun. Kematian, siapapun tak bisa berlari dan bersembunyi darinya.
BACA JUGA: Duluan Siang atau Malam?
“Tiap-tiap yang bernyawa pasti akan merasakan mati. Dan Kami akan menguji kamu dengan keburukan serta kebaikan sebagai cobaan. Dan hanya kepada Kamilah kamu akan dikembalikan,” (QS Al-Anbiya: 35).
“Katakanlah, ‘Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan’,” (QS. Al-Jumu’ah Ayat 8).
Orang yang cerdas akan menjadikan hidupnya di dunia sebagai bekal kematian.
“Orang yang cerdas ialah orang yang selalu mengevaluasi dirinya serta beramal untuk kehidupan sesudah kematian. Orang yang lemah (bodoh) ialah orang yang selalu mengikuti hawa nafsunya serta berangan-angan kepada Allah subhanahu wa ta’ala,” (HR. At-Tirmidzi).
Ketiga. Masuknya tahun baru merupakan momentum untuk intropeksi, muhasabah, melakukan perhitungan atau evaluasi, baik terhadap diri maupun umat ini.
BACA JUGA: Memulai dengan yang Baik
“Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah, sungguh Allah Maha Teliti terhadap apa yang kamu kerjakan,” (QS. Al-Hasyr: 18).
Maka hendaklah diri kita masing-masing mengevalusi kebaikan yang sudah dilakukan dan yang belum dilaksanakan. Dosa apa yang belum tingalkan dan kemaksiatan apa yang masih dibiasakan.
Umar bin al-Khaththab ra, juga pernah mengatakan: Hisablah diri kalian sebelum kalian dihisab. Timbanglah amal kalian sebelum ditimbang. Hal itu akan lebih memudahkan hisab kalian kelak (di akhirat) (Abu Nuaim al-Asbahani, Hilyah al-Awliyâ, 1/25).
Demikian juga sebagai muslim kita mesti memperhatikan keadaan umat Islam. Masa ini umat masih berada dalam jurang kemunduran, lembah keterbelakangan. Umat menjadi objek bukan sabjek peradaban, bahkan menjadi sasaran fitnah, tuduhan tuduhan keji. Pangkal dari segala kerusakan ini adalah akibat menjauh dari syari’at Allah SWT.
Allah SWT berfirman: “Maka ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah berkehendak menimpakan musibah kepada mereka karena dosa-dosa mereka. Dan sungguh kebanyakan manusia adalah orang-orang yang fasik,” (QS. Al-Maidah [5]: 49).
Berharap pergantian tahun ini, baik sacara pribadi maupun keumatan, menjadi momen perubahan menuju yang lebih baik.
Mari bersama-bersama bersyukur atas nikmat masih bisa menghirup udara untuk memasuki tahun 2024 dengan penuh harapan dan semakin taqwa.
Biilahi taufik wal hidayah …
Dapatkan update muslimobsession.com melalui whatsapp dengan mengikuti channel kami di Obsession Media Group
































