Cuma Kematian yang Tak Bisa Disembuhkan

Oleh: H. Winarto AR bin Darmoredjo (Majelis Dakwah Edwin Az-Zahra) Quran Surat Asy-Syura ayat 80 berbunyi: Wa idzaa maridhtu fahuwa yasyfiini. Dalam bahasa Arab, kalimat tersebut ditulis وَإِذَا مَرِضْتُ فَهُوَ يَشْفِينِ. Artinya: “Dan apabila aku sakit, Dialah Yang menyembuhkan aku.” Kalimat tersebut terbilang ringan dan juga ringkas, namun memiliki makna yang sangat luar biasa. BACA JUGA: Amalan Pembuka Pintu Rezeki Kalimat “Wa idzaa maridhtu fahuwa yasyfiini” disebut juga sebagai dzikirnya Nabi Ibrahim ‘alaihissalam. Kalimat ini kerap dibacakan oleh seseorang untuk memohon kesembuhan penyakit. Makna yang terkandung di dalam kalimat tersebut secara psikologi dapat menguatkan jiwa seseorang yang tengah sakit untuk percaya bahwa akan ada harapan untuk sembuh. "Kalau Anda sedang merasakan sakit, pakai ini, dzikirnya Nabi Ibrahim untuk menguatkan pada diri kita seberat apapun penyakitnya jangan pesimis," kata Ustaz Adi Hidayat. BACA JUGA: Kisah Haru! Semua Bisa Meneladani Keluarga Ini "Karena Nabi pun mengatakan setiap penyakit ada obatnya, kecuali kematian. Jadi saat diuji dengan penyakit apapun, hal pertama yang disampaikan, dikuatkan dalam diri kita, katakan Allah pasti akan sembuhkan," sambung beliau. Energi yang dikeluarkan lewat kata-kata tersebut diyakini akan merangsang bagian tubuh untuk mempercepat penyembuhan. Ustaz Adi Hidayat menegaskan bahwa hal yang tidak bisa dicegah adalah kematian. "Karena Nabi SAW pun mengatakan setiap penyakit ada obatnya, kecuali kematian." Wallahu 'alam. #Apakah engkau suka hatimu menjadi lembut dan mendapatkan hajatmu (keperluanmu)? Rahmatilah anak yatim, usaplah kepalanya, dan berikanlah makan kepadanya dari rezekimu, niscaya hatimu menjadi lembut dan niscaya kamu akan mendapatkan hajatmu.” (HR. ‘Abdurrazaq).
Dapatkan update muslimobsession.com melalui whatsapp dengan mengikuti channel kami di Obsession Media Group
































