Lima Kalimat Mutiara di Dalam Doa Kamilin

Lima Kalimat Mutiara di Dalam Doa Kamilin

Oleh: Ahmad Tavip Budiman, S.Ag, M.Si (Penasehat ICMI Orda Kota Bogor, Ketua komisi Dakwah dan Pemberdayaan Masyarakat MUI Kota Bogor)

Apa sebenarnya cita-cita dan harapan seorang muslim yang giat di bulan Ramadhan? Jawabannya tergambar dalam doa yang sering dipanjatkannya di sepanjang malam bulan Ramadhan.

Tentu saja doa-doa itu banyak sekali, salah satunya adalah "Doa Kamilin" yang biasa dibaca usai Shalat Tarawih.

Nama "Kamilin" diambil dari salah satu kalimat awal dalam doa tersebut. Doa itu lumayan panjang hingga satu halaman. Ada sekitar 24 permintaan dan harapan yang dipanjatkan dalam doa tersebut. Namun pada kesempatan kali ini, saya hanya mengambil 5 kalimat doa saja untuk diuraikan secara singkat dan padat.

Dalam kitab Mutiara Ramadhan yang disusun oleh Abuya KH Abdurrahman Nawi, doa tersebut berbunyi:

أللَّهُمَّ اجْعَلْنَا بِالْإِيْمَانِ كَامِلِيْنَ وَالِلْفَرَائِضِ مُؤَدِّيْنَ وَلِلصَّلاةِ حَافِظِيْنَ وَلِلزَّكَاةِ فَاعِلِيْنَ وَلِمَا عِنْدَكَ طَالِبِيْنَ

"YaAllah, jadikanlah kami golongan yang sempurna dengan (di dalam) iman, yang mampu menunaikan berbagai kewajiban, memelihara shalat, melaksanakan zakat dan hanya mencari (ridha) di sisi Allah”.

Adapun 5 harapan dan cita-cita dalam doa tersebut yaitu: kesempurnaan iman, kemampuan menunaikan berbagai kewajiban, mampu memelihara shalat, mampu melaksanakan zakat, dan ikhlas mencari ridha Allah.

1. Harapan Pertama, yaitu kesempurnaan iman. Bagaimanakah kesempurnaan itu didapat? Baginda Rasulullah bersabda:

أَكَمَلُ الْمُؤْمِنِيْنَ إِيْمَانًا أَحْسَنُهُمْ خُلُقًا وَخِيَارُكُمْ خِيَارُكُمْ لِنِسَائِهِمْ

“Mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya dan sebaik-baik kalian adalah yang berlaku baik kepada istrinya,” (HR. Turmudzi).

Dalam kitab Mauidhatul Mu'minin karya Syekh Muhammad Jamaluddin al-Qasimi dikatakan bahwa empat pokok akhlak yang mulia adalah: keberanian, keadilan, kebijaksanaan, dan menjaga kehormatan.

Karena itu, mari kita berlomba-lomba menjadi seorang pemberani yang adil, bijaksana dan menjaga kehormatan berdasarkan tuntunan ajaran Islam yang dibawa oleh Baginda Rasulullah.

2. Harapan Kedua, yaitu dapat menunaikan segala kewajiban (وَلِلْفَرَائِضِ مُؤَدِّيْنَ). Maknanya, mampu bertakwa kepada Allah, menjalankan segala yang diperintahkan dan menjauhi larangannya.

Kemampuan itu dinamakan taufiq yang diciptakan Allah. Apa itu taufiq? Dalam Kitab Syarah An-Nawawi ala Muslim I/73, taufiq adalah: خَلْقُ قُدْرَةِ الطَّاعَةِ, yaitu: "Diciptakannya kemampuan untuk taat kepada Allah."

Berdasarkan QS Al-Baqarah ayat 183, kemampuan itu dapat diraih dengan berpuasa di bulan Ramadhan. Allah menjanjikan kita dapat bertakwa dengan ungkapan "la'allakum tattaqun" yang artinya, pasti kalian menjadi orang yang bertakwa jika kalian melaksanakan kewajiban puasa di bulan Ramadhan.

3. Harapan Ketiga, yaitu shalat yang terpelihara (وَلِلصَّلاَةِ حَافِظِيْنَ). Bagaimanakah caranya agar shalat kita terpelihara? Pertama-tama harus kita pahami bahwa Allah tidak hanya memerintahkan shalat tapi memelihara dan menegakkan shalat. Allah berfirman: أَقِمِ الصَلاَةَ لِذِكْرِيْ, artinya: "Dirikanlah shalat untuk mengingat-Ku (Allah)." (QS Thaha: 14).

أَقِمِ الصَّلَاةَ لِذِكْرِ حَافِظُوْا عَلَى الصَّلَوَاتِ وَالصَّلَاةِ الْوُسْطَى وقُوْمُوا للّه قانتيْنَ

“Dirikanlah shalat 5 waktu dan shalat wustha (Ashar)." Berdirilah untuk Allah (dalam shalatmu) dengan khusyu'." (QS. Al-Baqarah: 238).

 صَلاتِهِمْ سَاهُونَ الَّذِيْنَ هُمْ يُرَاؤُونَ وَيَمْنَعُونَ المَاعُونَ

“Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat, (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya, orang-orang yang berbuat riya, dan enggan (menolong dengan) barang berguna," (QS. Al-Ma'un: 4-6).

Kita tidak diperintahkan shalat saja. Tapi menegakkan, mendirikan, dan memelihara shalat kita. Shalat kita harus lurus, tegak, dan terpelihara. Niatnya lurus. Caranya lurus. Hatinya khusyu'. Maka hasilnya pun juga insya Allah lurus dan benar. Yaitu tercegah dari perbuatan keji dan mungkar.

4. Harapan Keempat, yaitu menjadi golongan penunai zakat (وَلِلزَّكَاةِ فَاعِلِيْنَ). Harapan ini adalah harapan yang sangat penting diwujudkan bagi pegiat Ramadhan. Sebab zakat tidak hanya zakat mal saja. Tapi juga zakat fitrah. Zakat fitrah adalah zakat yang wajib dikeluarkan pada saat bulan Ramadhan.

Rasulullah bersabda:

فَرَضَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- زَكَاةَ الْفِطْرِ طُهْرَةً لِلصَّائِمِ مِنَ اللَّغْوِ وَالرَّفَثِ وَطُعْمَةً لِلْمَسَاكِينِ

“Rasulullah mewajibkan zakat fithri untuk mensucikan orang yang berpuasa dari bersenda gurau dan kata-kata keji, dan juga untuk memberi makan miskin,” (HR. Abu Daud dan Ibnu Majah).

5. Harapan Kelima, yaitu mencari tempat yang mulia dan keridhaan di sisi Allah (La). Harapan ini menjadi harapan penyempurna bagi seluruh harapan pegiat Ramadhan. Artinya, semua amal ibadah kita harus ditujukan semata-mata hanya karena mengharap ridha Allah (ikhlas). Imam Al-Haddad berkata dalam kitabnya an-Nashoihud Diniyyah:

مَعْنِيَ الْإِخْلاصِ أَنْ يَكُونَ قَصْدُ الإِنْسَانِ فِي جَمِيْعِ طَاعَاتِهِ : وَأَعْمَالِهِ مُجَرَّدَ التَّقَرُّبِ إِلى اللهِ تَعَالَى وَإِرَادَةِ قُرْبِهِ وَرِضَاهُ, دُوْنَ غَرْضٍ أَخَرَ مِن مُرَاءَاةِ النَّاسِ وَطَلَب مَحْمَدَةٍ مِنْهُمْ أوْطَمَع

“Pengertian ikhlas adalah seseorang dalam seluruh ketaatan dan perbuatannya ditujukan semata-mata karena berusaha mendekat kepada Allah dan menginginkan kedekatan dan keridhaannya. Tidak ada maksud yang lain seperti ingin pamer, dipuji atau mengharap sesuatu dari makhluk (tamak)."

Demikianlah 5 harapan dalam munajat Doa Kamilin dari 24 yang termaktub di setiap bulan Ramadhan. Semoga Allah SWT mengabulkan semua harapan dan doa tersebut. Aamin Ya Rabbal' Aalamiin.

 

*****

Disampaikan pada Kultum Jelang Buka Puasa di Mall Botani Square Lt.2, Ahad 9 Maret 2025.



Dapatkan update muslimobsession.com melalui whatsapp dengan mengikuti channel kami di Obsession Media Group