Shalat Tidak Sempurna Tanpa Bacaan Al-Faatihah yang Benar

Oleh: A. Hamid Husain (Alumni Pondok Modern Gontor, King Abdul Aziz University, dan Ummul Qura University)
Sayang masih banyak yang Shalatnya tidak sempurna yang disebabkan oleh hal hal sepele. Seperti bacaan Surah Al-Faatihah yang tidak benar. Padahal, Shalat tidak Sah jika tidak membaca Al-Faatihah.
Mari kita memperbaiki cara membaca Surah Al-Faatihah.
Membaca Surah Al-Faatihah, jangan setop seenaknya, dan jangan pula sambung seenaknya. Membaca Surah Al-Faatihah berbeda dengan membaca Surah surah Al-Quran lainnya.
Karena saat kita membaca Surah Al-Faatihah, kalimat demi kalimat, dijawab oleh Allaah SWT, kita sedang berdialog dengan Allaah SWT.
Maka saat membaca Surah Al-Faatihah, jangan terus menyambung ayat dengan ayat berikutnya, tidak setop, tidak berhenti pada tempatnya.
Berhentilah setiap kalimat pada tempatnya yang benar, di mana Allaah SWT sedang Menjawab dan tunggu selesai jawaban Allaah. Jika tidak "wukuuf" atau tidak "berhenti" sejenak, berarti tidak peduli akan jawaban Allaah SWT.
TRUE STORY:
1. Rasuulullaah ﷺ bersabda bahwa Al-Faatihah adalah dialog antara hamba dengan Tuhan:
قَالَ اللهُ تَعَالَى: قَسَمْتُ الصَّلَاةَ بَيْنِي وَبَيْنَ عَبْدِي نِصْفَيْنِ، وَلِعَبْدِي مَا سَأَلَ، فَإِذَا قَالَ الْعَبْدُ:{الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ}،قَالَ اللهُ تَعَالَى: حَمِدَنِي عَبْدِي.وَإِذَا قَالَ: {الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ}، قَالَ اللهُ تَعَالَى: أَثْنَى عَلَيَّ عَبْدِي. وَإِذَا قَالَ: {مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ}،قَالَ: مَجَّدَنِي عَبْدِي. وَقَالَ مَرَّةً فَوَّضَ إِلَيَّ عَبْدِي فَإِذَا قَالَ: {إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ}قَالَ: هَذَا بَيْنِي وَبَيْنَ عَبْدِي، وَلِعَبْدِي مَا سَأَلَ،فَإِذَا قَالَ: {اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ صِرَاطَ الَّذينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ}قَالَ: هَذَا لِعَبْدِي وَلِعَبْدِي مَا سَأَل. (رواه احمد و مسلم)
"Rasuulullaah ﷺ Bersabda bahwa Allaah SWT berfirman: “Saya membagi Shalat antara diri-Ku dan Hamba-Ku menjadi dua. Untuk hamba-Ku apa yang ia minta.
Apabila Hamba-Ku membaca: “Alhamdulillaahi Rabbil ‘Aalamiin”. Allaah Ta’aalaa Menjawab: “Hamba-Ku memuji-Ku”.
Apabila Hamba-Ku membaca: “Ar-Rahmaanir Rahiim”. Allaah Ta’aalaa menjawab: “Hamba-Ku mengulangi memujiKu”.
Apabila hamba-Ku membaca: “Maaliki Yaumid Diin”. Allaah menjawab;“Hamba-Ku mengagungkan Aku”.
Dalam riwayah lain, Allaah menjawab: “Hamba-Ku telah pasrahkan, menyerahkan dan mempercayakan semua urusannya kepada-Ku”. Apabila Hamba-Ku membaca: “Iyyaaka na’budu wa iyyaaka nasta’iin”.
Allaah Ta’aalaa menjawab: “Ini antara diri-Ku dan Hamba-Ku, dan untuk Hamba-Ku sesuai apa yang dia minta”.
Apabila Hamba-Ku membaca: “Ihdinas-Shiraathal mustaqiim….dst. sampai akhir Surah”. Allaah Ta’aalaa menjawab: “Ini milik Hamba-Ku dan untuk Hamba-Ku sesuai apa yang dia minta”,”(Hadits Sahih Riwayah Al-Imam Ahmad 7291, Muslim 395 dan yang lainnya dari Abu Hurairah RA).
POINTERS:
1. Betulkan cara membaca Al-Faatihah, terutama di saat Shalat. Saat membaca Al-Faatihah hayati ARTINYA, agar fikiran fokus tidak ke mana mana, dan Shalatpun lebih khusyuk dan ni'mat.
2. Saat membaca Al-Faatihah, setop berhentilah sejenak di setiap penghujung ayat ayat nya, kecuali 2 ayat terakhir. Jika tidak setop sejenak, seolah tidak peduli akan jawaban Allaah SWT.
3. Dimana sebaiknya setop atau "wuquf" وقوف atau berhenti sejenak membaca ayat ayat dari Surah Al-Faatihah? Yaitu:
a. Di ujung ayat kedua: "Alhamdu lillaahi Rabbil 'aalamiin" (setop). Karena, di ujung ayat ke 2 ini, Allaah SWT Menjawab bacaan kita.
b. Di ujung ayat ketiga: "Ar Rahmaanir Rahiim" (setop). Karena di ujung ayat ini, Allaah menjawab bacaan kita.
c. Di ujung ayat keempat "Maaliki Yaumid Diin" (setop). Karena di ujung ayat ini, Allaah menjawab bacaan kita.
d. Di ujung ayat kelima "Iyyaaka na'budu wa iyyaaka nasta'iin" (setop). Karena di ujung ayat ini, Allaah menjawab bacaan kita.
e. Ayat keenam dan ketujuh barulah boleh di sambung tanpa setop, tanpa berhenti membaca 2 ayat ini.
Setopnya adalah di ujung ayat ketujuh "Ghoiril maghduubi 'alaihim walad Dhaalliin" (setop). Karena di ujung ayat ini, Allaah menjawab bacaan kita.
4. Penjelasan tentang Hadits di atas:
a. Hadits tersebut di atas menegaskan bahwa Al-Faatihah adalah Rukun sahnya Shalat, sampai sampai Allaah Menyebut Al-Faatihah dengan kata Shalat.
b. Al-Faatihah disebut Shalat, karena Surah ini WAJIB dibaca saat Shalat. Dan Hamba yang membaca Surah Al-Faatihah ini ketika Shalat, hakekatnya dia sedang melakukan dialog dengan Tuhan nya.
c. Allaah Membagi bacaan Al-Faatihah dalam Shalat menjadi 2 bagian: setengah untuk Allaah dan setengah untuk Hamba Nya.
d. Setengah untuk Allaah ada di bagian awal, bentuknya adalah pujian untuk Allaah. Mulai dari ayat, ‘Alhamdulillaahi Rabbil ‘Aalamiin sampai ‘Maaliki Yaumid Diin.’
e. Dan setengahnya lagi untuk Hamba Nya, yaitu Doa memohon petunjuk dan keni'matan hidup seperti orang orang lain yang telah mendapatkan kebahagiaan dan keni'matan hidup.
f. Ada satu ayat yang dibagi dua, yaitu ayat 'Iyyaaka na’budu wa iyyaaka nasta’iin. Setengah untuk Hamba dan setengahnya untuk Allaah. "Iyyaaka Na’budu" ini untuk Allaah, dan iyyaaka nasta’in, ini untuk Hamba Nya.
5. Hayati makna setiap ayat yang dibaca, dan hayati pula jawaban dari Allaah SWT. Maka sungguh akan tambah khusyuk dan ni'mat sekali.
6. Itulah dialog antara Hamba dengan Allaah saat membaca Surah Alfatihah. Semoga semakin meningkatkan rasa khusyuk kita ketika menjalani ibadah Shalat.
7. Bagaimana Allaah SWT Menjawab Dialog Hamba Nya? Bukankah yang membaca Surah Al-Faatihah itu milyaran Manusia?
Allaah SWT itu Maha Kuasa untuk Melakukan apapun sesuai yang Allaah kehendaki. Dan tidak semua perbuatan Allaah, bisa dinalar oleh logika Manusia. Kewajiban kita adalah meyakini bahwa itu terjadi secara hakiki. Bagaimana prosesnya, Allaah yang Maha Tahu.
Sebagai penutup, mari kita berdoa dengan Doa yang diajarkan oleh Rasuulullaah ﷺ ini: "Yaa Allaah bimbinglah kami untuk selalu eling mengingat-Mu yaa Allaah, bersyukur dan beribadah dengan sebaik-baiknya kepada-Mu".
اللهم اعنا على ذكرك وشكرك وحسن عبادتك
Dapatkan update muslimobsession.com melalui whatsapp dengan mengikuti channel kami di Obsession Media Group
































