Surga itu Sekarang, Bukan Nanti!

Oleh: Drs. Muchlis Achmad (Ketua PD. Parmusi Kabupaten Gowa)
Dalam Pandangan Islam, surga sering kali digambarkan sebagai tempat yang penuh kenikmatan yang akan dinikmati oleh orang-orang yang beriman dan beramal shaleh setelah kehidupan dunia berakhir. Namun sebuah pemahaman yang sering kali dilupakan adalah bahwa surga ternyata tidak hanya ada di alam akhirat, tetapi juga bisa dirasakan oleh umat Islam di dunia ini.
Surga yang dimaksud dalam konteks ini bukanlah hanya tempat fisik yang penuh kenikmatan, tetapi juga pengalaman spiritual dan kebahagiaan batin yang dapat dicapai melalui ibadah dan muamalah, atau disebut juga sebagai kedekatan dengan Allah.
Surga dalam Perspektif Islam: Tidak Terbatas pada Akhirat
Dalam Al-Quran dan hadis-hadis Nabi Muhammaf ﷺ, surga sering digambarkan sebagai tempat yang dipenuhi dengan segala kenikmatan yang tak terbayangkan. Hal tersebut, antara lain tergambarkan dalam beberapa ayat surat Ar-Rahman berikut ini:
QS. Ar-Rahman, ayat 48: “Kedua surga itu mempunyai aneka pepohonan dan buah-buahan.”
QS. Ar-Rahman, ayat 50: “Di dalam kedua surga itu ada dua buah mata air yang memancar.”
QS. Ar-Rahman, ayat 52: “Di dalam kedua surga itu terdapat aneka buah-buahan yang berpasang-pasangan.”
QS. Ar-Rahman, ayat 54: “Mereka bersandar di atas permadani yang bagian dalamnya terbuat dari sutra tebal. Dan buah-buahan dari kedua surga itu dapat dipetik dari dekat.”
QS. Ar-Rahman, ayat 56: “Di dalam surga itu bidadari-bidadari yang membatasi pandangan, yang tidak pernah disentuh oleh manusia maupun jin sebelumnya. “
QS. Ar-Rahman, ayat 58: “Seakan-akan mereka itu permata yakut dan marjan.”
Maka nikmat Tuhanmu yang mana lagi yang kamu dustakan. ? Demikian Allah berfirman selanjutnya pada QS. Ar- Rahman ayat 59.
Namun demikian Islam juga mengajarkan bahwa kebahagiaan sejati bisa diperoleh melalui kedekatan dengan Allah SWT yang dimulai di dunia ini.
Allah SWT berfirman dalam Al-Quran: “Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shaleh, Kami akan masukkan mereka ke dalam surga yang di bawahnya mengalir sungai-sungai. Mereka kekal di dalamnya, dan itulah balasan bagi orang yang berbuat baik.” (QS. Al-Buruj, ayat 11).
Ayat ini menggambarkan surga sebagai ganjaran akhirat, tetapi Islam juga mengajarkan bahwa bahwa setiap amal kebaikan, ibadah dan pengabdian kepada Allah membawa seseorang lebih dekat kepada kebahagiaan yang sejati, yang bisa dirasakan di dunia.
Surga Itu Sekarang: Kebahagiaan Dunia dalam Islam
Pandangan bahwa surga itu “sekarang” dan bukan hanya nanti di akhirat, sangat ditekankan dalam berbagai ajaran Islam. Salah satu aspek penting dalam hidup seorang Muslim adalah meraih kedamaian batin melalui ketakwaan kepada Allah, yang tidak bergantung pada status sosial atau materi.
Kebahagiaan hakiki, menurut Islam, bukanlah bersifat sementara atau bergantung pada dunia fisik, tetapi pada ketenangan jiwa yang berasal dari iman dan ketaatan kepada Allah SWT, di antaranya:
1. Kebahagiaan dalam Ibadah
Salah satu cara mencapai surga di dunia adalah melalui ibadah yang ikhlas. Ketika seseorang beribadah dengan penuh kesadaran dan niat yang benar, ia akan merasakan kedamaian yang tak tergantikan oleh apapun.
Nabi Muhammad ﷺbersabda: “Sesungguhnya di dalam surga ada kenikmatan yang tidak pernah terlihat dalam hati manusia.”(HR. Bukhari)
Ibadah yang tulus kepada Allah membawa kebahagiaan batin yang melampaui dunia, dan rasa cinta kepada Allah menciptakan kedamaian di dalam hati.
2. Kedamaian dalam Taqwa dan Keikhlasan
Islam mengajarkan bahwa surga adalah buah dari ketakwaan. Taqwa yang berarti menjaga diri dari segala yang dilarang Allah dan berusaha melakukan segala perintah-Nya membawa ketenangan jiwa.
Dalam surat At-Taubah ayat 72 Allah berfirman: “Allah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan mengajarkan amal shaleh diantara kalian, bahwa Dia akan menjadikan mereka sebagai khalifah di bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka sebagai khalifah, dan Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia memberi ganti kepada mereka setelah rasa takut mereka menjadi aman sentosa. Mereka menyembah-KU tanpa menyekutukan-Ku dengan sesuatu apapun.”
Allah SWT berfirman dalam penggalan surat Ar-Rad ayat 28 “Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah (berdzikir) hati menjadi tenteram.”
Ayat ini menunjukkan bahwa orang yang bertakwa dan selalu mengingat Allah akan merasakan kedamaian dan keamanan dalam hidup mereka, baik di dunia maupun akhirat.
3. Surga dalam kehidupan sehari-hari
Surga juga bisa hadir dalam kehidupan sehari-hari melalui hubungan baik dengan sesama.Nabi Muhammad ﷺmenekankan pentingnya menjaga hubungan baik dengan keluarga, tetangga, dan masyarakat.
Beliau bersabda: “Tidak akan masuk surga orang yang memutuskan hubungan baik. “(HR. Muslim)
Sebuah penggalan hadis Nabi Muhammad ﷺyang diriwayatkan oleh An-Nasai’, Ibnu Majah dan Ahmad: “Berbaktilah kepada ibumu, sesungguhnya ada surga di bawah kedua telapak kakinya.”
Dengan menjaga hubungan baik, saling memberi, dan berbakti kepada kedua orang tua, umat Islam dapat merasakan kebahagiaan dan kedamaian yang merupakan cerminan dari surga di dunia.
Kesimpulan
Dalam Islam, surga bukanlah hanya sebuah tempat yang diidam-idamkan di akhirat, tetapi bisa dirasakan sejak di dunia ini.
Surga hadir dalam kebahagiaan batin yang diperoleh melalui kedekatan dengan Allah, pelaksanaan ibadah yang ikhlas, serta amal baik yang dilakukan dalam kehidupan sehari-hari.
Oleh karena itu, seorang Muslim dianjurkan untuk tidak hanya menunggu surga di akhirat, tetapi juga berusaha mencapainya dengan hidup sesuai dengan ajaran agama, karena surga itu adalah pengalaman spiritual yang bisa dinikmati mulai sekarang.*)
Dapatkan update muslimobsession.com melalui whatsapp dengan mengikuti channel kami di Obsession Media Group
































