Menggugurkan 6 Sumber Musibah dan Kesulitan Hidup

Menggugurkan 6 Sumber Musibah dan Kesulitan Hidup

Oleh: A. Hamid Husain (Alumni Pondok Modern Gontor, King Abdul Aziz University, dan Ummul Qura University)

Senada dengan tulisan saya terdahulu yang berjudul "Ember Bocor" yang saya kutip dari Khutbah Jumat Imam Masjid Alharam Makkah Syeikh As-Sudais Hafizhahullaah, sekarang ini saya kutipkan Wasiat dari Al-Imam Ibnul Qayyim Rahimahullaah yang meringkas dari berbagai ayat Al-Quran dan Hadits Rasuulullaah , dari 11 hal Penghancur Kehidupan oleh Al-Imam As-Sudais, menjadi 6. Namun yang 6 ini, adalah yang terdahsyat daya rusaknya.

Sehingga, orang yang tekun dan rajin beribadah pun tidak mampu menjadikannya orang baik karena terhina oleh kelakuannya sendiri karena 6 hal ini, sebagai induk dosa yang menjerumuskannya ke berbagai musibah yang mengantarkannya ke siksa Kubur menjelang siksa Api Neraka.

Yang anehnya, ke-6 kemungkaran tersebut melengket dan menyatu pada keseharian seseorang, namun ia tidak menyadarinya.

TRUE STORY:

Al-Imam Ibnul Qayyim Rahimahullaah menyimpulkan dari berbagai Ayat dan Hadits menjelaskan bahwa sumber berbagai kerusakan, kesulitan dan musibah di antaranya, adalah:

1. KESOMBONGAN (التكبر). Sifat inilah yang telah menjadikan Iblis sebagai makhluk terkutuk dan dikeluarkan dari Aljannatul Firdausil A'laa.

2. TAMAK (الطمع). Sifat inilah yang telah mengakibatkan dikeluarkannya Nabi Adam AS dari Surga.

3. HASAD (الحسد). Yaitu sifat dengki, sifat inilah yang telah menyeret salah satu putra Nabi Adam AS berbuat zhalim dan membunuh saudara kandungnya sendiri.

4. GOSSIP (النميمة). Yaitu suka menceritakan dan menyebar keburukan orang lain dibelakannya.

5. FITNAH (الفتنة). Yaitu suka menuduh orang lain yang bukan bukan untuk menjatuhkannya padahal yang dituduh tidak demikian. Fitnah adalah dosa maha dahsyat yang nilai hukumannya lebih berat dari hukuman membunuh orang.

Allaah SWT berfirman:

وَالْفِتْنَةُ اَشَدُّ مِنَ الْقَتْلِۚ (البقرة الاية ١٩١)

"Dan fitnah itu lebih kejam daripada pembunuhan,” (QS. Al-Baqarah, Surah ke-2, ayat 191, halaman 30).

Kenapa Fitnah itu dampaknya lebih kejam dari pembunuhan? Karena jika yang dibunuh sudah meninggal, ia tidak lagi merasakan derita fitnah yang dituduhkan kepadanya. Sedangkan orang yang masih hidup, akan merasakan derita dan perihnya dampak fitnah terus menerus, hari demi hari dari akibat fitnah yang menimpanya.

6. MAKAN MINUM YANG HARAM (اكل الحرام).

Sungguh memakan makanan haram, meminum minuman haram, atau menafkahi Isteri dan anak anak dari usaha yang haram, sama dengan mencari kehancuran dan kesulitan hidup Dunia dan Akhirat.

POINTERS:

1. Maka siapa yang menjauhkan diri dari buruknya ke-6 sifat ini, dia telah diselamatkan dari berbagai musibah, kesulitan dan kehancuran.

2. Dari ke-6 perbuatan terkutuk inilah, Manusia bisa berbuat apa saja yang lebih buruk lagi, bisa berbuat dosa dosa besar lainnya seperti: mengambil harta orang dengan cara menipu, korupsi, merampok, mencuri, selingkuh, membunuh bahkan berbuat kesyirikan yang merupakan dosa paling besar dari segala dosa.

3. Teruslah berusaha semaksimal mungkin menjauhi ke enam hal tersebut di atas.

4. Perlakukanlah orang lain dengan apa yang engkau inginkan orang lain perlakukan kepadamu. Berbuatlah untuk orang lain apa apa yang engkau inginkan untukmu.

5. Untuk mengimbangi dosa yang telah terlanjur diperbuat, maka biasakanlah mengamalkan untaian "Paket Hemat" di bawah ini, baca di pagi hari saat Matahari baru terbit dan di sore hari saat matahari akan tenggelam:

Kata "Paket Hebat" ini sekedar istilah untuk menggambarkan "ringan", mudah dan gampang, namun bobot pahalanya luar biasa besarnya, kata Nabi sama dengan pahala Haji, Umrah dan Mengkhatamkan Al-Quran.

Inilah bacaan "paket hemat" itu: Al-Faatihah, Ayat Kursi, 3 Ayat Terakhir Surah Al Hasyar (ayat 22,23,24), Al-Kaafirun (Qul yaa ayyuhal Kaafiruun....), Al-Ikhlas (Qul huwal Laahu Ahad...) 3x, Al-Falaq (Qul a'uudzu birabbil Falaq....), dan An Naas (Qul a'uudzu Birabbin  Naas...).

Adapun bacaat Surah Al-Hasyer Ayat 22-24 adalah:

هُوَ اللّٰهُ الَّذِيْ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَۚ عَالِمُ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِۚ هُوَ الرَّحْمٰنُ الرَّحِيْمُ هُوَ اللّٰهُ الَّذِيْ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَ ۚ اَلْمَلِكُ الْقُدُّوْسُ السَّلٰمُ الْمُؤْمِنُ الْمُهَيْمِنُ الْعَزِيْزُ الْجَبَّارُ الْمُتَكَبِّرُۗ سُبْحٰنَ اللّٰهِ عَمَّا يُشْرِكُوْنَ هُوَ اللّٰهُ الْخَالِقُ الْبَارِئُ الْمُصَوِّرُ لَهُ الْاَسْمَاۤءُ الْحُسْنٰىۗ يُسَبِّحُ لَهٗ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ

Huwallāhullażī lā ilāha illā huw, 'ālimul-gaibi wasy-syahādati, huwar-raḥmānur- raḥīm. Huwallāhullażī lā ilāha illā huw, Al-malikul-quddụsus-salāmul-mu`minul- muhaiminul-'azīzul- jabbārul-mutakabbir, sub-ḥānallāhi 'ammā yusyrikụn. Huwallāhul-khāliqul-bāri`ul-muṣawwiru lahul-asmā`ul-ḥusnā, yusabbiḥu lahụ mā fis-samāwāti wal-arḍi, wa huwal-'azīzul-ḥakīm.

"Dialah Allaah, TuhanYang tidak ada Tuhan selain Dia. Dialah Yang Maha Mengetahui yang gaib dan yang nyata. Dialah Allaah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Dialah Allaah Yang tidak ada Tuhan selain Dia. Dia Allaah Maha Raja, Yang Mahasuci, Yang Mahadamai, Yang Maha Menganugerahkan kedamaian, keamanan, Maha Mengawasi, Yang Mahaperkasa, Yang Mahakuasa, dan Yang Memiliki segala keagungan. Mahasuci Allaah dari apa yang mereka persekutukan.

Dialah Allaah Tuhan Yang Maha Pencipta, Yang Mewujudkan dari tiada, dan Yang Membentuk rupa. Dia memiliki nama-nama yang indah. Apa yang ada di Langit dan di Bumi senantiasa bertasbih kepada-Nya. Dialah Tuhan Yang Mahaperkasa lagi Mahabijaksana,” (QS. Al-Hasyer, surah ke-59, 3 ayat terakhirnya 22,23 & 24, halaman 548).

Sebagai penutup, mari kita berdoa dengan Doa yang diajarkan oleh Rasuulullaah ini: "Yaa Allaah bimbinglah kami untuk selalu eling mengingat-Mu yaa Allaah, bersyukur dan beribadah dengan sebaik-baiknya kepada-Mu".

اللهم اعنا على ذكرك وشكرك وحسن عبادتك

 



Dapatkan update muslimobsession.com melalui whatsapp dengan mengikuti channel kami di Obsession Media Group