Tidak Semua Mampu Mengucapkan Syahadat di Saat Sakaratul Maut

Tidak Semua Mampu Mengucapkan Syahadat di Saat Sakaratul Maut

Oleh: A. Hamid Husain (Alumni Pondok Modern Gontor, King Abdul Aziz University, dan Ummul Qura University)

Mengucapkan Kalimat Meng"Esakan" Allaah atau Syahadat di akhir hayatnya adalah syarat masuk Surga. Hanya sayang seribu sayang, tidak semua mampu mengucapkannya di saat ajal atau saat Ruh akan lepas meninggalkan jasad meskipun selama hayat di kandung badan rajin Shalat.

TRUE STORY:

Rasuulullaah bersabda:

مَنْ كَانَ آخِرُ كـلاَمـِهِ:  لاَ إِ لَهَ إِ لاَ اللهُ دَخـَلَ الجـَــنَّةَ. (رواه الحكيم)

“Siapa yang saat meninggal terakhir ucapannya:

 لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله

(Laa ilaaha illal llaah: Tidak Ada Tuhan Selain Allaah), maka ia masuk Surga," (Hadits Sahih Riwayah Al-Imam Al-Hakim).

POINTERS:

1. Mereka yang menjaga lisannyalah yang mudah mengucapkan syahadat. Al-Imam Ibnul Jauzi rahimahullaah mengingatkan:

‏فمَن حفظَ لسانهُ لأجلِ الله تعالىٰ في الدنيا، أطلقَ اللهُ لسانهُ بالشهادة عندَ الموتِ ولقاءِ الله تعالىٰ.ومَن سَرَّح لسانهُ في أعراضِ المسلمين، واتبعَ عَوراتهم، أمسكَ اللهُ لسانهُ عن الشهادةِ عند الموت.

"Siapa yang menjaga lisannya karenaTakut pada Allaah selama hidup di Dunia, maka Allaah akan Memudahkan lisannya mengucapkan Syahadat ketika dia meninggal dan bertemu dengan Allaah.

Sebaliknya, siapa yang tidak menjaga lisannya dari membicarakan kehormatan Ummat Muslim tetapi hanya mencari-cari aib mereka, Allaah akan Membuatnya sulit mengucapkan Syahadat ketika meninggal Dunia, “ (Kitab Bahrud Dumuu').

2. Ringan di Bibir. Satu-satunya kalimat berbahasa Arab yang sangat mudah pengucapannya adalah kalimat: "Laa Ilaaha illal llaah", sehingga kedua belah bibir tidak perlu bergerak, cukup lidah saja yang bergerak ringan. Tidak seperti Kalimat Dzikir lain yang bibir dan lidah bergerak setiap mengucapkan huruf-hurufnya.

3. Hafal dan amalkan sesering mungkin doa yang diajarkan oleh Rasuulullaah ini:

 اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ التَّرَدِّي ، وَالْهَدْمِ ، وَالْغَرَقِ ، وَالْحَرِيقِ ، وَأَعُوذُ بِكَ أَنْ يَتَخَبَّطَنِي الشَّيْطَانُ عِنْدَ الْمَوْتِ ، وَأَعُوذُ بِكَ أَنْ أَمُوتَ فِي سَبِيلِكَ مُدْبِرًا ، وَأَعُوذُ بِكَ أَنْ أَمُوتَ لَدِيغًا

Allaahumma innii a'uudzu biKa minat taraddii, wal hadmi, wal gharaqi, wal hariiqi. Wa a'uudzu biKa an yatakhabbataniisy SYAITHAANU 'indal mauti, wa a'uudzu biKa an amuuta fii sabiiliKa mudbiran, wa a'uudzu biKa an amuuta ladiighan.

"Yaa Allaah, sungguh aku berlindung kepada-Mu dan memohon dijauhkan dari: terjatuh dari tempat tinggi, tertimpa bangunan, terkena benturan keras dan tertimbun tanah longsor, tenggelam, terbakar.

Aku juga berlindung pada-Mu dari campur TANGAN SETAN ketika aku akan meninggal. Aku juga berlindung kepada-Mu dari meninggal dalam keadaan lari dari medan juang. Aku juga berlindung kepada-Mu dari meninggal karena tersengat hewan beracun".

Sebagai penutup, mari kita berdoa dengan Doa yang diajarkan oleh Rasuulullaah ini: "Yaa Allaah bimbinglah kami untuk selalu eling mengingat-Mu yaa Allaah, bersyukur dan beribadah dengan sebaik-baiknya kepada-Mu".

اللهم اعنا على ذكرك وشكرك وحسن عبادتك



Dapatkan update muslimobsession.com melalui whatsapp dengan mengikuti channel kami di Obsession Media Group