Pilih Mana: Kaya Tapi Menderita atau Miskin Tapi Bahagia?

Semua orang ingin hidup bahagia, hati damai dan perasaan tenang.

Pilih Mana: Kaya Tapi Menderita atau Miskin Tapi Bahagia?
Ilustrasi: Kaya dan Miskin.

Oleh: A. Hamid Husain (Alumni Pondok Modern Gontor, King Abdul Aziz University, dan Ummul Qura University)

Semua orang ingin hidup bahagia, hati damai dan perasaan tenang. Untuk mewujudkan ini, mari kita camkan nasehat berikut ini, meskipun hidup kita tidak bergelimang harta atau jabatan tinggi, namun bisa makan enak, tidur nyenyak dan tinggal di rumah yang nyaman.

TRUE STORY:

Agar hidup bahagia, Al-Imam Al-Hakim berwasiat agar selama hidup selalu berjuang mati matian mendapatkan dan jangan pernah mengalah dalam 3 hal ini, yaitu:

1. Agar selalu makan yang paling enak.

2. Agar selalu tidur di atas kasur yang termewah dan terbaik.

3. Agar selalu menempati rumah yang besar dan termewah.

Anaknya pun berkata: "Ayah, kita ini adalah keluarga MISKIN, bagaimana mungkin kita mampu mewujudkan itu semua?"

Al-Imam Al-Hakim menjelaskan:

1. Jika engkau mau makan, tunggulah perutmu lapar dahulu, baru makan. Maka, apa yang akan engkau makan, itulah makanan yang paling enak dirasakan.

2. Bekerjalah dengsn ikhlas sebanyak dan serajin mungkin, serius berusaha dan kerja keras. Jika sudah lelah, tentu butuh istirahat, maka tidurlah. Di saat tidur lelah itulah, terasa kasur yang ditiduri, itulah kasur yang paling ni'mat, paling mewah dan terbaik.

3. Pergaulilah semua orang dengan baik tanpa pilih-pilih status sosialnya, jika sudah baik dengan siapa saja, maka engkau akan selalu ada dalam hati, ingatan dan kenang yang baik di pikiran mereka. Maka di saat itulah, engkau telah tinggal dan menempati rumah yang termewah.

POINTERS:

1. Tidak semua makanan yang mahal, makan di resto yang mewah itu sehat, bahkan bisa bisa mendatangkan berbagai penyakit jika berlebihan. Terkadang makanan murah di warung yang sederhana lebih nyaman dan ni'mat jika disyukuri.

Maka, ingat pesan Rasuulullaah : "Jangan berlebihan, jangan mubazzir, karena sifat berlebihan, mubazzir itu adalah tabiatnya para pemuja Setan".

2. Jangan malas bergerak:

فى الحركة بركة والبركة فى الحركة

“Di dalam aktivitas dan gerak yang banyak, di situ ada berkah”. Tidak boleh malas dan diam menunggu.

3. Berbuatlah, jika sudah berbuat, sudah ada yang bisa disempurnakan. Jika belum berbuat, belum ada yang bisa disempurnakan.

4. Berbaik-baiklah dengan siapa saja, termasuk pada orang yang tak peduli, yang cuek, yang sinis dan iri padamu.

5. Tidak semua orang yang bergelimang harta, yang menduduki jabatan tinggi merasakan kebahagiaan.

Terkadang dengan harta banyak atau jabatan tinggi, membuat hidup hancur dan keluarga berantakan, ini apabila angkuh, sombong, jarang senyum ramah dan tidak serius BERSYUKUR.

Sebaliknya, orang yang biasa biasa saja, penghasilanpun sedang sedang saja bahkan mungkin pas pasan, namun hidup harmoni, banyak senyum, dan anak anak semua sukses, penuh berkah, jika rajin bersyukur.

6. Rajinlah bersyukur: "Sungguh, jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambahkan ni'mat kepadamu. Tetapi, jika kamu mengingkari ni'matKu, maka pasti azabKu sangat berat," (QS. Ibrahim, Surah ke-14, ayat 7, halaman 256).

Sebagai penutup, mari kita berdoa dengan Doa yang diajarkan oleh Rasuulullaah ini: "Yaa Allaah bimbinglah kami untuk selalu eling mengingat-Mu yaa Allaah, bersyukur dan beribadah dengan sebaik-baiknya kepada-Mu".

اللهم اعنا على ذكرك وشكرك وحسن عبادتك



Dapatkan update muslimobsession.com melalui whatsapp dengan mengikuti channel kami di Obsession Media Group