Jumlah Memang Banyak, Tapi Bagai Buih di Laut

Oleh: A. Hamid Husain (Alumni Pondok Modern Gontor, King Abdul Aziz University, Ummul Qura University, dan Pembina Alhusniyah Islamic School)
Kini keadaan kita tidak baik baik saja. Meski jumlah mayoritas, banyak, tetapi bagai BUSA BUIH di Laut, mudah dipecah pecah dan hanyut oleh tiupan angin dan ombak, mudah diobok-obok oleh yang minoritas.
Kenapa? Karena kualitas Iman dan ibadah yang minim, dan dicampur banyak berbohong, gunjing dan adudomba alias kadzzaab, ghiibah, namiimah. Kebanyakan baru di level MUSLIM, belum sampai ke level MUKMIN, apa lagi MUHSIN.
TRUE STORY:
1. Al-Imam Mutawalli Asy-Sya’raawi, ulama terkemuka dunia, yang juga salah satu dosen saya saat saya kuliah di Ummul Qura University, Makkah, Arab Saudi, yang kemudian beliau ditunjuk menjadi Menteri Agama dan Wakaf Republik Mesir, mengisahkan:
“Saat berada di San Fransisco, Amerika, ada orientalis bertanya kepada saya: ‘Apakah ayat-ayat Al-Quran kalian seluruhnya benar?’.
Saya jawab: “Iyya, yakin seluruhnya benar!”
Ia lanjut bertanya: “Lalu mengapa Allaah jadikan orang-orang yang Kufur berkuasa atas kalian, padahal Allaah Ta’ala berfirman: “Dan Allaah sekali-kali tidak akan memberi jalan kepada orang-orang Kufur untuk menguasai orang-orang yang beriman atau mukminuun:
وَلَن يَجْعَلَ ٱللَّهُ لِلْكَٰفِرِينَ عَلَى ٱلْمُؤْمِنِينَ سَبِيلًا
(QS. An-Nisaa', surah ke-4 ayat 141, halaman 101).
Maka saya menjawab: “Karena kami masih sebatas Muslimuun belum Mukminuun.”
Dia bertanya lagi: “Lalu apa bedanya Mukmin dan Muslim?”
Saya menjawab;“Kaum Muslimuun hari ini, menunaikan seluruh syariah Islam, dari Shalat, Zakat, Haji dan Umrah, puasa Ramadhan, dan ibadah ibadah lainnya, namun, sungguh, mereka sangat gersang! Mereka gersang ilmu, ekonomi, sosial, politik, militer, dan lainnya.
Mengapa kegersangan ini terjadi? Sudah dijelaskan dalam Al-Quran:
قَالَتِ الْأَعْرَابُ آمَنَّا قُلْ لَمْ تُؤْمِنُوا وَلَكِنْ قُولُوا أَسْلَمْنَا وَلَمَّا يَدْخُلِ الْإِيمَانُ فِي قُلُوبِكُمْ
“Orang-orang Arab Badui pedalaman itu berkata: "Kami telah beriman". Katakanlah: "Kamu belum beriman, tapi katakanlah 'kami telah ber Islam', karena Iman itu belum masuk ke dalam hatimu,” (QS. Al-Hujuraat, surah ke-49, ayat 14, halaman 517).
Dia bertanya lagi: “Lantas apa yang membuat mereka dalam kegersangan semacam ini?”
Saya menjawab: “Al-Quran telah menerangkannya, karena kaum Muslim belum meningkat hingga ke level Mukmin, coba kita renungkan ayat-ayat di bawah ini:
Andaikan mereka benar-benar beriman, tentu Allaah akan menangkan mereka, berdasarkan Firman Allaah SWT berikut ini:
وَكَانَ حَقًّا عَلَيْنَا نَصْرُ الْمُؤْمِنِينَ
“Dan Kami selalu berkewajiban menolong orang-orang yang beriman, yaitu Mukminuun,” (QS. Ar-Ruum, surah ke-30, ayat 47, halaman 409).
Andaikan mereka beriman tentu mereka yang paling berkedudukan tinggi di antara Ummat dan bangsa lain, berdasarkan Firman Allah SWT:
وَلَا تَهِنُوا وَلَا تَحْزَنُوا وَأَنْتُمُ الْأَعْلَوْنَ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ
“Janganlah kamu bersikap lemah, dan jangan pula kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi derajatnya, jika kamu orang-orang yang beriman atau Mukminuun,” (QS. Aali-Imraan, surah ke-3, ayat 139, halaman 67).
Andaikan mereka beriman tentu tiada satu Ummat pun menguasai mereka, berdasarkan Firman Allaah SWT:
وَلَنْ يَجْعَلَ اللَّهُ لِلْكَافِرِينَ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ سَبِيلًا
“Dan Allaah sekali-kali tidak akan memberi jalan kepada orang-orang yang Kufur untuk menguasai orang-orang yang beriman atau Mukminuun,” (QS. An-Nisaa’, surah ke-4, ayat 141, halaman 101).
Andaikan mereka beriman tentu Allaah tidak akan membiarkan mereka di atas kondisi yang sangat menyedihkan seperti dewasa ini, berdasarkan firman Allaah SWT berikut:
مَا كَانَ اللَّهُ لِيَذَرَ الْمُؤْمِنِينَ عَلَى مَا أَنْتُمْ عَلَيْهِ
“Allaah sekali-kali tidak akan Membiarkan orang-orang yang beriman dalam keadaan kamu sekarang ini,” (QS. Aali-Imraan, surah ke-3, ayat 179, halaman 73).
Andaikan mereka beriman tentu Allaah akan bersama mereka dalam segala kondisi, berdasarkan Firman Allaah SWT:
وَأَنَّ اللَّهَ مَعَ الْمُؤْمِنِينَ
“Dan sungguh, Allaah selalu menyertai dan membersamai orang-orang yang beriman, mereka yang Mukminuun,” (QS. Al-Anfaal, surah ke-8, ayat 19, halaman 179).
Namun mereka masih di level Muslimuun, belum meningkat hingga ke level Mukminuun, Allah SWT berfirman:
وَمَا كَانَ أَكْثَرُهُمْ مُؤْمِنِينَ
“Dan kebanyakan mereka tidak beriman,” [QS. Asy-Syu’araa, surah ke-26, ayat 190, halaman 375).
Lantas "siapakah orang orang yang beriman itu?"
Jawabannya ada dalam Al-Quran:
التَّائِبُونَ الْعَابِدُونَ الْحَامِدُونَ السَّائِحُونَ الرَّاكِعُونَ السَّاجِدُونَ الْآمِرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَالنَّاهُونَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَالْحَافِظُونَ لِحُدُودِ اللَّهِ وَبَشِّرِ الْمُؤْمِنِينَ
"Mereka itu adalah orang-orang yang bertaubat, yang beribadah, yang memuji, yang melawat, yang ruku', yang sujud, yang kerjanya berbuat ma'ruf dan mencegah berbuat munkar dan yang memelihara hukum-hukum dan aturan Allaah. Dan gembirakanlah orang orang Mukmin itu,” (QS. At-Taubah, surah ke-9, ayat 112, halaman 205).
Coba kita perhatikan, sungguh, Allaah SWT telah mengaitkan kemenangan, kekuasaan, dan meningkatnya kondisi kebaikan bagi MUKMINUUN bukan MUSLIMUUN.
POINTERS:
1. Jadilah orang orang yang beriman yang sesungguhnya, kaaffah. Lakukanlah semua ibadah dengan PENUH KEYAKINAN, dan Khusyuk. Bukan sekedar ritual belaka.
2. Karena sungguh, Allaah SWT, ingin Melihat out put, hasil dari ibadah yang kita lakukan, bukan ibadahnya, tapi hasil dari ibadah itu sendiri. Misal, hasil dari Shalat adalah mencegah dari berbuat keji dan kemungkaran:
ان الصلاة تنهى عن الفحشاء والمنكر
Jadi, jangan rajin Shalat, tapi tetaaaaap saja nakal, korupsi, zhalim, bohong, nipu, selingkuh, gossip, hoaks dll. Mana out put dari Shalatnya??
Padahal yang Allaah inginkan adalah dampak positifnya, out put, hasil ibadahnya. Rasulullah SAW bersabda:
ان الله يحب أن يرى أثر نعمته على عبده. الترمذى
"Sungguh, Allaah itu ingin melihat bekas, dampak dan hasil dari Ni'mat Islam dan iman pada Hamba-Nya,” (Hadits Sahih Riwayah Al-Imam At-Tirmidzi).
3. Bagai busa buih di laut yang mudah dikocar-kacirkan hanyut oleh angin dan ombak. Rasuulullaah SAW bersabda:
يُوشِكُ الْأُمَمُ أَنْ تَدَاعَى عَلَيْكُمْ كَمَا تَدَاعَى الْأَكَلَةُ إِلَى قَصْعَتِهَا، فَقَالَ قَائِلٌ: وَمِنْ قِلَّةٍ نَحْنُ يَوْمَئِذٍ؟ قَالَ: «بَلْ أَنْتُمْ يَوْمَئِذٍ كَثِيرٌ، وَلَكِنَّكُمْ غُثَاءٌ كَغُثَاءِ السَّيْلِ، وَلَيَنْزَعَنَّ اللَّهُ مِنْ صُدُورِ عَدُوِّكُمُ الْمَهَابَةَ مِنْكُمْ، وَلَيَقْذِفَنَّ اللَّهُ فِي قُلُوبِكُمُ الْوَهْنَ»، فَقَالَ قَائِلٌ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، وَمَا الْوَهْنُ؟ قَالَ: «حُبُّ الدُّنْيَا، وَكَرَاهِيَةُ الْمَوْتِ. (رواه ابو داود)
"Hampir tiba masanya kalian diperebutkan seperti sekumpulan pemangsa yang memperebutkan makanannya’. Ada yang bertanya: ‘Apakah karena jumlah kita sedikit?’
‘Tidak, bahkan jumlah kalian banyak, akan tetapi kalian seperti BUIH yang mengapung. Dan Allaah telah mencabut rasa gentar dari dada musuh kalian terhadap kalian. Dan Allaah telah menimpakan dalam hati kalian penyakit Al-Wahn.
Seseorang bertanya : ”Yaa Rasuulallaah, apa Al-Wahn itu?” Nabi SAW bersabda : ”Cinta Dunia dan takut akan kematian. (Hadits Sahih Riwayah Abu Dawud, no. 4297).
4. Hafal dan amalkan doa yang diajarkan oleh Nabi ini, memohon keselamatan hidup dan dijauhkan dari segala kesulitan:
اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَمِنْ عَذَابِ النَّارِجَهَنَّمَ، وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَسِيْحِ الدَّجَّالِ.
Allaahumma innii a’uudzu bika min ‘adzaabil qabri wa min ‘adzaabinnaari jahannama wa min fitnatil mahyaa wal mamaati wa min fitnatil masiihid dajjaal.
“Yaa Allaah, sungguh, aku berlindung pada-Mu dari azab Api Neraka Jahannam, azab Kubur, dari cobaan hidup dan siksa kematian, dan dari ancaman Dajjal,” (Hadits Sahih Riwayah Al-Bukhari dan Muslim).
Sebagai penutup, mari kita berdoa dengan doa yang diajarkan oleh Rasuulullaah SAW ini: "Yaa Allaah bimbinglah kami untuk selalu eling mengingat-Mu yaa Allaah, bersyukur dan beribadah dengan sebaik-baiknya kepada-Mu".
اللهم اعنا على ذكرك وشكرك وحسن عبادتك
Dapatkan update muslimobsession.com melalui whatsapp dengan mengikuti channel kami di Obsession Media Group
































