Kamala Harris Punya Garis Keturunan Muslim atau Arab?
Dalam Bahasa Arab Kamala (Kamilah) berarti utuh. lengkap dan sempurna.

Jakarta, Muslim Obsession - Kemunduran Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden dalam kontestasi politik pemilihan presiden AS November 2024 memunculkan nama Wakil Presiden Kamala Harris yang berpotensi menggantikan Biden dalam pilpres 2024.
Namun belakangan santer disebut-sebut Kamala punya darah keturunan Muslim atau ada garis keturunan Arab, lantaran nama depannya 'Kamala'.
Dalam Bahasa Arab Kamala (Kamilah) berarti utuh. lengkap dan sempurna. Sedangkan dalam bahasa Sansekerta, bahasa klasik India. Nama "Kamala" berarti "teratai" dan nama ini sangat umum di kalangan masyarakat India.
Bertentangan dengan rumor yang beredar, Kamala Harris bukanlah seorang Muslim atau keturunan Arab. Berdasarkan data historis yang beredar, isu mengaitkan Kamala dengan Islam adalah ulah lawan politiknya untuk mengaitkannya dengan isu Islamofobia.
Dilansir dari NewArab.com, Kamala Harris pernah menyebutkan dirinya adalah anggota Gereja Baptis Ketiga San Francisco. Latar belakang agamanya beragam: ibunya beragama Hindu, dan ayahnya beragama Kristen. Harris memeluk agama Kristen dan suaminya, Douglas Emhoff, beragama Yahudi.
Dalam beberapa tahun terakhir, Wakil Presiden Kamala Harris telah menjadi subjek berbagai rumor soal asal usulnya, khususnya klaim yang menyatakan bahwa ia memiliki garis keturunan Muslim atau Arab. Klaim-klaim beredar luas di media sosial dan beberapa media sayap kanan, yang juga lawan politiknya. Namun klaim-klaim tersebut tidak memiliki dasar fakta apa pun.
Kamala Harris lahir pada tanggal 20 Oktober 1964 di Oakland, California. Ibunya berasal dari India, sedangkan ayahnya, Donald Harris, adalah keturunan Jamaika. Latar belakang yang beragam ini telah memainkan peran penting dalam membentuk identitas dan perspektif politiknya. Harris tumbuh dalam lingkungan multikultural yang membuatnya bisa diterima di banyak kalangan.
Nama depan Kamala Harris, "Kamala," berasal dari bahasa Sansekerta, bahasa klasik India. Nama "Kamala" berarti "teratai" dan umum di kalangan orang-orang keturunan India. Hal ini mencerminkan warisan ibunya, karena ibunya, Shyamala Gopalan, adalah seorang ilmuwan kanker payudara dari India.
Meskipun berakar dari bahasa Sansekerta, kemiripan nama tersebut dengan nama Arab "Kamal," atau "Kamilah" yang berarti "kesempurnaan" atau "kelengkapan.
Beberapa tokoh masyarakat, termasuk mantan Presiden Donald Trump dan pembawa acara Fox News Tucker Carlson dan Laura Ingraham, sempat salah mengucapkan namanya. Kesalahan ini diduga sengaja karena salah mengucapkan nama etnis dianggap oleh banyak orang sebagai bentuk ketidakpekaan budaya dan pengucilan.
Setelah meraih gelar Juris Doctor dari Universitas California, Hastings College of the Law, ia menjabat sebagai wakil jaksa wilayah di Alameda County. Pada tahun 2003, ia terpilih sebagai Jaksa Wilayah San Francisco dan kemudian menjadi Jaksa Agung California pada tahun 2010.
Pemilihannya sebagai anggota Senat AS pada tahun 2016 menoreh sejarah baru yang menjadikannya sebagai wanita Afrika-Amerika kedua dan orang Asia-Amerika pertama yang menjabat di Senat.
Pada tahun 2020, Joe Biden memilih Harris sebagai calon wakil presidennya, dan pemilihan berikutnya menjadikan Harris sebagai Wakil Presiden wanita pertama Amerika Serikat, sekaligus pejabat wanita dengan jabatan tertinggi dalam sejarah AS.
Dalam perkembangan politik yang signifikan, Presiden Joe Biden memutuskan pada hari Minggu untuk tidak mencalonkan diri kembali dan telah mendukung Kamala Harris sebagai kandidat Demokrat untuk pemilihan presiden 2024.
Keputusan ini muncul setelah meningkatnya seruan dari anggota parlemen Partai Demokrat agar Biden menyerahkan tongkat estafet. Harris dengan cepat muncul sebagai calon terdepan untuk nominasi Demokrat, didukung juga oleh tokoh-tokoh terkemuka seperti Barack Obama, Nancy Pelosi, dan keluarga Clinton.
Perkembangan ini kemungkinan akan membuat Partai Republik kalang kabut calon Presiden Donald Trump dan pasangannya Senator JD Vance. Laporan menunjukkan mereka lebih suka melawan Biden, karena menganggap Biden adalah presiden petahana sehingga mudah dikalahkan.
Jenis kelamin Harris dan latar belakang yang beragam juga akan membuat marah kelompok xenofobia dan misoginis di kalangan ekstrem kanan Amerika, yang sebagian besar pendukungnya gemar dengan teori konspirasi.
Dengan nada rasis yang jelas, kelompok kanan garis keras Amerika dan Donald Trump sendiri telah lama mempertanyakan garis keturunan Barack Obama, misalnya, dengan mendukung teori konspirasi 'Birther' yang secara keliru menyatakan bahwa ia tidak lahir di Amerika Serikat.
Karena alasan yang sama, lawan-lawan politik Harris kemungkinan besar akan memicu xenofobia dan Islamofobia setelah dia resmi naik menjadi calon presiden mendapat tiket dari Partai Demokrat. (fan)
Dapatkan update muslimobsession.com melalui whatsapp dengan mengikuti channel kami di Obsession Media Group
































