Rajin Shalat Dhuha, Tapi Masih Miskin, Begini Penjelasan Gus Baha

Rajin Shalat Dhuha, Tapi Masih Miskin, Begini Penjelasan Gus Baha

Jakarta, Muslim Obsession - Banyak orang mengharapkan agar dimudahkan dan diberi rezeki melimpah oleh Allah SWT. Selain ikhtiar lahir dengan bekerja keras, amalan batin juga kerap dilakukan. Salah satunya umumnya orang dengan melaksanakan shalat dhuha.

Shalat dhuha merupakan shalat sunnah yang dikerjakan pagi hari saat matahari sedang naik hingga menjelang waktu dzuhur.

Salah satu keutamaan shalat dhuha adalah diberi kemudahan dan kelancaran rezeki atau dicukupi kebutuhan hidupnya oleh Allah SWT.

Oleh karena itu, tak sedikit orang yang rajin mengerjakan shalat dhuha karena ingin diberikan rezeki.

Namun, kehidupan setiap orang memang berbeda-beda. Ada pula orang-orang yang sudah rutin mengerjakan shalat dhuha tapi masih merasa dirinya miskin.

Bahkan, terkadang ada orang yang berpikir mengapa dirinya tidak kaya meski sudah sering shalat dhuha, sedangkan orang yang tidak shalat dhuha malah kaya.

Ternyata di balik semua itu, Allah SWT memiliki alasan tersendiri kenapa tidak memberi kaya kepada hamba-Nya yang sering mengerjakan shalat sunnah.

Kenapa orang yang sering shalat dhuha miskin dan yang tidak shalat dhuha malah kaya? Simak penjelasan, Gus Baha berikut ini.

Gus Baha pernah mengatakan, seorang muslim harus berpikir nubuwwah atau cara berpikir yang masuk akal.

Seseorang harus berpikir nubuwwah agar tidak salah dan tidak ada keraguan dalam beribadah kepada Allah SWT.

Gus Baha mengisahkan, zaman dulu ada orang Anshar yang sudah lama masuk Islam protes kepada Rasulullah SAW karena di saat pembagian rampasan perang, orang Quraisy yang baru masuk Islam justru mendapat jatah yang lebih banyak.

Sedangkan orang Anshar pengikut Rasulullah SAW mendapat jatah lebih sedikit, sehingga ia merasa tidak adil dan protes.

Kemudian Rasulullah SAW menjelaskan, orang-orang yang baru masuk Islam itu diberi kambing dan unta, kemudian langsung pulang.

Sedangkan orang-orang Anshar yang sudah berjuang harta benda untuk dakwah Nabi justru hanya diminta pulang dengan tangan kosong bersama Rasulullah SAW.

Mendengar jawaban dari Rasulullah SAW, orang-orang Anshar tersebut menangis. Kemudian mereka pulang ke Madinah bersama Rasulullah SAW.

Gus Baha menjelaskan, jika sudah lama menolong, maka teruskan saja agar status kita sampai mati adalah sebagai penolong Allah SWT dan Rasulullah SAW.

"Justru kalau sudah lama menolong, ya teruskan saja sampai mati supaya statusnya penolong Allah dan Rasul," ujar Gus Baha.

Sementara, jika Nabi SAW sudah jaya kemudian kita meminta, maka statusnya menjadi tamak kepada Allah SWT dan Rasulullah SAW.

"Tapi jika Nabi sudah jaya lalu kamu meminta, berarti statusmu tamak kepada Allah dan Rasul," ujarnya.

Begitu pula dengan orang yang biasa melakukan shalat sunnah, seperti shalat tahajud, witir dan lainnya, terkadang oleh Allah tidak diberi kaya karena Allah suka pada sujudnya.

"Bukan malah kok di transaksional, 'Gusti, saya sudah lama tahajud dan dhuha tapi kok tetap miskin?" kata Gus Baha.

"Orang yang tidak pernah shalat dhuha kok kaya?" lanjutnya.

Gus Baha menegaskan, pemikiran yang seperti itu adalah pemikiran yang salah.

Sebagai orang nubuwaah harus berpikiran jika belum diberi kaya oleh Allah SWT, maka tandanya Allah SWT masih ingin mendengar doa dan sujud hamba-Nya.