Pahala Puasa Akan Tergerus Oleh Gosip dan Buruk Sangka

Pahala Puasa Akan Tergerus Oleh Gosip dan Buruk Sangka
Oleh: A. Hamid Husain (Alumni Pondok Modern Gontor, King Abdul Aziz University, dan Ummul Qura University) Salah satu ibadah yang menyelamatkan adalah selalu bersikap "Husnuzzan" berbaik sangka. Salah satu sikap yang dimurkai Allaah adalah "Suu uzzan, berburuk sangka". Orang yang suka berbaik sangka, wajahnya bersinar, sejuk adem, tenang dan selalu senyum. Orang yang suka berburuk sangka, wajahnya gelap, stres, suka marah, tegang, cembetut, dan brutal. Alhamdulillaah, selama sebulan, kita telah berlapar lapar puasa, bercapek capek Qiyaamullail, sabar bertahajjud, tekun membaca Al-Quran dan I'tikaf. In Syaa Allaah, semua ini Allaah akan membalasnya dengan ampunan dan surga-Nya. Maka, janganlah menghapus pahala amal ibadah selama Ramadhan dengan cacian, ujaran kebencian, buruk sangka, Namiimah, Ghiibah, iri dan dengki. BACA JUGA: Menjadi Lebih Baik Setelah RamadhanTRUE STORY: 1- Allaah SWT berfirman kepada Nabi Musa dan Harun AS:

قال اللّه تعالى لموسى وهارون: اذْهَبَا إِلَى فِرْعَوْنَ إِنَّهُ طَغَى (٤٣) فَقُولَا لَهُ قَوْلاً لَيِّناً لَعَلَّهُ يَتَذَكَّرُ أَوْ يَخْشَى (٤٤) (طه ٢٠ الاية ٥٣ – ٤٤)

"Pergilah kamu berdua kepada Fir'aun, sungguh dia telah melampaui batas. Dan berbicaralah kepadanya dengan bahasa yang lembut, semoga dia sadar mengingat dan taat pada Allaah," (QS. Thaaha, surah ke-20, Ayat 43-44, halaman 414). Ayat suci yang mulia ini memberi tips cara terbaik mengingatkan pemimpin dan siapa saja, agar selalu berbicara santun, tidak teriak teriak dan mesti mengayomi. 2- Jangan hanya di bulan Ramadhan saja kompak. Kalau di bulan Ramadhan, semua kompak standby menunggu waktu Adzan Maghrib untuk berbuka Puasa, maka, setelah Ramadhan, seharusnya kita juga mampu standby menunggu waktu Adzan Shalat Fardhu lima waktu di luar Ramadhan agar terbiasa ISTIQAMAH Shalat di awal waktu. BACA JUGA: Kita Lanjut Puasa Lagi Agar Allah Semakin SayangPOINTERS: 1- Agar kita tenang beribadah, maka terhadap Penguasa Kafir saja Allaah SWT Perintahkan kita untuk berkata santun, lemah lembut, demikian pula jika berbicara kepada siapa saja, jaga kesantunan, jauhi rasa takabbur dan jangan berburuk sangka, kecuali kalau sudah keterlaluan, mempersulit kita beribadah, barulah kita berjihad memusnahkannya. 2- Tidak ada negara yang aman, damai dan rakyatnya sejahtera tenang beribadah di muka Bumi ini, jika semua orang bebas melakukan kekerasan, mencaci, menghujat, ujar kebencian dan fitnah. Cukuplah menjadi pelajaran mahal, dari banyak negara Arab yang saling membunuh, hancur, membuat warganya pergi menjadi pengungsi karena bebas mencaci, menghujat dan saling menghina. 3- Ini ada 6 nasehat penting dari Al-Imam Al-Gazali bagaimana umat muslim bersikap dalam kesehariannya: BACA JUGA: Ibadah Kita Selama Ramadhan Telah Terekam Sempurna
  • Jika berjumpa dengan anak-anak kecil, anggaplah anak-anak itu lebih MULIA dari dirimu, karena anak-anak belum banyak melakukan dosa.
  • Apabila bertemu dengan orang tua, anggaplah dia lebih MULIA dari dirimu, karena dia sudah lama beribadah pada Allaah SWT, dibandingkan dengan dirimu.
  • Jika bertemu dengan orang Alim, orang Soleh, anggaplah dia lebih MULIA dari dirimu, karena dia lebih banyak ilmu yang dipelajarinya dan lebih banyak mengetahui, dan lebih taat dibandingkan dengan dirimu.
  • Jika bertemu dengan orang jahil, bodoh, anggaplah dia lebih MULIA dari dirimu, karena dia melakukan dosa dalam kejahilan, sedangkan kita melakukan dosa dalam keadaan sadar dan tahu.
  • Jika melihat orang jahat, jangan anggap dirimu lebih MULIA dari dia, karena mungkin di suatu hari nanti akan insaf dan bertobat atas kesalahan yang telah dilakukannya.
  • Jika bertemu dengan orang yang kufur mengingkari Allaah, katakan di dalam hati bahwa mungkin suatu hari nanti, dia akan diberi hidayah oleh Allaah SWT dan akan memeluk Islam, maka segala dosa dosanya akan diampuni oleh Allaah SWT.
(Ref.: Kitab "Ihyaa 'Uluumuddiin". 4- Jika orang yang engkau sakiti masih baik terhadapmu, bukan berarti dia bodoh, hanya saja tingkat moralnya sudah di atas mu. 5- Jika harta kekayaan dan ketinggian status sosial adalah tolak ukur kesuksesanmu, cobalah periksa kembali, mungkin panutanmu bukan Nabi Muhammad, Rasuulullaah SAW, tapi Fir'aun dan Qaaruun. 6- Selalu mendahulukan berbaik sangka, Husnuz zan. Jauhi berburuk sangka, suu uzzan. Penutup, mari kita berdoa: Yaa Allaah, anugerahi kami kemudahan untuk selalu menjalankan apa apa yang dicontohkan oleh Rasuulullaah SAW dan menjauhi apa apa yang dilarang oleh Rasuulullah SAW. Yaa Allaah, bimbing kami untuk selalu eling mengingat-Mu yaa Allah, bersyukur dan beribadah dengan sebaik-baiknya.

اللهم اعنا على ذكرك وشكرك وحسن عبادتك