4 Cara Pertajam Ingatan dari Ustadz Adi Hidayat

Muslim Obsession - Sebagian orang kerapkali mengeluh tentang sulitnya menghafal dan merasa ingatan mereka sangat lemah. Terutama bagi para pelajar yang sering mengalami kesukaran dalam menghafal pelajaran, atau bahkan mereka yang ingin menghafal ayat Al-Quran. Bagi Anda yang juga mengalami hal serupa, tidak perlu khawatir dan jangan bersedih hati, karena Ustadz Adi Hidayat punya tipsnya! Dia mengatakan bahwa setidaknya ada empat cara untuk mempertajam ingatan atau menghafal. Tapi sebelumnya, wajib kita ketahui juga empat sifat hafalan. Pertama, ada orang yang cepat menghafal tapi sulit lupa. Kedua, lambat hafalnya lambat pula lupanya. Ketiga, orang yang cepat hafalnya cepat pula lupanya. Lalu yang terakhir, lambat hafalnya tapi cepat lupanya. Jadilah kita yang cepat hafalnya tapi tidak lupa-lupa. Bagaimana caranya? lanjut Ustadz Adi langkah pertama ialah luruskan niat.
Selanjutnya dalam psikologi pendidikan modern, menurut Ustadz Adi umumnya orang yang mau belajar memiliki dua macam niat. "Ada intrinsik dan ekstrinsik. Pertama intrinsik yang maknanya mengumpulkan pengetahuan untuk dirinya sendiri. Kedua ekstrinsik yaitu menuntut ilmu untuk tujuan lain seperti, mendapat ijazah, pekerjaan dan lain-lain," terang Ustadz Adi, dalam sebuah cuplikan ceramah pendek yang diunggah di Youtube. Tapi Islam tidak di antara keduanya. Karena jika kita niat belajar untuk pribadi, artinya kita menyandarkan diri kepada sifat kemanusiaan yang memiliki keterbatasan. Pun jika kita niatkan belajar untuk dunia, maka saat dunia sudah dicapai, ilmu pun bisa hilang. "Kalau Anda ingin mendapatkan ilmu yang melekat dalam jiwa, maka titipkan dan niatkan untuk yang tidak memiliki batasan yaitu Allah. Jadi ketika kita ingin belajar dan menghafal niatkan hanya karena Allah," jelas Ustadz Adi. Tips kedua ialah kesungguhan. Di antara ciri kesungguhan adalah mencatat dan berdoa sebelum belajar atau menghafal. "Allahumma faqqihni fiddiin wa 'álimni ta'wil. Allah akan kuatkan Insya Allah. Selanjutnya yang ketiga ialah tingkatkan amal shalih, karena ilmu adalah cahaya, dan yang terakhir ialah meninggalkan maksiat," tandasnya. Jika kita bisa menjalankan empat cara ini Insya Allah, tutur Ustadz Adi Allah akan menjaga kekuatan ingatan kita dan selalu berada dalam kebaikan. (Vina)
Selanjutnya dalam psikologi pendidikan modern, menurut Ustadz Adi umumnya orang yang mau belajar memiliki dua macam niat. "Ada intrinsik dan ekstrinsik. Pertama intrinsik yang maknanya mengumpulkan pengetahuan untuk dirinya sendiri. Kedua ekstrinsik yaitu menuntut ilmu untuk tujuan lain seperti, mendapat ijazah, pekerjaan dan lain-lain," terang Ustadz Adi, dalam sebuah cuplikan ceramah pendek yang diunggah di Youtube. Tapi Islam tidak di antara keduanya. Karena jika kita niat belajar untuk pribadi, artinya kita menyandarkan diri kepada sifat kemanusiaan yang memiliki keterbatasan. Pun jika kita niatkan belajar untuk dunia, maka saat dunia sudah dicapai, ilmu pun bisa hilang. "Kalau Anda ingin mendapatkan ilmu yang melekat dalam jiwa, maka titipkan dan niatkan untuk yang tidak memiliki batasan yaitu Allah. Jadi ketika kita ingin belajar dan menghafal niatkan hanya karena Allah," jelas Ustadz Adi. Tips kedua ialah kesungguhan. Di antara ciri kesungguhan adalah mencatat dan berdoa sebelum belajar atau menghafal. "Allahumma faqqihni fiddiin wa 'álimni ta'wil. Allah akan kuatkan Insya Allah. Selanjutnya yang ketiga ialah tingkatkan amal shalih, karena ilmu adalah cahaya, dan yang terakhir ialah meninggalkan maksiat," tandasnya. Jika kita bisa menjalankan empat cara ini Insya Allah, tutur Ustadz Adi Allah akan menjaga kekuatan ingatan kita dan selalu berada dalam kebaikan. (Vina)Dapatkan update muslimobsession.com melalui whatsapp dengan mengikuti channel kami di Obsession Media Group
































