Mewaspadai LGBT, Perilaku Kaum Nabi Luth

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مُحَمَّدِ بْنِ عُقَيْلٍ أَنَّهُ سَمِعَ جَابِرًا يَقُولُ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: إِنَّ أَخْوَفَ مَا أَخَافُ عَلَى أُمَّتِي عَمَلُ قَوْمِ لُوطٍ
Dari Abdullah bin Muhammad bin Uqailin bahwa ia mendengar Jabir berkata, dan berkata Rasulullah ﷺ, "Sesungguhnya yang sangat aku takutkan terjadi pada umatku adalah perbuatan Kaum Luth," (HR. Ahmad, At-Turmidzi, dan Al-Hakim). Pelajaran yang terdapat di dalam hadits: 1- Sebagaimana kita ketahui bahwa kaum Nabi Luth ‘alaihissalam diadzab oleh Allah dengan adzab yang sangat pedih dan mengerikan, karena mereka melakukan suatu perbuatan yang sangat keji dan menjijikkan, yaitu praktik homoseksual. 2- Hal ini perlu untuk kita bahas karena mengingat bahwa praktik homoseksual mulai di-trend-kan kembali di zaman sekarang ini. Sebagaimana dikabarkan bahwa beberapa negara kafir telah melegalkan pernikahan sejenis. BACA JUGA: Keutamaan 10 Hari Pertama di Bulan Dzulhijjah Dalam salah satu pusat informasi berita, bahwa sekitar 17 negara telah menghalalkan pernikahan sejenis. Di antaranya adalah Belanda sejak tahun 1996, Belgia tahun 2003, Spanyol 2005, Kanada tahun 2005, dan Afrika Selatan tahun 2006. 3- Orang-orang kafir yang melakukan perbuatan tersebut adalah kewajaran, akan tetapi hal yang sangat menyedihkan dan mengerikan adalah tatkala penghalalan praktik homoseksual disuarakan oleh sebagian kaum muslimin. 4- Kalau zina yang merupakan fitrah antara laki-laki dan wanita yang hanya saja tidak sesuai syariat itu jika dihalalkan bisa mengeluarkan seseorang dari Islam, apalagi jika menghalalkan sesuatu perkara yang di luar fitrah manusia (homoseksual). Bahkan kita katakan bahwa perbuatan tersebut di luar fitrah hewan, karena kita tidak dapati ada hewan yang homo, bahkan monyet sekalipun. Maka aneh jika ada orang yang datang dan berusaha melegalkan praktik homoseksual dengan beragam dalil. 5- Allah Subhanahu wa ta’ala menyifati para praktisi homoseksual dengan beberapa sifat. Di antaranya Allah menyebut mereka sebagai الْمُفْسِدِيْنَ (orang-orang yang berbuat kerusakan), الْمُجْرِمِيْن(orang-orang yang berbuat dosa), الْمُسْرِفِيْنَ (orang-orang yang berlebihan), الظَّلِمِيْنَ (orang-orang yang berbuat dzalim). BACA JUGA: Tiga Amalan yang Bisa Menghapus Kesalahan dan Mengangkat Derajat Allah menyebut mereka dengan sifat-sifat yang buruk karena kejinya perbuatan yang mereka lakukan. Sebagaimana disebutkan oleh Ibnu Katsir yang meriwayatkan dari Al-Malik bin Abdul Walid yang berkata,لَوْلَا أَنَّ اللَّهَ، عَزَّ وَجَلَّ، قَصَّ عَلَيْنَا خَبَرَ لُوطٍ، مَا ظَنَنْتُ أَنَّ ذَكَرًا يَعْلُو ذَكَرًا (تفسير ابن كثير)
“Kalau sekiranya Allah tidak menceritakan kepada kami kisah kaum Nabi Luth, maka tidak akan menyangka akan ada laki-laki berhubungan dengan laki-laki. 6- Maka yang menyedihkan saat ini dan perlu diwaspadai adalah praktik LGBT, Lesbian itu perempuan yang orientasi seksualnya ke perempuan juga. Gay kebalikan dari lesbian laki-laki orientasi sexualnya ke laki-laki. Bisex bisa ke laki-laki dan ke perempuan. Transgender orang yang merubah bagian tubuhnya menjadi lawan jenisnya. Kembali mulai diangkat untuk menjadi sebuah trend dikalangan anak muda, agar perbuatan tersebut dianggap biasa dan bukan perkara yang menjijikkan. Lebih lagi komunitas lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT) se-ASEAN sempat bakal menggelar kumpul bareng di Jakarta pada 17-21 Juli 2023. 7- Maka tugas kita sebagai orang tua adalah untuk mengedukasi anak-anak kita dan juga masyarakat bahwasanya perbuatan tersebut adalah menjijikkan dan merupakan penyakit kelainan yang berbahaya, yang bisa mendatangkan adzab dari Allah Subhanahu wa ta’ala. BACA JUGA: Untuk Anda yang Belum Ada Kemudahan dan Tertunda Ibadah Haji Tahun IniTema hadits yang berkaitan dengan Al-Quran: 1- Ketika yang mempraktikkan pernikahan sejenis adalah orang kafir, maka itu adalah hal yang wajar, karena kita menyebut mereka sebagai temannya syaithan. Dan di antara adzab yang Allah berikan kepada orang-orang kafir adalah Allah tidak memberikan kebahagiaan kepada mereka, karena mereka berpaling dari ayat-ayat Allah Subhanahu wa ta’ala. Sebagaimana disebutkan di dalam Al-Quran:وَمَنْ أَعْرَضَ عَنْ ذِكْرِي فَإِنَّ لَهُ مَعِيشَةً ضَنْكًا (سورة طه: ١٢٤)
“Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit,” (QS. Taha: 124). 2- Maka Nabi Luth mendudukkan putri-putrinya diantara tamu dan kaumnya, Nabi Luth menawarkan kepada mereka untuk menikahi putri-putrinya, lalu mereka menolaknya. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:قَالَ يٰقَوْمِ هٰٓؤُلَآءِ بَنَاتِى هُنَّ أَطْهَرُ لَكُمْ ۖ فَاتَّقُوا اللَّهَ وَلَا تُخْزُونِ فِى ضَيْفِىٓ ۖ أَلَيْسَ مِنْكُمْ رَجُلٌ رَّشِيدٌ
“Wahai kaumku! Inilah putri-putri (negeri)ku, mereka lebih suci bagimu, maka bertakwalah kepada Allah dan janganlah kamu mencemarkan (nama)ku terhadap tamuku ini. Tidak adakah di antaramu orang yang pandai?” (QS. Hud 11: Ayat 78).قَالُوا لَقَدْ عَلِمْتَ مَا لَنَا فِى بَنَاتِكَ مِنْ حَقٍّ وَإِنَّكَ لَتَعْلَمُ مَا نُرِيدُ
“Mereka menjawab, Sesungguhnya engkau pasti tahu bahwa kami tidak mempunyai keinginan (syahwat) terhadap putri-putrimu;dan engkau tentu mengetahui apa yang (sebenarnya) kami kehendaki,” (QS. Hud: 79). Wallahu a’lam.Dapatkan update muslimobsession.com melalui whatsapp dengan mengikuti channel kami di Obsession Media Group
































