Yakin Tidak Tertarik? Ini Tiga Keuntungan Menggiurkan Bisnis Ramah Lingkungan

94

Muslim Obsession – Menurut data Kementerian Koperasi dan UKM, dari sekitar 65 juta lebih UMKM, baru 17,25 juta atau kurang lebih 26,5 persen UMKM yang terhubung ke dalam ekosistem digital.

Demikian hal tersebut disampaikan oleh Djaka Suryadi (Ketua Dewan Pengawas Komindo Sejahtera) dalam Webinar UMKM Summit 2022 yang diselenggarakan oleh Obsession Media Grup (OMG) dengan tema “UMKM Outlook 2023 (Pasca Covid-19) dan Peluang 2023”, Sabtu (26/11/2022).

UMKM yang terhubung ke dalam ekosistem digital masih minim

Lebih lanjut, menurut Djaka, angka tersebut perlu ditingkatkan seiring perkembangan akseptasi dan preferensi masyarakat dalam berbelanja daring.

“Kontribusi UMKM terhadap PDB hanya mencapai 64 persen dan kontribusi terhadap ekspor hanya mencapai 14 persen setara dengan Rp. 8.573,89 triliun. Angka itu menunjukkan masih ada potensi UMKM yang perlu digali lagi dengan memanfaatkan teknologi digital, agar UMKM dapat berkembang serta memenuhi pasar dalam negeri dan ekspor, melalui Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI),” ujarnya.

Dari sisi transaksi, Bank Indonesia sebagai regulator pembayaran juga telah mencipatakn QRIS sebagai game changer kanal pembayaran yang dapat membuka peluang pemberdayaan ekonomi, khususnya UMKM.

“Saat ini, penggunaan QRIS telah mencapai lebih dari 16 juta merchant, dengan 90 persen di antaranya adalah UMKM,” tuturnya.

Jumlah wirausaha di Indonesia masih tertinggal dibanding negara tetangga

Dijelaskan Djaka, rasio jumlah wirausaha di Indonesia menurut BPS masih sebesar 3,47 persen atau sekitar 9 juta orang dari total jumlah penduduk. Kendati naik dari 2016 yakni 3,1 persen.

Angka tersebut, menurut Djaka masih rendah dibandingan Singapura yang mencapai 8,5 persen. Malaysia dan Thailand mencapai 4,5 persen. Sementara Indonesia menargetkan peningkatan persentase mencapai 3,9-4 persen pada tahun 2024.

Berdasarkan Global Entrepreneurship Index (GEI), saat ini Indonesia masih menempati urutan ke-75 dari 137 negara dengan skor 26 dan pemerintah menargetkan naik di urutan 60.

Inovasi bisnis ramah lingkungan

Selain menjaga kelestarian alam, inovasi bisnis ramah lingkungan sudah banyak dilirik masyarakat. Hal ini karena keuntungan yang didapat atau dihasilkan pun rupanya terbilang menggiurkan.

“Konsep eco- friendly business berarti dalam menentukan bisnis selalu mempertimbangkan kelestarian alam sekitar. Dengan demikian usia bumi akan lebih panjang dan kerusakan dapat ditekan,” urainya.

Tidak banyak yang tahu bahwa bisnis ramah lingkungan memiliki usia yang lebih panjang. “Dengan menjaga keseimbangan ekosistem lingkungan berarti menjaga kesinambungan bisnis jangka panjang,” terang Djaka.

Keuntungan yang didapat pun menurut Djaka lebih besar. Karena saat ini, para pelaku bisnis yang memakai konsep green business memiliki tempat khusus tersendiri di hati para konsumen.

“Banyak masyarakat yang rela menggelontorkan uang lebih banyak untuk membeli produk go green dibanding produk biasa pada umumnya. Hal ini tentu berbanding lurus dengan keuntungan yang didapatkan,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here