What Makes You Sad?

Terapi Al-Quran untuk Kesedihan

102

Oleh: Rahmania Idrus (Tazkiyatun Nafs dan Terapi Quran/TNTQ)

Allah menciptakan kebahagiaan agar manusia menyadari nikmatnya bahagia, sehingga ia bersyukur dan berbagi. Dia juga menciptakan sempitnya kesedihan agar hamba tunduk bersimpuh di hadapan Allah yang Maha Mengasihi serta tidak menyombongkan diri.

Sejatinya dunia ini adalah daarul ibtilaa’ (negeri tempat ujian dan cobaan). Allah ‘Azza wa Jalla berfirman:

وَنَبْلُوكُمْ بِالشَّرِّ وَالْخَيْرِ فِتْنَةً ۖ وَإِلَيْنَا تُرْجَعُونَ

“Wahai manusia, Kami akan menguji kalian dengan kesempitan dan kenikmatan, untuk menguji iman kalian. Dan hanya kepada Kamilah kalian akan kembali,” (QS. Al-Anbiya: 35).

Kesedihan tak luput menghampiri para Nabi dan wali Allah, namun hal itu tak membuat mereka takut dan menyerah dalam menjalani hidup.

Mereka sadar, hanya Allah satu-satunya Dzat yang Maha Mengerti, Maha Memberi Solusi, hingga kepada-Nyalah mereka bersimpuh mengadukan diri.

Hinggalah ia mengadu harap di hadapan Ilahi. Merendah merengek di hadapan-Nya lalu bersimpuh pasrah memohon bantuan-Nya.

Seperti lirihnya Nabi Ya’qub mengadu saat lama berpisah dengan putra tercinta, Yusuf ‘alaihimas salam.

إِنَّمَا أَشْكُو بَثِّي وَحُزْنِي إِلَى اللَّهِ

“Sesungguhnya hanya kepada Allah aku mengadukan penderitaan dan kesedihanku,” (QS. Yusuf: 86).

Jangan bersedih dari Rahmat Allah, karena Dia Pengampun dosa dan Penerima Taubat .

قُلۡ يَٰعِبَادِيَ ٱلَّذِينَ أَسۡرَفُواْ عَلَىٰٓ أَنفُسِهِمۡ لَا تَقۡنَطُواْ مِن رَّحۡمَةِ ٱللَّهِۚ إِنَّ ٱللَّهَ يَغۡفِرُ ٱلذُّنُوبَ جَمِيعًاۚ إِنَّهُۥ هُوَ ٱلۡغَفُورُ ٱلرَّحِيمُ

“Katakanlah, “Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri! Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sungguh, Dialah Yang Maha Pengampun, Maha Penyayang ,” (QS. Az-Zumar: 53).

Jangan bersedih, karena semua hal akan terjadi sesuai ketetapan Allah.

مَآ أَصَابَ مِن مُّصِيبَةٖ فِي ٱلۡأَرۡضِ وَلَا فِيٓ أَنفُسِكُمۡ إِلَّا فِي كِتَٰبٖ مِّن قَبۡلِ أَن نَّبۡرَأَهَآۚ إِنَّ ذَٰلِكَ عَلَى ٱللَّهِ يَسِيرٞ

“Setiap bencana yang menimpa di bumi dan yang menimpa dirimu sendiri, semuanya telah tertulis dalam Kitab (Lauh Mahfuzh) sebelum Kami mewujudkannya. Sungguh, yang demikian itu mudah bagi Allah,” (QS. Al-Hadid: 22).

Jangan bersedih, tunggulah jalan keluar.

.. وَمَن يَتَّقِ ٱللَّهَ يَجۡعَل لَّهُۥ مَخۡرَجٗا

“..Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan membukakan jalan keluar baginya,” (QS. At-Talaq: 2)

Jangan bersedih, perbanyaklah istighfar karena Allah Maha Pengampun.

فَقُلۡتُ ٱسۡتَغۡفِرُواْ رَبَّكُمۡ إِنَّهُۥ كَانَ غَفَّارٗا، ُرۡسِلِ ٱلسَّمَآءَ عَلَيۡكُم مِّدۡرَارٗا، وَيُمۡدِدۡكُم بِأَمۡوَٰلٖ وَبَنِينَ وَيَجۡعَل لَّكُمۡ جَنَّٰتٖ وَيَجۡعَل لَّكُمۡ أَنۡهَٰرٗا

“Maka aku berkata (kepada mereka), “Mohonlah ampunan kepada Tuhanmu, Sungguh, Dia Maha Pengampun. Niscaya Dia akan menurunkan hujan yang lebat dari langit kepadamu. Dan Dia memperbanyak harta dan anak-anakmu, dan mengadakan kebun-kebun untukmu dan mengadakan sungai-sungai untukmu,” (QS. Nuh: 10-12).

Jangan bersedih atas gangguan orang lain, maafkanlah mereka yang zhalim.

ٱلَّذِينَ يُنفِقُونَ فِي ٱلسَّرَّآءِ وَٱلضَّرَّآءِ وَٱلۡكَٰظِمِينَ ٱلۡغَيۡظَ وَٱلۡعَافِينَ عَنِ ٱلنَّاسِۗ وَٱللَّهُ يُحِبُّ ٱلۡمُحۡسِنِينَ

“(yaitu) orang yang berinfak, baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang lain. Dan Allah mencintai orang yang berbuat kebaikan,” (QS. Ali Imran: 134).

Jangan bersedih atas kegagalan, karena Allah memiliki banyak kenikmatan.

وَءَاتَىٰكُم مِّن كُلِّ مَا سَأَلۡتُمُوهُۚ وَإِن تَعُدُّواْ نِعۡمَتَ ٱللَّهِ لَا تُحۡصُوهَآۗ إِنَّ ٱلۡإِنسَٰنَ لَظَلُومٞ كَفَّارٞ

“Dan Dia telah memberikan kepadamu segala apa yang kamu mohonkan kepada-Nya. Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak akan mampu menghitungnya. Sungguh, manusia itu sangat zhalim dan sangat mengingkari (nikmat Allah),” (QS. Ibrahim: 34).

Jangan bersedih bila kebaikanmu tak dihargai, karena yang kau cari adalah ridla Allah.

إِنَّمَا نُطۡعِمُكُمۡ لِوَجۡهِ ٱللَّهِ لَا نُرِيدُ مِنكُمۡ جَزَآءٗ وَلَا شُكُورًا

“(sambil berkata), “Sesungguhnya kami memberi makanan kepadamu hanyalah karena mengharapkan keridhaan Allah, kami tidak mengharap balasan dan terima kasih dari kamu,” (QS. Al-Insan: 9).

Jangan bersedih atas cercaan dan hinaan.

لَن يَضُرُّوكُمۡ إِلَّآ أَذٗىۖ وَإِن يُقَٰتِلُوكُمۡ يُوَلُّوكُمُ ٱلۡأَدۡبَارَ ثُمَّ لَا يُنصَرُونَ

“Mereka tidak akan membahayakan kamu, kecuali gangguan-gangguan kecil saja, dan jika mereka memerangi kamu, niscaya mereka mundur berbalik ke belakang (kalah). Selanjutnya mereka tidak mendapat pertolongan,” (QS. Ali Imran: 111).

Jangan bersedih terlalu lama, karena syaitan mengincarmu.

إِنَّمَا النَّجْوَىٰ مِنَ الشَّيْطَانِ لِيَحْزُنَ الَّذِينَ آمَنُوا وَلَيْسَ بِضَارِّهِمْ شَيْئًا إِلَّا بِإِذْنِ اللَّهِ ۚ وَعَلَى اللَّهِ فَلْيَتَوَكَّلِ الْمُؤْمِنُونَ

“Sesungguhnya pembicaraan bisik-bisik itu hanyalah dorongan dari setan. Supaya menjadikan hati orang-orang beriman sedih. Padahal pembicaraan rahasia untuk menggunjing tidak akan merugikan orang-orang beriman sedikitpun, kecuali dengan kehendak Allah. Hanya kepada Allah-lah hendaknya orang-orang yang beriman bertawakkal,” (QS. Al-Mujadilah: 10).

Bergembiralah…jangan biarkan kesedihan merasuki hidupmu, merusak perilaku dan akhlakmu, dan melemahkan jiwamu.

أَلَآ إِنَّ أَوۡلِيَآءَ ٱللَّهِ لَا خَوۡفٌ عَلَيۡهِمۡ وَلَا هُمۡ يَحۡزَنُونَ، ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَكَانُواْ يَتَّقُونَ

“Ingatlah wali-wali Allah itu, tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati. (Yaitu) orang-orang yang beriman dan senantiasa bertakwa,” (QS. Yunus: 62-63).

Ayat-ayat tersebut bisa dibaca dan ditadabburi dalam rangka menerapi diri dengan Al-Quran, sesuai dengan sebab kesedihan yang dialami.

Wallaahu a’lam.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here