Wapres Tegaskan NKRI Adalah Negara Kesepakatan

91
Wapres K.H. Ma'ruf Amin saat membuka Muktamar Wahdah Islamiyah secara virtual, Ahad (19/12/2021). (Foto: Setwapres)

Jakarta, Muslim Obsession – Wakil Presiden (Wapres) K.H. Ma’ruf Amin menegaskan, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) merupakan negara kesepakatan.

Persoalan hubungan antara agama dan negara, Islam dan Pancasila sudah selesai dengan terbentuknya NKRI yang berdasarkan Pancasila.

Menurut Wapres, tidak perlu lagi ada perdebatan tentang dasar negara, yang perlu dipikirkan adalah bagaimana umat Islam sebagai mayoritas di negara ini dapat menjaga persatuan dan meningkatkan pemberdayaan.

“Ke depan yang justru harus kita lakukan adalah, bagaimana menjaga umat (Himayatul Ummah) yang merupakan mayoritas dari bangsa ini dan penguatan atau pemberdayaan umat (Taqwiyyatul Ummah) yang sampai sekarang masih dalam posisi yang lemah,” ujar Wapres saat membuka Muktamar Wahdah Islamiyah secara virtual, Ahad (19/12/2021).

Wapres menjelaskan, upaya menjaga umat perlu dilakukan untuk menghindarkan umat Islam dari pemikiran yang menyimpang (Al afkaarul munharifah) melalui cara-cara yang santun dan damai sesuai dengan prinsip ajaran Islam wasathiyah yang kita anut bersama.

Sedangkan memberdayakan umat, lanjutnya, diperlukan agar umat menjadi kuat, baik dari segi pendidikan maupun ekonomi.

“Salah satu upaya yang harus kita lakukan adalah memperbanyak para pengusaha umat dengan membangun pusat-pusat inkubasi di berbagai daerah dan menaik-kelaskan para pengusaha mikro dan kecil. Dan kita semua tahu bahwa para Da’i disamping sebagai pendakwah juga mereka para pedagang,” terang Wapres.

Wapres berharap Wahdah Islamiyah sebagai salah satu Ormas Islam Nasional yang selama dua dekade ini telah konsisten mengusung Persatuan Islam, dapat terus bersinergi bersama Pemerintah dan masyarakat, terutama dalam membangun umat yang berilmu sekaligus beriman.

“Ilmu dan takwa tidak boleh kita pisahkan, ibarat dua sisi mata uang. Penguasaan ilmu pengetahuan yang benar justru akan semakin menuntun kita pada keimanan. Keduanya merupakan pegangan setiap insan dalam mengarungi kehidupan di tengah berbagai tantangan zaman,” pesan Wapres.

Senada dengan hal tersebut, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Mahfud MD, sebelumnya juga mengatakan bahwa penting untuk meningkatkan jumlah cendekiawan muslim di Indonesia.

Namun kemurnian ilmu yang diperoleh, jelasnya, haruslah berasal dari sumber yang terpercaya.

“Jangan hanya belajar dari Ustadz Google, atau dari Ustadz Medsos, ilmu agama itu harus berasal dari yang sudah teruji,” tandas Mahfud.

Selain Wapres dan Menko Polhukam, pembukaan Muktamar Wahdah Islamiyah ini juga dihadiri secara virtual oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Sementara itu, Wapres K.H Ma’ruf Amin didampingi oleh Plt. Kepala Sekretariat Wakil Presiden Ahmad Erani Yustika, Staf Khusus Wakil Presiden Bambang Widianto dan Masduki Baidlowi. (Fath)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here