Wamenag Luncurkan Lima Kampung Zakat di Sulbar

211
Wamenag Zainut Tauhid Saadi saat menandatangani prasasti Kampung Zakat, Kamis (9/3/2023). (Foto: kemenag)

Majene, Muslim Obsession – Lima kampung yang tersebar di beberapa Kabupaten/Kota di Provinsi Sulawesi Barat resmi menyandang status Kampung Zakat usai ditetapkan oleh Kementerian Agama.

Peresmian ini ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Saadi pada Kamis (9/3/23).

Kelima desa tersebut ialah Desa Bone Utara, Kecamatan Pamboang, Kabupaten Majene; Desa Sumare, Kecamatan Simboro, Kabupaten Mamuju; Desa Batupanga Da’ala, Kecamatan Luto, Kabupaten Polewali Mandar; Desa Saluaho, Kecamatan Mehalaan, Kabupaten. dan Desa Kalola, Kecamatan Bambalamotu, Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat.

Kampung Zakat di Sulbar ini merupakan hasil sinergi Kemenag dengan beberapa institusi, antara lain: Baznas, pemerintah daerah, dan juga Yayasan Assalam Fil Alamin yang diketuai Mantan Menteri PAN RB Syafruddin Kambo.

Karena itu, pada kesempatan ini, atas nama Menag, Wamenag menyampaikan terima kasihnya kepada seluruh pihak yang telah terlibat dalam program pemberdayaan zakat, terutama zakat produktif yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Terima kasih kepada semua pihak, khususnya LAZ Assalam Fil Alamin melalui berbagai program bantuan pemberdayaan di 6 kampung zakat, bantuan pemberdayaan UMKM, bantuan asnaf fi sabilillah, bantuan sembako, bantuan beasiswa dan bantuan bagi penyuluh agama non pns,” ungkapnya, Kamis (9/3/23).

Wamenag menilai Zakat adalah bagian penting dari perjuangan Indonesia dalam pembangunan nasional. Menurutnya, banyak pembangunan yang bersumber dari zakat. “Pembangunan Nasional bidang agama diwujudkan, salah satunya, melalui pemanfaatan dana sosial keagamaan dalam mendukung tercapainya target pembangunan,” jelasnya.

Selain itu, Zainut Tauhid menilai Indonesia telah mempraktekkan tata kelola dana sosial keagamaan yang efektif berperan dalam pembangunan.

“Salah satunya adalah peran zakat yang merupakan bagian dari dana sosial yang telah secara nyata menjaga dan membangun Indonesia maju dan berkembang hingga hari ini,” jelasnya.

Program Kampung zakat sendiri telah digulirkan Kementerian Agama dalam beberapa tahun terakhir. Hal ini merupakan bentuk nyata Kementerian Agama dalam upaya membangun pemerataan ekosistem zakat berbasis kolaborasi.

“Melalui kolaborasi ini diharapkan dapat memantik lahirnya program-program lain berbasis zakat dalam memajukan perekonomian masyarakat,” harap Wamenag.

Sementara itu, ucapan terima kasih juga diungkapkan Syafruddin Kambo kepada Menteri Agama dan Kementerian Agama yang aktif terus melauncing Kampung Zakat terutama di tanah kelahirannya di Sumatera Barat.

“Saya tahu ini beberapa kalinya Kemenag melaunching Kampung Zakat, karena itu terima kasih Bapak Menag dan Kemenag yang memilih launching rumah Zakat di Provinsi Sulawesi Barat,” ungkapnya.

Selain itu, Bupati Majene Achmad Syukri Tammalele, juga menjelaskan bahwa banyak program Kemenag sangat membantu terutama visi keagamaan Kabupaten Majenene.

“Saya juga mengapresiasi dan mendukung program Rumah Zakat ini, saya berharap tidak hanya hadir di satu desa namun di berbagai desa lainnya di Majene, sehingga bisa membantu meningkatkan kepedulian dan kesejahteraan masyarakat Majene,” harapnya.

Pada kegiatan ini, turut hadir juga Direktur Pemberdayan Zakat dan Wakaf Kemenag Tarmizi Tohor, Bupati Majene Achmad Syukri Tammalele, Kapolda Sulbar Irjen. Pol. Drs. Verdianto Iskandar Bitticaca. (Fath)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here