Usai Bakar Al-Quran, Rasmus Paludan Kini Ketakutan, Ngaku Banyak Ancaman

49

Jakarta, Muslim Obsession – Politisi garis keras Swedia Rasmus Paludan, pelaku pembakaran Al Quran pada kini mengaku takut karena ancaman yang diterimanya. Apalagi, kemarahan atas protes pembakaran Al Quran tersebut menghasilkan protes dari belbagai negara.

Melansir AP, sekitar 250 orang berkumpul di luar Konsulat Swedia di Istanbul, tempat foto aktivis anti-Islam Denmark, Rasmus Paludan dibakar. Paludan membakar kitab suci umat Islam di luar Kedutaan Besar Turki di Stockholm pada Sabtu, memicu protes di Istanbul dan Ankara malam itu.

Peserta dalam acara hari Minggu membawa bendera hijau yang menampilkan proklamasi iman Islam dan spanduk bertuliskan “Kami mengutuk Islamofobia yang didukung negara Swedia.”

Sebuah tanda di jendela Konsulat Swedia berbunyi, “Kami tidak sependapat dengan pandangan idiot yang membakar kitab itu.”

Rasmus Paludan, yang memiliki kewarganegaraan negara ganda Denmark dan Swedia, bukan pertama kali menargetkan kitab suci umat Islam tersebut.

Otoritas Swedia mengizinkan tindakan tercela Paludan yang berusia 41 tahun di depan Kedutaan Besar Turki di Stockholm. Lingkaran keamanan dibuat oleh polisi Swedia di sekitar Paludan.

Paludan diamankan setelah membakar kitab suci Islam yang dilemparnya ke tanah. Usai aksi memalukan itu, muncul pernyataan dari Paludan, sementara pesan reaksi menghujani insiden tersebut. Berbicara kepada pers Swedia, Paludan mengatakan,

“Setelah saya melakukan tindakan membakar kitab suci, saya berkata, ‘Oke, itu saja.’ Tapi ternyata tidak seperti yang saya kira.” dikatakan. “Saya takut”, akunya.

“Apakah kamu takut?” tanya pewawancara. Dia menjawab, “Ya, saya takut karena seseorang mengatakan mereka akan membunuh saya. Mereka memberi tahu saya apa yang harus dilakukan,” katanya. (Al)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here