Ukhuwah Islamiyah

269

4. Surat An-Nashr

“Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan. Dan kamu lihat manusia masuk agama Allah (Islam) dengan berbondong-bondong. Maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampun kepada-Nya. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penerima taubat.”

Bila kita menyimak surat ini dengan seksama, maka di sini terungkap tujuan dari organisasi atau partai dalam Islam. Yaitu untuk Islamisasi. Baik Islamisasi itu di tingkat individu, keluarga, masyarakat, negara dan dunia. Bila sebuah organisasi kehilangan visi ini, maka organisasi ini akan penuh dengan kerusakan.

Tokoh Ikhwanul Muslimin, Imam Hasan Al-Bana telah memancangkan visi ini ketika pertama kali mendirikan organisasi yang jumlah anggotanya terbesar di dunia ini.

Begitu juga tokoh pendiri Hizbut Tahrir, Taqiyuddin An-Nabhani. Buku-buku yang ditulis Taqiyudin semua muaranya ke tegaknya syariat Islam (Khilafah Islamiyah). Bahkan ia lebih jauh menekankan tentang pentingnya kepemimpinan befikir dalam Islam (Qiyaadatul fikriyah fil Islam). Menurutnya, memimpin orang lain itu bukan dengan senjata (sebagaimana Barat), tapi memimpin orang lain itu dengan pemikiran. Dan pemikiran yang paling tinggi adalah Islam. Karena itu dalam perjuangannya Taqiyuddin ‘mengharamkan’ penggunaan senjata.

Taqiyudin dan tokoh-tokoh Hizbut Tahrir berprinsip bahwa perjuangan Rasulullah saw 13 tahun di Mekkah itu tanpa senjata. Perjuangan di situ waktu itu menggunakan pemikiran. Rasulullah dan para sahabat bahu membahu bekerjasama menyiarkan dakwah ini ke seluruh umat. Umat dibina aqidahnya, dibina pemikirannya sehingga menjadi umat yang mulia. Umat diyakinkan bahwa Islam itu mulia dan kekafiran itu hina. “Islam itu tinggi (hebat), tidak ada yang lebih tinggi dari Islam,” sabda Rasulullah.

1
2
3
4
5
6
7
BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here