Tiga Unsur Kesejahteraan Anak Agar Tidak Menjadi Generasi Lemah

3067
Ilustrasi: Orangtua dan anak.

Muslim Obsession — Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Busyro Muqoddas menyampaikan anak memiliki tiga unsur kesejahteraan untuk didapatkan dari orangtua dan negara.

Tiga unsur kesejahteraan itu adalah penjagaan terhadap kesucian jiwa yang bersumber pada hati nurani, pemenuhan kebutuhan untuk akal dan pikiran yang sehat, serta penjaminan kesehatan fisik anak.

Hal itu disampaikan Busryo pada Seni malam (18/3/2024) dalam Ceramah Tarawih di Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Kabupaten Bantul.

Merujuk Al-Quran surat An Nisa ayat 9, Busyro menyebutkan tidak boleh orangtua termasuk negara meninggalkan generasi penerus dalam kondisi lemah pendidikan, fisik, ekonomi, sosial sampai dengan kesejahteraannya.

Orangtua wajib memberikan hak dasar kepada anak, kata Busyro, hak dasar itu adalah berpendidikan. Pendidikan bisa diberikan dalam keluarga berupa keteladanan, maupun melalui institusi pendidikan.

Bahkan anak juga memiliki hak untuk mendapatkan pendidikan sosial sebagai modal mereka mengarungi kehidupan. Hak mendasar ini diberikan secara integratif, memadukan antara nilai-nilai agama dengan yang umum.

“Dengan demikian anak itu bisa mendapatkan modal, memiliki bekal untuk hidup sejahtera. Mereka tidak khawatir dengan kesejahteraannya di masa depannya,” tutur Busyro.

Menurutnya, orangtua bilogis maupun penyelenggara negara atau pemerintah berkewajiban untuk menjamin tiga unsur kesejahteraan anak-anak.

Pertama, unsur kesejahteraan jiwa yang bersumber pada hati nurani. Hati, kata Busyro, menjadi sumber bagi seorang anak manusia dalam membangun kepekaan ekonomi, sosial, politik, dan seterusnya.

Kedua, unsur kesejahteraan otak atau akal pikiran. Oleh karena itu, pikiran manusia harus dijaga sejak dia masih anak-anak. Anak-anak harus dijaga dari kebohongan yang dapat berpengaruh pada kesehatan akal dan jiwa.

Maka dari itu, dalam dunia pendidikan diperlukan pendidik yang menyampaikan ajarannya dengan hati dan akal-logika yang sehat. Ini menjadi tugas negara menghadirkan pendidikan yang berkualitas.

“Dengan logika yang kuat, guru menjadi unsur penting baik guru di kelas maupun guru di masyarakat, termasuk dosen yang akan menyehatkan dua unsur tadi,” ungkapnya.

Sementara itu, unsur yang ketiga adalah unsur kesehatan fisik. Ketiga unsur kesejahteraan ini mutlak diberikan kepada anak-anak, sehingga peringatan Allah SWT dalam An Nisa ayat 9 dapat dihindari, yaitu meninggalkan generasi yang lemah.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here