Tiga Cara Menebus Kesalahan kepada Orangtua yang Sudah Meninggal

181
Sejumlah warga melakukan ziarah kubur di Ramadhan di TPU Sukabumi Selatan, Jakarta, Jumat (25/03/2022). (Foto: Edwin B/ Muslim Obsession)

Jakarta, Muslim Obsession – Islam memerintahkan kepada anak untuk berbakti kepada orangtua. Itulah ajaran yang dibawa Nabi Muhammad yang harus diteladani. Orangtua adalah pintu surga dan keberkahan dunia akhirat.

Sebagai anak sudah semestinya kita berbakti kepada orangtua, apalagi dalam usia senja atau dalam kondisi mereka sedang sakit. Allah berfirman:

وَقَضَى رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا، إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِنْدَكَ الْكِبَرَ أَحَدُهُمَا أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُلْ لَهُمَا أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَهُمَا قَوْلًا كَرِيمًا

Artinya: “Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.” (Al-Isra ayat 23).

Bagi yang masih punya kedua orangtua hendaknya bersyukur karena masih diberi kesempatan untuk berbakti dan membahagiakan orangtua. Bagi yang sudah meninggal, banyak yang sedih karena belum bisa membahagiakan orangtua.

Bahkan, mereka banyak yang menyesal karena semasa orangtua masih hidup, justru malah sering membuat dosa. Lalu bagaimana cara menebus kesalahan kepada orangtua yang sudah meninggal.

Perlu diingat, berbakti kepada orangtua tidak mengenal batas, apakah orangtua masih hidup atau sudah wafat. Demikian pula meminta ridha, kerelaan, membahagiakan orang tua tetap bisa dilakukan meskipun mereka telah wafat.

Suatu kali ada pernah ditanyakan kepada Imam Abul Laits as-Samarqandi (333-373 H), pakar fiqih Hanafi, ahli hadits sekaligus sosok ulama sufi asal Samarkand, Uzbekistan sekarang, andaikan ada kedua orangtua yang wafat dalam kondisi murka terhadap anaknya, apakah anaknya tersebut dapat meminta ridhanya?

Imam Abul Laits menjawab bahwa anak itu masih dapat membuat kedua orangtua meridhainya dengan tiga hal. Pertama, anak tersebut menjadi orang yang saleh. Kedua, menyambung silaturrahim terhadap kerabat dan teman-teman karib kedua orangtuanya. Ketiga, memohonkan ampunan, mendoakan, dan sedekah atas nama mereka.

Imam Abul Laits menekankan, meskipun semuanya baik dan dapat membuat kedua orangtua yang telah wafat meridhai anaknya, namun yang paling penting adalah yang pertama, yaitu si anak berupaya secara sungguh-sungguh menjadi orang yang shaleh.

Sebab tidak ada yang paling membahagiakan orangtua yang sudah wafat daripada kesalehan dari si anak sendiri. Jadi, semakin saleh anak, maka semakin bahagia dan semakin ridha orang tua terhadapnya, meskipun orangtua sudah meninggal dunia. Imam Abul Laits menegaskan:

لأَنَّهُ لا يَكُونُ شَيْءٌ أَحَبَّ إلَيْهِمَا مِنْ صَلاحِهِ

Artinya: “Karena tidak ada sesuatu pun yang lebih menyenangkan kedua orangtua yang sudah meninggal daripada kesalehan anaknya.” (Abul Laits as-Samarqandi, Tanbihul Ghafilin, [Manshurah, Maktabah al-Iman: 1994], halaman 94).

Kembali pada pertanyaan, adakah cara tertentu untuk menebus kesalahan terhadap orangtua yang sudah wafat? Maka jawabannya adalah ada yaitu:

(1) berusaha menjadi pribadi yang saleh; (2) menyambung silaturrahim terhadap kerabat dan teman-teman karib kedua orangtua; dan
(3) memohonkan ampunan, mendoakan, dan sedekah atas nama mereka. (Al)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here