Telan Biaya Rp300 M, Ini Isi Kemegahan Masjid Raya Sheikh Zayed

117

Jakarta, Muslim Obsession – Masjid Raya Sheikh Zayed Solo, di Kelurahan Gilingan, Kecamatan Banjarsari, Kota Solo, Jawa Tengah telah diresmikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersama Presiden Uni Emirat Arab (UEA) Mohammed Bin Zayed Al Nahyan (MBZ).

Masjid ini merupakan hibah Pemerintah Uni Emirat Arab kepada Pemerintah Indonesia, dan telah dibangun sejak Maret 2021 silam.

Mengutip Situs Kementerian Agama, pembangunan masjid ini diperkirakan menelan biaya sekitar US$ 20 juta atau sekitar Rp 312 miliar (kurs Rp 15.600) dan seluruhnya ditanggung pemerintah UEA.

Sementara itu, dikutip melalui laman resmi Pemerintah Kota Solo, surakarta.go.id, Masjid Raya Sheikh Zayed Solo merupakan replika dari Masjid Sheikh Zayed Grand Mosque di Abu Dhabi, UEA. Marmer yang digunakan pun didatangkan langsung dari Italia.

Dibuat serupa, masjid ini dirancang memiliki 4 menara dan 1 kubah utama. Pada area yang mengelilinginya, terdapat kubah-kubah kecil dan ornamen bangunan khas Timur Tengah. Bangunan dua lantai ini memiliki luas sekitar 8.000 meter persegi.

Adapun pembangunan Masjid Sheikh Zayed tersebut berada di bekas Depo Pertamina Jalan Ahmad Yani, Gilingan, Banjarsari. Pembanggunannya pun dijalankan dengan arahan kontraktor dari PT Waskita Karya.

Tak hanya dijadikan sebagai tempat ibadah, masjid ini juga memiliki perpustakaan. Sekitar kompleks masjid tersebut pun akan dibangun Islamic Center sebagai pusat pendidikan dan pengajaran Islam, serta tempat pengembangan ekonomi syariah dengan produk-produk halal market.

Masjid ini juga dilengkapi dengan ruang VIP, perpustakaan seluas 20 meter persegi, dan basement yang digunakan untuk tempat wudhu putra dan putri. Selain itu, disediakan pula area parkir, agar pengunjung yang datang dapat menempatkan kendaraan yang dibawanya pada lokasi yang sudah disediakan.

Diperkirakan Masjid ini dapat menampung maksimal sekitar 10.000 jemaah yang tersebar dari ruangan hingga ke selasar masjid, dengan jumlah jemaah di dalam ruangan sebanyak 4.000 orang.

Di balik kemegahannya, terkandung nilai sejarah kontemporer yang secara khusus didedikasikan untuk seluruh umat Islam. Seni arsitektur Islam modern yang diaplikasikannya menjadi simbol persahabatan antara UEA dan Indonesia. (Al)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here