Ta’liful Quluub untuk Wihdatul Ummah

677

Kalau saja umat ini jujur maka akan diakui bahwa sesungguhnya penyebab utama dan pertama dari setiap tragedi yang terjadi dalam tubuh umat ini adalah karena: “lima taquuluuna maa laa taf’alun“? Dan “ata’murunan naasa bil birri wa tansawna anfusakum“?

Intinya adalah karena slogan-slogan keagamaan kita selama ini “remain slogans“. Slogan iman, slogan ibadah, slogan akhlak, slogan ukhuwah dan wihdatul ummah, dan seterusnya masih tergantung dengan indah di atas langit. Belum turun (“tanziil”) ke atas bumi menjadi realita kehidupan manusia.

Salah satu slogan besar umat ini adalah “ukhuwah Islamiyah” (innamal mukminuna ikhwah) dan “ummah wahidah” (qul inna hadzihi ummatukum ummatan wahidah).

Kenyataannya umat ini adalah umat yang paling terbagi ketika sudah memasuki dunia realita. Dalam realita ekonomi, politik, dan lain-lain umat ini paling terkotak-kota, bahkan dikotak-kotakkan oleh kepentingan orang lain.

Lalu apa yang seharusnya dilakukan? 

Hanya satu jawabannya. Yaitu kembali kepada ukhuwah dan wihdatul ummah. Menyadari kembali akan persaudaraan yang sejatinya lebih kokoh dibandingkan persaudaraan seibu dan seayah. Persaudaraan yang menjadi pengikat dunia akhirat yang tidak akan terputus oleh kiamat sekalipun.

Menyadari kembali jika umat ini dengan segala ragam latar belakang dan kecenderungannya adalah satu (ummah wahidah). Dan karenanya harus ditumbuhkan kesadaran “jasad wahid” (satu tubuh) yang saling terikat, walau melakukan fungsinya masing-masing secara ragam.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here