Tahukah Anda, Apa Perbedaan UGD, IGD, ICU, dan PICU?

156
UGD RS Univ. Airlangga. (Foto: unair)

Muslim Obsession – Saat mengunjungi rumah sakit, biasanya kita langsung menemukan sebuah ruangan yang paling dekat dengan pintu masuk dan lobi. Ruangan tersebut adalah unit gawat darurat (UGD).

Tapi di rumah sakit lain, ruangan tersebut tidak disebut dengan unit gawat darurat, melainkan instalasi gawat darurat (IGD). Lalu, apa bedanya?

Bagi orang awam, UGD dan IGD mungkin terkesan sama. Meski nama ruangan di rumah sakit itu berbeda, keduanya dianggap memiliki fungsi yang sama untuk menangani kasus yang butuh pertolongan cepat. Padahal secara medis, kedua ruangan tersebut berbeda.

Selain UGD dan IGD, ada pula istilah ICU dan PICU. Minimnya informasi yang menjelaskan fungsi serta perbedaan kedua ruangan tersebut membuat masyarakat kerap menganggapnya sama.

Lalu, apa sih sebenarnya perbedaan IGD, UGD, ICU, dan PICU?

Menukil KlikDokter, berikut ini beberapa hal yang bisa menjelaskan sejumlah perbedaan antara ruangan-ruangan penting tadi.

1. Unit Gawat Darurat (UGD)

Unit Gawat Darurat (UGD) berfungsi memberikan penanganan sesegera mungkin kepada pasien. Jam operasional UGD adalah 24 jam dan buka dalam seminggu penuh. Orang-orang yang mengalami kecelakaan transportasi dan kecelakaan jenis lain, sesak napas, terkena serangan jantung, dan sebagainya akan mendapatkan pertolongan pertama di ruangan ini.

Di UGD secara umum terdapat dokter umum sebagai tenaga medis yang bertugas di ruangan ini. Di tempat ini, dokter umum akan mengobservasi pasien, memberi tindakan darurat termasuk penanganan gangguan pernapasan, mengoperasikan alat rekam jantung, serta mendiagnosis.

2. Instalasi Gawat Darurat (IGD)

IGD memiliki fungsi yang sama dengan UGD. Keduanya sama-sama memiliki fasilitas ambulans yang mudah dijangkau. Tetapi, umumnya ruangan IGD lebih luas dengan peralatan yang lebih lengkap. Rumah sakit besar umumnya memiliki IGD, bukan UGD.

Selain itu, orang yang bertugas di IGD bukan cuma dokter umum, tapi ada juga ada dokter spesialis. Setelah diberikan pertolongan di IGD maupun UGD, dokter akan terus memantau kondisi pasien. Jika kondisinya sudah lebih stabil, pasien akan dipindahkan ke ruang rawat inap.

3. Intensive Care Unit (ICU)

Jika IGD dan UGD adalah ruangan yang berfungsi untuk memberikan penanganan sesegera mungkin, ICU adalah ruang perawatan bagi pasien yang sudah telanjur dalam kondisi kritis.

Orang yang habis mendapatkan tindakan operasi besar, luka bakar yang parah, dan kecelakaan parah dan tak bisa ditangani lagi di IGD/UGD, biasanya akan menghuni ruangan ini. Orang yang mengalami penurunan kondisi secara mendadak, gagal napas, dan lain sebagainya yang mengancam jiwa juga berisiko tinggi masuk ke ICU.

Dengan perawatan dan pemantauan yang lebih intensif serta peralatan yang lebih lengkap, pasien kritis diharapkan bisa selamat atau bertahan hidup. Di ICU, tekanan darah, kondisi pernapasan, dan nadi pasien sudah terpantau juga dimonitor. Tenaga medis yang bertugas di ICU juga harus memiliki tingkat kesigapan yang ekstra.

4. Pediatric Intensive Care Unit (PICU)

Fungsi dari ruangan rumah sakit ini sama saja dengan ICU. Bedanya, PICU dikhususkan bagi anak-anak. PICU dapat diisi oleh pasien anak usia 1 bulan sampai dengan 18 tahun.

Anak-anak yang kondisinya mendadak drop akibat infeksi serius atau habis mendapatkan pembedahan besar ketat, akan dirawat di ruangan PICU. Pemberian obat-obatan tertentu dan pemasangan alat bantu napas (ventilator) juga dilakukan di ruangan ini.

Ruangan PICU ada tiga jenis, yaitu primer, sekunder, dan tersier. Untuk yang primer, biasanya pasien hanya diberikan perawatan jangka pendek. Penyakit yang ditangani juga seputar jantung dan paru-paru.

Sedangkan dalam ruangan PICU sekunder, penyakit yang ditangani lebih beragam dan alat medisnya juga lebih banyak.

Sementara itu, ruang PICU tersier dapat membantu berbagai macam kasus kritis dalam jangka waktu yang panjang, bahkan tak terbatas. Pasien anak yang membutuhkan alat kompleks untuk menyokong hidupnya biasanya menghuni PICU jenis tersier. (Fath)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here